
Liuzhen kembali bangkit setelah menerima pukulan telak Li Liang, pria itu sekarang mengerti pukulan Li Liang tidak sesederhana itu.
Li Liang yang melihat Liuzhen bangkit membuatnya semakin semangat, bahkan dia juga meremehkan kemampuan Liuzhen.
"Sepertinya pukulanmu di besi tua itu sebuah keberuntungan, atau mungkin kau dibantu oleh seseor...." Belum lagi Li Liang menyelesaikan ucapannya itu, Liuzhen bergerak begitu cepat.
Liuzhen menendang kepala Li Liang begitu saja hingga terpental lebih jauh, "Kau terlalu banyak bicara, aku tidak tahu apakah orang tuamu mengajari lebih banyak berbicara dari pada bertindak," ucap Lizuhen pelan.
Sesaat semua orang terdiam melihat aksi Liuzhen, bahkan para tetua juga tidak ada yang bergerak.
"Tendangan dia... apa kau melihatnya?" Ucap salah seorang murid Elang Putih.
Gerakan Liuzhen begitu cepat tiba-tiba saja Li Liang sudah terpental begitu jauh, kalau bukan karena orang di belakangnya Li Liang mungkin sudah keluar dari arena.
Selain para penonton, beberapa peserta juga melihat Li Liang terlempar dan mengenai peserta lainnya.
Hanya satu pukulan seorang peserta keluar dari arena, tidak ada aturan tentang keluar dari tempat pertarungan hanya saja mereka yang keluar akan otomatis mati.
Di luar arena di desain oleh para tetua sebuah formasi, bagi mereka yang keluar akan langsung mati.
Para peserta yang melihat hal tersebut langsung berhati-hati, pasalnya pemandu tidak memberitahu tentang formasi ini.
Di sisi lain para penonton kembali bersemangat, ketika melihat Li Liang mencoba berdiri.
"Kurang ajar! Kau tidak memberikan aku kesempatan untuk berbicara sebentar," keluh Li Liang.
__ADS_1
"Orang sepertimu tidak perlu banyak berbicara, kau hanya membuat orang salah paham saja tentang kekuatan kita," sindir Liuzhen.
Li Liang memutuskan menggunakan senjata melawan Liuzhen, dia mengambil tombak dari belakang punggungnya.
"Meskipun kau menggunakan senjata, itu tidak akan merubah hasil," gumam Liuzhen kepada Li Liang.
Li Liang mencoba sedikit pemanasan dengan tombaknya, dia mengayunkan beberapa kali dan hasilnya para penonton semakin bersemangat.
"Tidak hanya banyak bicara, tapi kau juga terlalu banyak gaya," ungkap Liuzhen kembali.
Pria itu berlari ke arah Liuzhen dengan tombaknya, tusukan demi tusukan di hindari oleh Liuzhen dengan baik.
Semakin Liuzhen menghindari gerakan Li Liang semakin cepat, sulit untuk liuzhen jika terus mengelak.
"Menghindarlah lebih cepat, jika tidak kau akan mati!" Tawa Li Liang sambil menyudutkan lawannya.
Pada saat Liuzhen mengeluarkan dari kotak ruang miliknya, beberapa petinggi terkejut mereka berpikir latar belakang Liuzhen tidak sederhana.
Selain itu Li Liang juga sedikit terkejut ketika Liuzhen menggunakan pedang untuk bertarung, tetapi dia tidak berpikir jika pria itu ahli menggunakannya.
"Aku tidak tau dari mana pedang itu kau munculkan, tapi apa kau yakin melawanku dengan pedang seperti itu" timpal Li Liang melihat Liuzhen memegang pedang.
Selepas Li Liang berbicara dia tidak ingin memberikan kesempatan kepada Liuzhen, pria itu kembali menggunakan tombaknya untuk melawan Liuzhen.
Serangan Li Liang begitu mendominasi, Liuzhen spontan menggunakan pedangnya untuk menangkis.
__ADS_1
**
Wu Yong yang tidak jauh dari Liuzhen juga melawan musuh dengan kemampuannya, lawan Wu Yong memiliki tingkatan yang sama dengan pria itu.
Bedanya Wu Yong baru memasuki tahap Ahli ke-7 sedangkan lawannya sudah mencapai puncak Ahli ke-7, sedikit lagi naik tingkatan.
Meskipun kekuatan mereka sedikit berbeda bukan berarti Wu Yong tidak menggunakan senjatanya.
Dari jauh-jauh hari Wu Yong telah menyiapkan banyak trik untuk melawan musuh, dia menggunakan kemampuan alkimianya dalam menyerang.
Sedangkan Annchi masih mengandalkan pedangnya seperti biasa, terkadang wanita itu melirik ke arah pertarungan Liuzhen.
Annchi hanya bisa bergumam pelan melihat pertarungan Liuzhen dan Li Liang yang begitu keras, padahal Liuzhen hanya berada pada tingkatan Pendekar Ahli ke-7 mampu mengimbangi dua tingkat diatasnya.
"Berhentilah meremehkanku!" Teriak wanita itu kepada Annchi, dia melihat Annchi tidak begitu fokus dengan pertarungan.
Meskipun begitu Annchi tetap mampu melawan balik musuhnya, "Kau begitu bawel, padahal aku memberikan kesempatan padamu," balas Annchi.
Annchi langsung mengeluarkan teknik pedangnya, "Pedang Pembelah Es!" Sambung Annchi mengeluarkan jurusnya.
Seketika udara di sekitar menjadi lebih dingin, serpihan dan aura es keluar dari pedang Annchi.
Es tersebut membuat lawannya langsung membeku dalam sekejap, bahkan para penonton terpana melihat aksi Annchi.
Baru saja Annchi membekukan lawannya Wu Yong juga berhasil mengalahkan musuhnya, beberapa saat mata mereka saling bertemu.
__ADS_1
Wu Yong yang melihat Annchi langsung mengambil posisi untuk merebut lawan yang lain, sedangkan Annchi tidak begitu memperdulikannya.
Annchi berpikir jika dia mendekati Wu Yong maka Liuzhen akan melindunginya, jadi wanita itu juga merebut musuh lainnya.