
Pemimpin perampok yang melihat aksi Liuzhen tertawa bukan main, dia berpikir Liuzhen sudah pasrah dan berharap dengan pedang bututnya.
"Kau kira dengan serangan seperti ini bisa membunuhku," gumam pemimpin bandit sambil mengeluarkan artefak pelindung miliknya.
Kecepatan pedang Liuzhen tidak bisa dipungkiri, bahkan serpihan aura pedangnya dapat membunuh beberapa preman di sekitar.
Liuzhen hanya tersenyum ketika melihat pria berbadan kekar itu memilih menahan serangan dibandingkan menghindarinya.
Benar saja arti senyuman Liuzhen pemimpin kelompok terpental jauh ke belakang, bahkan pedang tersebut menembus badannya.
Kejadian itu begitu cepat banyak dari preman pada saat itu melihat pemimpinnya jatuh, sekarang mereka sadar kekuatan Liuzhen sangat mengerikan.
Tidak lama dari itu Liuzhen terjatuh dan tidak dapat menggerakkan tubuhnya samasekali, sekarang Liuzhen sudah cukup lega melihat orang yang menyakiti Yu Fei telah berakhir.
Para preman yang melihat Liuzhen terbaring jatuh sedikit dilema untuk menyerang, mereka khawatir jika Liuzhen dapat membunuh mereka dengan mudah meski dalam keadaan tertidur sekalipun.
Changyi dan Xiao Mei mulai berlari ke arah Liuzhen, mereka mencoba menjauhi musuh dari sekitar pria muda itu.
Beberapa pendekar yang ditinggalkan oleh Yu Wen juga mengikuti arah gerak Changyi dan Xiao Mei, mereka kemudian membuat sebuah formasi benteng untuk melindungi Liuzhen.
Tidak lama dari itu prajurit kerajaan tiba di lokasi pertempuran, mereka lalu mulai berpencar untuk menangkap para bandit.
Beberapa dari mereka berhasil kabur dan beberapa yang lain kurang beruntung, prajurit kerajaan juga menemukan mayat dari pemimpin kelompok.
Identitas pria tersebut sulit untuk diketahui setelah pedang Liuzhen menghantam seluruh tubuhnya dan membuat hancur menjadi beberapa bagian.
Selain itu salah satu prajurit kerajaan juga menemukan pedang hitam milik Liuzhen, hanya saja mereka terlalu sulit untuk mengangkatnya.
Mereka berpikir orang seperti apa yang bisa membawa pedang seberat itu, kemudian salah seorang jendral mengangkat pedang tersebut dan membawanya.
Liuzhen lalu dibawa ke tempat peristirahatan dan diobati, racun yang berada di dalam tubuh Liuzhen juga disembuhkan.
**
Beberapa hari setelah kejadian itu, banyak orang penasaran dengan sosok pria yang berhasil membunuh pemimpin kelompok preman.
__ADS_1
Setidaknya mereka bisa mengucapkan rasa terimakasih kepada penyelamat mereka, belakangan para preman tersebut sudah sering mencari keributan.
Di sisi lain Yu Wen juga mencari informasi mengenai orang di balik penyerangan, dirinya masih tidak menerima jika Yu Fei harus menerima luka seperti itu.
Satu-satunya laporan yang didapatkan Yu Wen adalah konflik antara Wang Wei dan Yu Fei beberapa waktu lalu, dia berasumsi jika penyerangan itu berkaitan dengan pria tersebut.
Yu Wen tidak bisa langsung memberikan perintah, dia mengetahui latar belakang Wang Wei sehingga memutuskan untuk membuat langkah yang lebih strategis.
Selain itu Yu Wen juga memperhitungkan keberadaan tuan muda sekte Phoenix dan pangeran keenam, Liuzhen sempat membuat mereka tidak memiliki muka.
Tetapi sejauh informasi yang didapatkannya, tidak ada satupun dapat menjadi bukti kuat untuk Yu Wen mengambil tindakan.
**
Jauh di dalam istana Negara Chu, seorang jendral melaporkan pedang yang dimiliki oleh pria pendekar muda tersebut, "Lapor hamba tuan, ini adalah senjata yang dia gunakan saat melawan pemimpin kelompok."
Kekuatannya mampu membunuh seorang tahap awal Pendekar Raja, mereka curiga jika Liuzhen selama ini telah menyembunyikan kekuatan sesungguhnya.
Pedang yang dibawa oleh jendral tersebut beratnya bukan main, bahkan dia memerlukan kekuatan ekstra untuk mengangkan sebongkah besi itu.
Seorang pendekar tingkat Roh menjadi salah satu orang yang diperintahkan untuk memperhatikan Liuzhen.
Para petinggi kerajaan mengingatkan jika Liuzhen bisa menjadi pisau bermata dua, menjadi ancaman atau pelindung bagi Negara Chu.
Mereka tidak habis pikir seorang pria Pendekar Ahli mampu melawan banyaknya musuh, ditambah membunuh Pendekar Raja.
Tidak ada kesimpulan yang mereka dapatkan, selain mengamati lebih jauh pergerakan Liuzhen kedepan.
**
Setelah beberapa waktu Liuzhen kemudian dapat beraktivitas seperti biasa, begitu juga dengan Yu Fei bedanya Yu Fei masih dalam perawatan.
Liuzhen kemudian mencoba melakukan pemanasan dan berlatih, ketika dia sadar jika pedangnya tidak bersamanya seseorang dari kerajaan datang menghampiri.
"Permisi...." Gumam pria itu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
"Maaf, apakah ini kediaman tuan Yu Fei," sambung pria tersebut.
"Iya benar, kebetulan senior Yu sedang beristirahat apa ada yang bisa aku bantu?" Balas Liuzhen bertanya.
"Ahhh... sebenarnya ada kiriman dari petugas kerajaan, kemarin mereka menemukan sebuah pedang aku kira kau pasti mengetahuinya."
Liuzhen menyipitkan matanya kemudian berkata, "Bisa aku lihat terlebih dahulu?"
Pria itu kemudian menunjukkan sebuah pedang hitam pekat yang memiliki tulisan tercoret, "Ahh benar... itu adalah milikku," ucap Liuzhen spontan.
Liuzhen sedikit terkejut ketika melihat pria di hadapannya itu mengangkat pedang dengan mudah, dia berpikir jika pria ini memiliki fisik yang bagus.
"Kau pasti cukup kuat dapat memiliki pedang seperti ini," singgung prajurit.
Liuzhen tidak terlalu menggubris ucapannya, "Tidak... biasa saja, aku kira senior tidak terlalu pantas menggunakan baju prajurit," ucap Liuzhen sambil tertawa canggung.
Prajurit itu menangkap maksud dari Liuzhen, dia cuma tersenyum dan berkata, "Baiklah anak muda, sebenarnya ada beberapa hal yang tidak bisa dirubah salah satunya adalah takdir menjadi seorang prajurit."
"Aku tidak tau apakah kau tertarik menjadi seorang prajurit," sambung pria tersebut.
***
Tingkatan Pendekar
1. Pendekar Muda (pemula) 1-9
2. Pendekar Ahli 1-9
3. Pendekar Pejuang 1-9
4. Pendekar Raja 1-9
5. Pendekar Roh 1-9
6. Alam Suci 1-9
__ADS_1