
Di lantai ketiga Wu Yong mencoba mempelajari beberapa ilmu meracik obat, selain itu dia juga memanfaatkan energi di sekitar.
Tidak ada yang berani mendekati Wu Yong, alasannya sederhana ancaman Liuzhen di balik semua itu.
Wu Yong bebas memilih rak mana saja yang ingin dia gunakan, di sisi lain Annchi dan Li Liang juga menjadi perhitungan orang lain.
Mereka bertiga adalah bagian dari kelompok tambahan, meskipun begitu kekuatan Li Liang dan Annchi sempat menjadi pusat perhatian.
**
Setelah beberapa waktu Liuzhen bangkit dari istirahatnya, dia kemudian melangkahkan kaki menuju beberapa rak buku.
Liuzhen bingung ketika melihat masih ada beberapa rak yang tidak hancur, padahal jika dipikirkan seharusnya isi dari ruangan sudah berantakan.
Pria itu lalu mendekati rak tersebut dan melihat ada banyak buku pelatihan seni beladiri, Liuzhen mencoba mencari seni yang cocok untuk dirinya.
Tidak begitu lama hingga matanya tertuju pada satu buku, Liuzhen merasakan buku tersebut memancarkan aura berbeda.
Dia kemudian mengambil dan mencoba buka lembaran di dalamnya, tetapi Liuzhen tidak menemukan satu katapun.
Ketika Liuzhen disibukkan dengan rasa kebingungannya, tiba-tiba seseorang menaiki lantai keempat.
Pria yang baru muncul itu berkatan, "Wahhh... kita benar-benar ketinggalan sesuatu yang menarik," ucap Jia Xu melihat sekitar.
Qixuan tidak terlalu menggubris perkataan temannya itu, dia melihat ada seorang pria yang sedang membaca buku.
__ADS_1
Wanita itu lalu mendekati Liuzhen perlahan dan berkata, "Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Qixuan ketus.
Tidak tinggal diam Jia Xu lebih bersemangat menunggu jawaban Liuzhen, "Apa kau baru selesai bertarung? Dimana Sun? Dimana dia, kenapa aku tidak melihatnya," ocehan Jia Xu terus menerus keluar.
Jia Xu juga mengomentari buku yang dipegang oleh Liuzhen, "Apa yang sedang kau baca?" Tarik Jia Xu buku yang dipegang oleh Liuzhen.
Saat Jia Xu membukanya dia tidak menemukan sesuatu yang menarik, di sisi lain Liuzhen langsung mengambil kembali buku tersebut.
"Apa yang sedang kalian lakukan," ucap Liuzhen merasakah risih.
Jia Xu yang mendengar ucapan Liuzhen spontan berkata, "Ahhh... maaf, aku tidak bisa mengontrol rasa penasaranku," balas Jia Xu sambil menggaruk kepalanya.
"Saudara Li... aku tidak tau buku apa itu, tapi jika kau menginginkan seni bela diri yang lebih baik, aku bisa memberikannya padamu," ucap Jia Xu membanggakan diri.
"Tentu semua itu dengan syarat," sambung Jia Xu.
Qixuan yang melihat dari tadi tidak terlalu mengikuti, dia lebih penasaran dengan gerak-gerik Liuzhen.
Wanita itu lalu berkata, "Sebenarnya apa yang telah terjadi?" Tanya Qixuan kepada Liuzhen.
Liuzhen tidak menjawab pertanyaan Qixuan, dia tetap berjalan menuju lantai kelima.
Qixuan lanjut berkata, "Berhenti!" Teriak Qixuan, "dimana pria itu? Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Qixuan kembali.
Liuzhen menghentikan langkahnya dia lalu berkata, "Apakah itu temanmu?" Tanya Liuzhen balik.
__ADS_1
Wanita itu tidak menjawab dia hanya berkata, "Apakah dia masih hidup?"
Liuzhen tersenyum tipis sebelum menjawab, "Aku harap seperti itu, karena kalau tidak akan menjadi masalah yang rumit," ucap Liuzhen sambil melangkahkan kakinya kembali.
Qixuan tidak berniat membuat Liuzhen melangkah dia lalu berkata, "Tunggu!" gumam Qixuan pada Liuzhen.
"Lantai kelima, kau tidak bisa melangkah ke sana," ucap Qixuan tegas.
Untuk kedua kalinya Liuzhen menghentikan langkah kaki, dia lalu berbalik ke arah mereka berdua, "Kenapa?" Balas Liuzhen pelan.
Qixuan tidak pernah takut sebelumnya, tetapi kali ini dia khawatir jika Liuzhen berhasil memasuki lantai kelima.
"Lantai kelima... bagaimana jika aku tukarkan dengan 100 Stone Merah," ucap Qixuan menawar kepada Liuzhen.
Liuzhen sedikit mengernyitkan alis dia bingung maksud dari wanita di hadapannya itu, "Apa yang kau bicarakan," jawab Liuzhen penasaran.
Qixuan lalu menimpal, "Aku tidak tau apakah kau bisa menaikinya, tapi yang pasti di lantai kelima ada benda yang ingin kami dapatkan," ucap Qixuan pelan.
Sekarang Liuzhen mengerti maksud dari mereka dia berkata, "Aku tidak tertarik dengan penawaranmu, ataupun kalian berdua," gumam Liuzhen menuju anak tangga.
Qixuan tidak membiarkan tindakan Liuzhen, dia kemudian mengeluarkan pedangnya dan menantang Liuzhen.
Di sisi lain Jia Xu tidak bisa berbuat apa-apa untuk sementara waktu, dia lebih memilih memperhatikan pertarungan Qixuan.
Liuzhen yang menyadari pergerakan Qixuan langsung melepas sarung pedangnya, pria itu membenturkan kedua pedang.
__ADS_1
Pedang Liuzhen mendominasi dari segi kekuatan, pedang tersebut dengan mudahnya mematahkan pedang Qixuan.
Jia Xu melihat aksi Liuzhen tersebut, dia langsung membantu Qixuan dan menyelamati wanita tersebut.