Pendekar Penentang Langit

Pendekar Penentang Langit
Ch. 24 - Surat


__ADS_3

Semua orang mendengar dengan jelas ucapan pria tersebut, tetapi tidak ada yang berani menawar kembali.


Salah satu pangeran Kerajaan Chu mengeluarkan suara sekaligus tanda agar tidak ada yang mengganggunya.


Liuzhen yang melihat hal tersebut tidak akan membiarkannya, dia berinisiatif menawar kembali, "280.000," teriak Liuzhen di tengah kesunyian.


Yuwen dan Yu Fei hanya bisa menepuk jidat mereka berdua, tetapi yang dilakukan Liuzhen tidaklah salah.


Salah satu pengawal pangeran mengambil tindakan untuk berbicara, "Bocah! Apa kau tau yang sedang kau lakukan," seru pengawal mengancam.


"Memangnya apa yang aku katakan? Rumah Pelelangan Sakti memiliki aturan tidakkah kau mendengar? Siapapun yang menawar lebih tinggi adalah pemenangnya," balas Liuzhen mengingatkan.


"Setiap orang menghendaki kekuatan, apa hakmu menghalangiku? Kristal itu memiliki energi sangat murni tentu aku menginginkannya," lanjut Liuzhen memperjelas.


Beberapa tetua sekte mulai memperhitungkan perkataan Liuzhen, mereka berpikir jika kristal ini akan sangat membantu kultivasi mereka sehingga memutuskan untuk mengajukan kembali penawaran.


Pangeran yang mendengar jawaban Liuzhen tersenyum, "Benar! Siapa saja bisa menawar dan yang tertinggi adalah pemenangnya, aku tidak menyangka anak buahku melupakan hal sesederhana itu," jawab pangeran memukul pengawalnya kuat.


Liuzhen menyipitkan matanya ketika melihat pengawal itu langsung mati di tempat, sekarang dirinya sadar jika pangeran baru saja memperjelas kedudukan.


Semua orang yang memperhatikan terdiam setelah melihat tindakan pangeran, dan mengurung niat kembali untuk menawar.


"Baiklah, kalau begitu 350.000 koin emas," ucap pangeran sambil membersihkan tangannya.


Penawaran dari pangeran adalah nilai teringgi, tidak ada yang berani menawar kembali setelah itu.

__ADS_1


Sebenarnya banyak sekte yang berdatangan untuk sebuah peta makam kaisar pertama, mereka tidak mengira akan muncul kristal murni di dalam pelelangan.


Selain itu alasan mereka tidak ingin bersanding dengan pangeran adalah menyimpan uang sebanyak mungkin untuk perebutan peta makan kaisar.


Pengeran kemudian mengambil inisiatif untuk berbicara, "Sepertinya tidak ada lagi yang mau menawarkannya? Kalau begitu...."


"Anak muda! Kenapa kau tidak mencoba untuk menawarkannya?" Sambung pangeran.


Liuzhen tidak bisa berkata apa-apa, dia khawatir itu adalah jebakan sehingga dia tidak mengambil keputusan untuk menawar.


"Pangeran, sesuai dengan aturan pelelangan penawaran tertinggi adalah pemenang," ucap Liuzhen.


Pemandu pelelangan kemudian memutuskan pemenang kristal dan mengeluarkan barang selanjutnya, sekaligus barang penutupan lelang.


Rumah Pelelangan Sakti telah memverifikasi keaslian peta, sehingga banyak yang mempercayainya.


"Senior Yu, jika peta ini seperti yang kau katakan sepertinya kita harus mendapatkannya," ucap Liuzhen berantusias.


Liuzhen menyadari jika semua yang berhadir menunggu harta tersebut, membuat dia merasa penasaran akan peta itu.


"Aku memang mengatakannya, tetapi jika dilihat-lihat lagi ada begitu banyak pihak yang menginginkannya," ucap Yu Fei ragu.


Yuwen juga memperingati, jika Liuzhen berhasil memenangkannya tidak ada jaminan jika mereka tidak merebut paksa.


Yuwen kemudian memberikan saran agar mereka menunggu kabar darinya, dia menjelaskan jika pada peta tersebut telah diberikan sebuah tanda oleh Yuwen.

__ADS_1


Liuzhen dan Yu Fei yang mendengar hal tersebut sedikit tidak mempercayainya, tetapi jika Yuwen sudah mengatakan hal tersebut berart itu benar.


Setelah acara selesai Liuzhen segera menerima hasil pelelangan, "Adik Li... ini adalah uang dan kartu VIP dari kami, jika kau memiliki barang yang bagus lagi kami akan bersedia menjualkannya untukmu," ucap Yuwen sambil memberikan hasil penjualan barang Liuzhen.


Liuzhen kemudian mengucapkan terimakasih atas bantuan Yuwen, setelah itu dia pamit bersama Yu Fei.


**


Di perjalanan Liuzhen melihat begitu banyak orang berkumpul di satu tempat, hingga dia menemukan sebuah pria tua yang menjual barang antik.


Yu Fei melihat rasa penasaran Liuzhen tersebut sehingga memutuskan mengajaknya mendekat, "Adik Li, jika kau menginginkannya aku akan membelikan untukmu, tapi aku khawatir banyak barang imitasi."


Liuzhen menggelengkan kepalanya, dia tidak tertarik dengan apa yang dijual pria tua itu tetapi pancaran auranya sedikit mengganggu Liuzhen.


"Senior Yu, sepertinya seseorang mengikuti kita...." Gumam Liuzhen sambil melihat arah Yu Fei.


Yu Fei mengerti maksud dari Liuzhen dan sedikit mengangguk, baru saja Yu Fei mengangguk Liuzhen kemudian menepuk pundak Yu Fei.


"Senior... apa yang kau pikirkan, aku hanya penasaran saja," ucap Liuzhen sambil tertawa.


Yu Fei tidak berkata apa-apa, dia berpikir kalau Liuzhen terlalu bodoh untuk berakting.


TIba-tiba sebuah anak panah melesat cepat ke arah mereka berdua, Liuzhen yang menyadari hal tersebut langsung menangkapnya.


Liuzhen kemudian merasakan jika anak panah tersebut memiliki racun, tetapi dia tidak begitu memusingkannya selain isi surat pada anak panah itu.

__ADS_1


__ADS_2