
Pukulan demi pukulan dihindari oleh Wu Yong, mereka telah bertukar jurus puluhan kali.
Meskipun tingkat kultivasi Wu Yong rendah, tetapi pria itu tidak bisa diremehkan.
Di sisi lain Annchi juga ikut menampilkan kekuatannya, alunan pedang Annchi cukup mengejutkan banyak pihak.
"Lihatlah. Gadis itu bermain dengan indah...." Teriak salah seorang penonton ke arah Annchi.
Sebenarnya bukan gerakan Annchi yang memikat mereka, tetapi parasnya yang begitu menggemaskan membuat banyak orang terpukau.
"Hahaha... kita lihat saja seberapa kuat dia melawan mereka," timpal yang lainnya.
Meskipun Annchi memiliki paras dan kemampuan bagus, hanya saja tubuhnya yang kecil menjadi target komentar orang.
Sementara itu tidak sedikit yang berharap Annchi memenangkan pertarungan, "Apa kau bodoh! Bahkan gadis seukurannya bisa memainkan pedang begitu cantik," sahut orang lain.
**
"Terimalah pukulan Pelahap Api ku! " Teriak Li Liang sambil mengarahkan pukulannya ke Liuzhen.
Liuzhen mencoba untuk menghindari tinju Li Liang, tetapi semakin diperhatikan dia tidak menemukan cara menghindarinya.
Pukulan Li Liang terpaksa ditahan oleh Liuzhen dengan tangan kosong, pria itu terlempar beberapa meter dari pertengahan arena.
"Cih. Dasar lemah!" Gerutu Li Liang.
Beberapa petinggi menyipitkan mata ketika Liuzhen terpental, salah satu perwakilan kerajaan Shi Xiu menggap Liuzhen tidak seperti yang dirumorkan.
Banyak perwakilan sekte besar berhadir karena mendengar seseorang memukul balok besi Elang Putih hingga bergeser, mereka penasaran dengan pria tersebut.
Tetapi setelah melihat langsung ternyata pria itu tidak sesuai harapan, mereka lebih tertarik dengan keberadaan Li Liang.
__ADS_1
Liuzhen yang menerima pukulan Li Liang sedikit terbatuk, dia tidak menyangka pukulannya begitu kuat.
"Padahal tubuhku melatih Seni Raga Langit, bisa-bisanya aku terpental," gumam pelan Liuzhen sambil mencoba bangkit.
"Pukulanmu boleh juga, tidak banyak orang yang bisa sepertimu," sambung Liuzhen menggerakkan leher dan tangannya.
"Hahaha... benar. Kau tidak boleh langsung mati, aku masih belum puas bermain," timpal Li Liang.
Di sisi lain Changyi yang melihat situasi beriniasiatif membuat taruhan, dia kemudian berkata pada Yu Fei, "Kakak... aku mencium bau-bau kemenangan," bisik Changyi pada Yu Fei.
"Kau benar, kita akan kaya lagi...." Balas Yu Fei tersenyum licik.
Mereka berdua tertawa kecil, sedangkan Xiao Mei menggelengkan kepalanya ketika melihat Changyi dan Yu Fei.
Yu Fei lalu memberikan tugas kepada Changyi untuk membuat taruhan di bawah bersama masyarakat, untuk para tetua dan perwakilan sekte akan diurus oleh Yu Fei.
Mereka berdua langsung bergerak ke posisi masing-masing, Xiao Mei hanya melihat aksi kedua rekannya itu.
**
Di samping itu Yu Fei juga berhasil menghasut banyak tetua, tetapi dirinya masih belum dapat meyakinkan para perwakilan sekte.
Salah seorang perwakilan sekte Phoenix Lu Shen berbicara, "200 Stone Ungu untuk Li Liang." Timpal Lu Shen kepada Yu Fei.
Yu Fei teringat jika pria gendut yang sedang menawar ini adalah anak ketua sekte Phoenix, dia juga ingat kejadian di pelelangan.
"Tuan muda... sepertinya kau begitu berantusias, bagaimana jika kita menaikkan masing-masing taruhan," gumam Yu Fei pelan, "200 Stone Ungu? Aku kira itu sangat sedikit untuk seukuran tuan muda Phoenix," sambung Yu Fei.
"Hahaha... prajurit Yu memang benar, baiklah bagaimana jika 400 Stone Ungu?" Timpal Lu Shen.
"Tidak, itu masih sedikit... bagaimana jika 1000 Stone Ungu?" Bisik Yu Fei mendekat.
__ADS_1
Mata Lu Shen melebar ketika mendengar ucapan Yu Fei, dia kemudian berkata, "Prajurit Yu, aku tidak membawa uang sebesar itu."
Yu Fei lalu menunjuk ke arah seekor monyet yang berada ditangannya, "Aku kira itu adalah monyet di Rumah Pelelangan Sakti bukan?" Senyum Yu Fei kecil.
"Bukankah harganya mencukupi?" Sambung Yu Fei.
Lu Shen mencoba berpikir terlebih dahulu sebelum dia menerima ucapan Yu Fei, pada akhirnya pria gendut itu menerima tawaran Yu Fei.
Lu Shen berpikir jika Liuzhen akan kalah dan mendapatkan kemenangan taruhan, sedangkan Yu Fei berpikir sebaliknya.
Persetujuan Lu Shen membuat wakil sekte lainnya ikut bertaruh di sisi Li Liang, mereka juga sudah melihat kemampuan pria itu.
Selepas semua perwakilan sekte ikut bertaruh tiba-tiba perwakilan kerajaan Shi Xiu memilih sisi Liuzhen, wanita itu sebenarnya merasakan ada sesuatu dari prajurit Yu.
Yu Fei tidak bisa memperlihatkan rasa kagetnya, dia kemudian berkata, "Nona Shi sepertinya mencoba peruntungan bersamaku," balas Yu Fei sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
**
Tingkatan Pendekar
1. Pendekar Muda (pemula) 1-9
2. Pendekar Ahli 1-9
3. Pendekar Pejuang 1-9
4. Pendekar Raja 1-9
5. Pendekar Roh 1-9
6. Alam Suci 1-9
__ADS_1