
Saat sedang duduk termenung keheranan, jaka dikejutkan dengan sebuah suara yang berbicara.
Sudah kehendak yang khyiang Widi, ahirnya datang juga penerusku, Hai,,, nak,,, , siapa namamu?
Sontak saja jaka terkejut mendengar suara itu, dia melirik kiri dan kanan mencari sumber suara, saat dia berbalik kebelakang, dia melihat seorang kakek tua, tapi berambut putih, kulit nya bersih, dan memakai baju serba putih.
kakek itu pun tersenyum, melihat jaka yang malah bengong tanpa berkata kata.
Nak,,,, kau bisu?,,,, sehingga tidak menjawab pertanyaan ku?
Aaah, , ,, maaf kek, bukan aku tak mau menjawabnya, tapi jujur saja, aku kaget melihat kakek.
Sebelumnya maafkan kelancangan saya kek, siapakah kakek ini? dan jika boleh aku tau apa nama tempat ini kek?
Kakek itu pun tersenyum dan memandang ke arah jaka.
__ADS_1
Nak,,,,, Nama kakek adalah ,, Warantaka,,
atau dulu orang orang menyebutku Resi warantaka, dan orang orang dunia persilatan menyebutku pendekar tapak geni.
Sekarang giliranmu nak siapakah kau ini? mengapa tiba di tempatku ini? " tanya kakek warantaka sambil menatap lekat ke wajah jaka.
Jaka pun mengenalkan diri nya, siapa dan dari mana, hingga tiba ditempat ini, secara garis besar nya.
Itulah kek, semua yang terjadi kepadaku hingga sampai kesini.
Lalu, apakah nama tempat ini kek? apa ada jalan untuk bisa keluar dari tempat ini kek?
Nak, aku akan panggil kamu jaka saja biar mudah, tempat ini tidak bernama, yang jelas ini ada dibawah perut gunung berapi, masalah jalan keluar, pada saat nya nanti kamu akan mengetahui nya sendiri.
Sekarang,,, bangunlah jaka, segera lah kau mandi didalam kolam itu yang berair putih susu. dan ingat apapun yang terjadi jangan lah kau keluar dari kolam itu, sebelum airnya berwarna bening, bertahanlah.
selesai berucap, kakek warantaka menghilang tanpa bekas, jaka pun celingukan mencari kemana pergi nya kakek itu.
__ADS_1
Dan pada ahir nya jaka pun kembali ketempat semula jaka terbaring, dia pun bangun, mengucek matanya, dalam pikiran jaka, apakah barusan itu bermimpi atau apa?
Kejadian nya seakan nyata, tapi kemana kakek itu, terus tadi aku sedang duduk, tapi kenyataan nya aku lagi terbaring tidur,
jaka mengingat kembali awal di pingsan, dia makan buah yang seperti manggis, terus seluruh badan nya terasa sakit, kepala pusing, dan perut terasa diputar putar, hingga ahir nya saking sakit nya jaka pun pingsan.
disaat terbangun dia bertemu dengan seorang kakek, hingga mengenalkan nama nya, dan sebelum terbangun kakek itu menyuruhnya untuk mandi berendam dalam kolam itu, dengan satu pesan bertahan lah dan jangan keluar sebelum air nya berubah bening.
Ah,,,, lebih baik aku mandi saja, sperti kata kakek warantaka, kebetulan aku pun gerah banget mau mandi. " pikir jaka dalam hati.
segera saja jaka melucuti semua pakaian nya yang melekat, dan tanpa ragu lagi dia pun segera masuk ke dalam kolam dan berendam nya.
Satu detik, dua detik,,, tak ada yang terjadi apa apa, tapi stelah kurang lebih satu menit jaka berendam di dalam kolam itu, mendadak seakan ada aliran yang masuk ke semua rongga badan jaka, semula sejuk, tapi lama kelamaan menjadi panas, dan semakin panas dirasakan nya.
Aaaaach, ,,,,, jaka pun berteriak kesakitan, hingga hampir loncat keluar dari kolam, tapi jaka teringat pesan kakek warantaka, " apapun yang terjadi jangan keluar sebelum air berubah bening.
__ADS_1