
Ayu dan Wulan pun berhasil lolos ke babak selanjutnya, dengan masing masing mengeluarkan cahaya hijau.
Kini semua peserta telah bersiap kembali mengikuti ujian ke tiga. dan segera Tetua Diah pitaloka maju kembali kedepan dan berkata.
Dalam ujian ketiga ini, kalian diharuskan bertarung, untuk menentukan kalian resmi menjadi murid perguruan teratai putih,
Pertarungan ini diperbolehkan memakai senjata dan dilarang membunuh, ataupun melukai musuh jika sudah menyerah.
Pihak panitia akan mengundi dengan nomor, jika kalian mendapatkan nomor yang sama, berarti itulah lawan kalian.
Dari empat ratus peserta, ternyata ayu dan wulan bernasib baik tidak bertemu dalam pertarungan itu, mereka mendapatkan musuh yang berbeda.
Pertarungan pun segera dimulai, dan yang menang resmi masuk perguruan, dan yang kalah harus lapang dada menerima nya untuk tak dapat menjadi murid perguruan teratai putih.
__ADS_1
Disaat giliran ayu naik ke arena, dalam pertarungan nya, ayu berhasil memikat hati Tetua Diah pitaloka, karena kegesitan dan kepintaran ayu yang membuat sang tetua manggut manggut dan tersenyum, Dia layak menjadi murid ku, " fikirnya dalam hati.
Ayu dan wulan pun lolos menjadi murid perguruan teratai putih, dan kesemua murid yang berhasil masuk sebanyak dua ratus orang.
Tetua Diah pun kembali berbicara dihadapan semua nya, " Silahkan kalian semua masuk ke perguruan, kalian resmi menjadi murid luar perguruan teratai putih. dan kau,,,! tetua Diah menunjuk ke arah ayu rarang. kau ikut dengan ku.
Baik tetua, " kata ayu.
semua murid itu pun bubar dan masuk kedalam perguruan, sedangkan ayu dibawa oleh tetua Diah pitaloka ke sebuah tempat.
Tempat itu di pinggiran hutan berbatasan langsung dengan hutan larangan. rupanya tetua Diah memang tinggal di situ agak jauh dari bangunan bangunan perguruan.
Mari masuk nak, ,,, kata tetua itu sambil berjaln masuk ke dalam gubug setelah didalam mereka pun duduk. dan tetua Diah pun berkata.
Siapa namamu nak??, nama saya ayu rarang tetua. jawab ayu, sambil memberi hormat.
Apakah kau mau menjadi muridku? tanya tetua diah?? , aku tak mempunyai murid langsung, dan baru pertama ini aku ingin memiliki murid secara langsung setelah melihatmu.
__ADS_1
Ayu langsung saja memberi hormat, " Hormat saya kedapa guru! " baiklah ayu, kau akan belajar disini, dan aku yang bertanggung jawab segala nya,
Tapi jika aku boleh tau,, dari mana asalmu ayu?
ayu pun menjawab dan mengatakan siapa dan dari mana dirinya, meski tidak menyebutkan yang sebenarnya.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Di sebuah bukit tak jauh dari perguruan, ada sebuah gua, yang gelap tanpa penerangan, dan disitu ada seorang pria yang sedang duduk meditasi. tiba tiba matanya terbuka dan menatap ke depan ke mulut gua,
kakak,,,,, tiba tiba tetdengar suara seorang wanita tua dari arah depan mulut goa, sambil terlihat berjalan masuk menghampiri pria itu.
Ada apa adik ku,? apa ada hal penting? sehingga kau datang menemuiku? "kata pria tua itu. "
Perempuan itupun menjawab, Iya kak, ada hal yang harus kakak ketahui.
Anak itu telah menjadi murid perguruan ku, dan sekarang dia di bawa oleh tetua pertama. " pria itu cuma mendengarkan apa yang disampaikan tamu nya itu.
__ADS_1
Ternyata wanita itu adalah ketua perguruan tetatai putih, dan pria itu adalah kakaknya.