Pendekar Pengelana

Pendekar Pengelana
BANDIT GUNUNG CANAR 4


__ADS_3

Ayuu, tenang kan dirimu, jangan dikuasai amarahmu, kita bukan aliran hitam jangan lah berprilaku seperti layak nya aliran hitam, .


Tapi ayu tidak menjawab,,, malah menunjuk ke satu arah tanpa menoleh, Dewi pun mengikuti arah telunjuk ayu, dan betapa dia terkejut melihat kenyataan yang ada.


Gerimis teratai,,, ayu menggerakan pedang nya dari bawah keatas agak menyamping, hingga tercipta puluhan teratai kecil bergerak menyerang kearah para bandit gunung.



tak ayal lagi puluhan teratai itupun menghantam tubuh para bandit, tepat semua menembus leher mereka dan tumbang satu persatu,



Hasilnya,, dua puluh orang anggota banfit mati seketika.



Ayu bisa merubah teratai menjadi senjata yang mematikan, " gumam wulan.



dan ayu pun terus bergerak mengunakan jurus gerimis teratai tanpa henti, sehingga sudah setengah nya dari anggota bandit yang mati ditangan ayu.



Kak, dewi??? , wulan menyadarkan dewi lanjar yang bengong. eeh,,,, kalian bantu para wanita itu, lepaskan ikatan nya, aku akan membantu ayu, " dewi pun berkata sambil bergerak menyerang ke arah para bandit.


__ADS_1


Setelah melihat para tawanan wanita, dewi pun seakan kesurupan, dia tanpa ragu lagi menyerang para musuh nya dan membunuhnya,



Pemandangan dari pertarungan itu sungguh menegangkan sekaligus memukau, karena bak dua bidadari yang menari nari, ayu dan dewi menyerang musuh musuhnya.



Gerakan yang indah dari kedua pendekar wanita itu pun, membuat semua anggota gurun yang tersisa menjadi ngeri.



sekarang, jumlah dari para anggota bandit itu tak lebih dari lima puluh orang lagi, hingga terdengar suara teriakan keras menggema di tempat itu,.




Swoooosh,, ,,, dhuaaar.... Benturan teratai dan perisai yang diciptakan ketua itu berbenturan, hingga menimbulkan riak gelombang, menyapu kesegala arah.



Wanita sialaaaan,,, aku akan membunuh kalian semua, " kata ketua itu dengan muka merah padam tanda dia benar benar marah.



Ayu,,, biarkan dia menjadi bagianku! kau hadapilah kedua tetua itu, " Dewi segera maju kedepan , dan berhadapan dengan ketua bandit.

__ADS_1



Aku yang akan membunuh kalian semua, karena perbuatan kalian sudah keterlaluan. membiarkan kalian hidup, sama saja membiarkan kejahatan meraja lela.


kata Dewi,, tandas.


ha,,,, ha,,,,, ha,,,,, jangan bermimpi kalian, wanita wanita sialan. sekarang,,, sebelum aku membunuh kalian, katakan dari mana kalian hah?,,,


Tak perlu kau tau siapa kami, yang jelas kami tujuh bidadari yang akan menghapus kalian dari muka bumi ini, " kata dewi sambil bersiap melakukan serangan.



Dan secepat kilat, dewi melesat kearah ketua itu sambil menegaskan pedang nya mengincar leher ketua itu, tapi ketua itupun dengan sigap menghindar dengan menarik badan nya mundur satu langkah, disusul dengan balasan serangan nya menusukan golok panjang nya mengincar perut dewi.


Dewi pun tak kalah gesit, dia memutar pedang nya menangkis tusukan itu. Pertarungan pun berjalan dengan sengit.


Begitu pula dengan ayu, dia segera menyerang kedua tetua itu.


Hujan teratai,,,,, kata ayu sambil menggerakan pedang nya kedepan. rupanya ayu tak ingin berlama lama melakukan pertarungan, sehingga dia segera mengeluarkan jurus kedua nya.



Bagi ayu,,, tak ada pengampunan bagi mereka yang telah melecehkan kaum perempuan.


Whoooos!,,,, aaaaaaach..... ratusan teratai menghantam telak dikedua tetua itu, hingga mereka menjerit kesakitan dan ambruk ketanah.


Ayu berdiri dengan tegak sambil menarik napas panjang, menatap jauh kedepan.

__ADS_1


__ADS_2