
Dhuuuuar,,, , dhuaaaar.... bhoooom.... riak dua kekuatan yang berbenturan menyebar kesegala arah, beruntung tetua pertama dan ketua perguruan dengan sigap meredam epek benturan itu, hingga tak sampai melukai para penonton.
Dewi Lanjar terjajar mundur kebelakang sepuluh langkah, dan ayu pun sama terseret kebelakang delapan langkah.
Semua yang ada yang menyaksikan pertarungan itu tak bisa berkata kata, karena saking tetkejutnya, terlebih melihat ayu yang mampu membendung serangan kuat dari dewi Lanjar, dan hanya terseret mundur delapan langkah, menandakan bahwa tenaga dalam ayu lebih besar dari dewi Lanjar.
Dewi Lanjar pun mengangkat tangan sebagai isyarat meminta ayu untuk berhenti bertarung. dan dia pun menghampiri ayu dan berkata.
Adik,,, aku mengaku kalah atas dirimu, kau lebih hebat dariku, dan aku rela menyerahkan posiisiku di murid inti kepadamu.
Sontak saja, semua yang hadir memberikan tepuk tangan, tanda mengagumi keberhasilan ayu.
__ADS_1
Ayu pun tersenyum dan menjawab, " senior hanya mengalah kepadaku, dan aku hanya beruntung. senior lebih layak dikursi senior jangan terlalu merendah, bagiku sudah bisa bersama sama kalian juga sudah menjadi kehormatan, biarkan aku tetap di peringkat kesembilan.
Dewi Lanjar pun segera memeluk ayu, dan berkata, kau sangat berbudi luhur saudariku. mulai saat ini panggilah aku kakak, dan jangan sungkan jika ada apa apa, aku pasti akan membantu mu.
.
Seusai pertandingan, semua yang hadit berangsur membubarkan diri, yang tinggal kini hanyalah ayu, tetua pertama, dan juga ketua perguruan.
Baiklah ketua, kami mohon pamit, " kata tetua pertama sambil memberi hormat pada ketua
oh iya,,, silahkan tetua pertama, sambil melirik kearah tetua pertama yang berlalu pergi di ikuti oleh ayu rarang.
Hmmm,,,, Anak itu mempunyai bakat yang bagus, seperti ibunya, aku yakin kelak dia akan menjadi pendekar wanita hebat yang sulit dicari tandingan nya, " dalam hati Sang ketua.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
__ADS_1
Sementara itu, di dalam perut gunung, jaka geni masih terus berlatih tiadak hentinya, tanpa kenal rasa lelah, dia hanya istirahat sebentar, sekedar untuk makan buah manggis sebagai isi perut nya.
Dari hasil latihan nya, ternyata perjuangan jaka geni membuahkan hasil, karena saat ini jaka sudah berada pada pendekar senior puncak.
saat selesai makan buah, baru saja dia mau berdiri, berniat melanjutkan latihan nya, terdengar lagi suara resi warantaka.
Jaka,,,,, muridku..... sudah saatnya kau kembali berendam di kolam yang berwarna ke emasan, yang ada di celah batu disebelah kiri tempatmu duduk.
Berendam lah disana jaka, dan jangan ahiri berendam mu sampai air itu kembali berubah menjadi bening.
air itu mempunyai kegunaan agar kau kebal dengan berbagai macam senjata dan juga kebal terhadap racun. jika kamu beruntung, kamu tidak akan lama berendam di kolam itu, dan aku yakin kamu bisa menyelesaikan nya dengan cepat.
Baik guru, ,,, semua perintah guru akan aku lakukan, Terima kasih selama ini guru selalu membimbingku,
Setelah berkata seperti itu, jaka pun melangkahkan kakinya menuju kearah tempat yang di tunjukan resi warantaka, dan benar saja di celah batu itu ada genangan air berwarna ke emasan, namun ternyata kolam itu hanya pas untuk badan jaka, dan itu artinya, jaka harus berendam dengan cara berdiri.
__ADS_1
Jaka pun dengan segera masuk ke kolam itu, terasa oleh badan jaka, aliran hangat memasuki tubuhnya secara perlahan.