
sementara didalam goa, gelombang energi makin lama makin hilang, dan nampak lah jaka yang masih mengambang diatas permukaan, perlahan mata nya terbuka, dan badan nya mulai turun. ahirnya aku berhasil " gumam jaka.
Terdengar suara resi warantaka, " jaka, kau telah berhasil menembus pendekar bumi awal, ini merupakan berkah dari sanghyiang Widi, mungkin kau satu satu nya orang yang berada pada pendekar bumi di benua ini. apalagi dengan usia mu yang masih muda, tapi jangan lah kau menyombongkan diri dengan keberhasilan mu itu, karena tidak menutup kemungkinan diluaran sana ada yang lebih segala nya darimu.
sekarang bersiaplah, mulai lah perjalanan mu, bantu orang orang yang lemah, musnahkan orang orang yang selalu berbuat dosa. tegakan keadilan satukanlah yang terpecah belah, jika kelak kau menjadi seorang pemimpin, bijaklah dalam mengambil segala keputusan.
Kakek hanya bisa mendoakan mu dari sini, semoga kau selalu diberi keselamatan.
sembunyikan lah ranah kekuatan mu agar tidak mencolok dan mengundang musuh.
Baik guru,, murid mengerti, dan akan selalu mengingat semua nasehat guru.
jaka pun segera menyembunyikan kekuatan nya, hingga yang terlihat pendekar diluar sana, seorang anak muda dengan pondasi kekuatan pendekar bergelar.
Pergilah nak,,, " suara resi warantaka terdengar sedih, begitupun jaka, dirinya merasa sedih, tapi tetap dia harus keluar untuk mencari pengalaman hidup.
__ADS_1
Berjalan lah terus ke lorong di sebelah kirimu itu, lorong itu akan membawamu keluar dari sini.
Setelah bersiap dengan bekal seadanya, jaka pun tanpa menoleh lagi, segera menyusuri lorong yang ditunjukkan resi warantaka.
cukup lama jaka berjalan di lorong itu, setelah kira kira satu jam, jaka pun melihat cahaya terang, meskipun kecil, dan makin lama makin besar, hingga akhirnya jaka melihat hamparan hutan yang sangat luas terpampang didepan nya.
kebetulan waktu itu matahari baru terbit, dan jaka pun berinisiatip pergi kearah matahari terbit.
dengan mengunakan ilmu meringankan tubuhnya jaka berlari menembus rimbun nya pepohonan, meskipun pendekar bumi bisa terbang, tapi itu tidak dilakukan nya, karena jaka ingin meregangkan otot otot nya, dengan bergerak biasa.
Menjelang tengah hari jaka pun tiba di sebuah desa, dan jaka pun berjalan seperti orang biasa memasuki desa itu.
__ADS_1
banyak orang berlalu lalang di desa itu, dan jaka pun menghentikan langkah nya, menyapa seorang laki laki tua yang sedang duduk beristirahat dibawah pohon.
Maap kisanak, bolehkah aku tau, desa apa ini? dan masuk ke daerah mana?
orang itu pun menatap jaka dari atas kebawah, lantas tersenyum, " anak muda, apakah kau baru pertama kali ke desa ini? tanya nya. "desa ini dikenal desa Bonjor, yang masih masuk ke daerah benua hijau.
jaka pun tersenyum ramah dan mengucapkan Terima kasih pada orang itu yang telah memberikan informasi nya, dan dia segera pamit melanjutkan perjalanan nya.
ah, aku harus mencari kedai makanan dulu, sudah lama aku tidak makan. " dalam hati jaka.
Setelah menemukan sebuah kedai, jaka pun segera duduk dan memesan makanan nya,
didalam kedai itu , bukan hanya jaka seorang, tapi ada dua orang laki laki muda, yang sedari jaka datang ketempat itu, matanya terus menatap jaka.
usia nya sekitar delapan belas tahunan, dari penampilan nya dia adalah pendekar.
setelah beberapa lama makanan yang dipesan pun telah tersaji di meja jaka, dan tanpa basa basi lagi segera jaka makan dengan lahap nya, maklum perutnya sangat lapar.
__ADS_1