
Perlahan tapi pasti, pimpinan anggota kala hitam itu pun semakin dekat kepada aya, hingga tepat berdiri berdiri satu langkah di depan ayu.
ayu pun semakin takut, dalam hatinya berdoa pada yang maha Agung, agar bisa selamat dari bencan ini.
apa yang akan kau lakukan bajingan??? kata ayu sambil melotot tajam ke arah pemimpin itu.
ha,,, ha,,,,, haaaaa,,,,,,,
orang itu pun hanya tertawa senang melihat ayu yang ketakutan. tapi tiba tiba saja sebuah bayangan melesat kearah orang itu.
Siuuuuut!!! sraaaak,, ,,,,, aaaaach....
mendapati serangan yang mendadak, dimana dia tidak sempat menghindar, akibat kelengahan nya. yang mengira tak akan ada lagi yang membahayakan nya, ahirnya dia hanya bisa menjerit kesakitan dan tak lama kemudian badan nya pun jatuh tersungkur, mata melotot seakan tak percaya dirinya akan mati disaat kesenangan hampir saja diraih nya,
Ayu rarang hanya melotot terkejut dan juga bahagia terlepas dari bencana, dilihatnya sebuah pisau menancap tepat di leher orang itu.
sontak saja teman pimpinan itu pun terkejut, dan meloncat mendekati mayat teman nya.
__ADS_1
Bajingan,,,,, siapa yang telah membunuh temanku ini?,,,
keluarlah kau pengecut!,,,,
Tak lama kemudian, sebuah bayangan melesat kearah ayu rarang, berdiri dibelakang ayu dan menepuk pundaknya,.
Ayu pun kaget atas kemunculan nya itu, tpi setelah tau yang datang adalah tetua jampang, hatinya merasa lega, apalagi tepukan tetua jampang telah membuat ayu bisa bergerak lagi.
Terima kasih paman jampang telah menolong ku,,
Sudahlah ayu, yang penting sekarang kita harus bisa selamat, kemana adik mu ayu? " kata tetua jampang"
Ayu pun menceritakan secara garis besar nya yang terjadi pada jaka, sambil ber urai air mata.
Kau mundurlah ayu, pulihkan dirimu, aku akan mencoba bertarung dengan orang ini, " tetua jampang pun meminta ayu mundur" , dan tetua jampang pun maju kedepan dengan menghunua pedang nya.
Teman mu telah mati, sekarang giliran mu. setelah berkata seperti itu, tetua jampang melesat kearah pimpinan itu dengan menebaskan pedang nya mengincar kepala musuh nya.
tapi musuhnya pun tak ingin mati begitu saja, sehingga dia pun bergerak mundur kebelakang sambil menangkis tebasan pedang teua jampang.
__ADS_1
traaaang,,,,, traaaang,
saling tangkis, saling serang menghiasi pertarungan hidup mati mereka, kedua nya sama sama gesit, tak mau kecolongan, meski kedua nya berada pada level yang sama, dalam tingkat ke pendekatan, yaitu sama sama berada pada pendekar senior, namun musuh tetua jampang di unggulkan dengan stamina yang masih bugar.
sehingga, lambat laun ahir nya tetua jampang mulai terdesak, hingga pada satu ketika, sabetan pedang musuhnya mengarah kepala, sontak saja tetua jampang kaget dan segera dia menjatuhkan badan nya untuk menghindari pedang musuhnya bersarang dikepala.
tapi rupanya,,,, musuhnya tak mau memberi waktu jeda sehingga kembali menyerang ke arah samping, dan,,,, sreeeet,,,,, tangan kiri tetua jampang pun tertebas putus, hingga segeara darah pun bercucuran dengan deras,,
aaaach,,,,, tetua jampang menjerit, dan segera dia menotok jalur darahnya agar sedikit mengurangi keluar darah dari luka itu,
ha,,, ha,,,, ha,,,,
Bersiaplah mati kau pengawal bodoh, akan aku akhiri pertarungan ini!,
Dengan menyarungkan pedangnya kembali, pimpinan itu pun bersiap menyerang tetua jampang dengan kekuatan tenaga dalam nya,
__ADS_1
Dia mengangkat tangan nya keatas, tiba tiba saja muncul pusaran angin besar, berputar diatas kepalanya, dan dia pun mengibaskan tangan nya kedepan.