Pendekar Pengelana

Pendekar Pengelana
MENGUATKAN PONDASI PISIK


__ADS_3

Jaka geni semakin merasakan kesakitan seluruh tubuh nya, aku harus kuat, gemeretak nya suara gigi jaka menahan sakit di tiap sendinya.



Anakku jaka geni, bertahan lah nak, " suara tanpa wujud kakek warantaka terdengar ditelinga jaka,. ini demi kebaikan mu kelak nak, kolam ini mempunyai khasiat membentuk tulang tulang dan uratmu agar menjadi lebih kuat, kolam ini banyak para pendekar yang menginginkan nya, untuk menempa kekuatan tubuh melebihi semestinya.



Aku tau, kau mempunyai bakat yang bagus, buah yang kau makan sebelumnya pun berhasiat membentuk kekuatan jiwa spiritualmu.



Andaikan itu orang biasa yang memakan buah itu, pasti akan meledak tubuhnya, karena kandungan energi buah itu yang melimpah.



Ingatlah nak, kuatkan tekadmu, keluarlah setelah air dalam kolam itu menjadi bening.



Mendengar suara kakek warantaka, meski tanpa wujudnya, jaka geni bertekad untuk bisa melalui penyiksaan ini. dalam hatinya nya berpikir, bahwa dia harus kuat, dan harus berhasil. agar kelak dia bisa menuntut balas terhadap orang orang yang telah mencelakai keluarga nya.



Dengan pemasrahan jiwa seutuhnya, lambat laun rasa sakit itu tak dihiraukan nya, dia tetap pokus berendam menyerap semua rasa sakit di sekujur tubuhnya, menjadi energi tak kasat mata, yang secara perlahan masuk kedalam tubuhnya.



Hari berganti hari, minggu berganti minggu, sudah hampir satu bulan jaka berendam dalam kolam itu,

__ADS_1



Tapi ada yang berbeda dari penampilan nya, wajah dan kulit nya menjadi bersih, otot ototnya kelihatan kekar, wajahnya berkharisma, seakan dia adalah dewa yang sedang mandi.



Seminggu lagi berlalu kini air kolam itu pun telah berubah bening, dan aliran energi yang merasuki tubuhnya pun menghilang, sehingga perlahan jaka geni pun membuka matanya.



Melihat air yang telah berubah warna menjadi bening, dalam hatinya berkata, " air kolam ini telah berubah warna, berarti aku sudah bisa keluar dari kolam ini.



Tanpa pikir panjang lagi, jaka pun segera naik keatas, dan mengenakan kembali pakaian nya, sambil menatap ke kolam bekas nya berendam.




Bagus anak ku jaka geni, kau telah lulus dalam ujian penempaan pisik mu, dan juga kekuatan mu mengalami peningkatan pesat, sekarang kau berada pada pendekar bergelar.



Tapi meskipun saat ini kau berada pada pendekar bergelar, tapi kekuatan pisik mu bisa mengalahkan pendekar senior puncak.



Makanlah kembali buah itu nak, untuk mengisi perut mu, sekaligus untuk menempa tubuh dan jiwa mu, tapi ingat jangan kau makan buah itu lebih dari dua buah dalam satu minggu, karena badanmu belum mampu untuk menampung energi yang terkandung di dalam nya.

__ADS_1



Jaka pun melangkah, maju kedepan memetik buah manggis emas itu. di raihnya dua buah, dan langsung saja memakan nya.



Habis kedua buah itu, Buuuush,,,,, aliran energi tetasa dalam tubuh jaka, menjalar kesegala arah, hingga berpusat ke perutnya.



Jaka geni pun segera duduk dan memejamkan matanya, pokus mengatur aliran energi buah kitu, mengumpulkan nya pada satu titik. hingga



Buuuush,,,,, buuuush,,,, badan jaka geni bergetar hebat,, otot otot nya mengencang. keringat membanjiri sekujur tubuhnya, dan setelah melalui itu semua. badan jaka terasa lebih ringan dari semula, dan tak tanggung tanggung, kekuatan jaka geni pun meningkat pesat beberapa level, sehingga dia sudah menjadi pendekar senior menengah.



Selamat nak,, "terdengar lagi suara resi warantaka, kau memang berbakat sangat jarang ada manusia muda seusia dirimu telah mencapai pendekar senior menengah.



Sekarang bangunlah!,,,,


lihat lah ke sudut timur tempat mu duduk, ambil lah kitab olah kanuragan di sana dan pelajarilah isi di dalam nya.


Baiklah kek,,, tapi ijinkan aku memanggilmu guru, karena kakek yang telah membingbingku sejauh ini, dan kenapa kakek tidak berwujud hanya suara kakek nya saja.


__ADS_1


Nak,,,, baiklah. kau bisa panggil aku guru, tapi untuk menampakan wujud ku didepan mu belum bisa aku penuhi, itu karena belum saat nya kau tau


__ADS_2