
Ayu menatap kepada Gorila itu, kemudian berkata, " jika kau menganggap aku sebagai tuan putri mu, apakah itu artinya kau akan menuruti semua permintaanku? ataupun perintah ku?.
Gorila itu pun menganggukan kepala dan menjawab, " hamba siap melakukan apapun yang tuan putri perintahkan kepada hamba, meskipun nyawa hamba sebagai taruhan nya.
Baiklah kalau begitu,,, sekarang aku minta kepadamu, untuk memanggil kembali semua binatang buas yang keluar dari hutan ini, tarik mereka semua ke dalam hutan, jangan sampai memasuki pemukiman warga, karena kehadiran para binatang itu telah membuat resah seluruh warga desa!!,
Hamba mengerti tuan putri, " jawab gorila itu, sambil berdiri, dan muka nya menghadap ke angkasa. setelah itu terdengar lengkingan keras keluar dari mulut gorila itu.
dan setelah mengeluarkan suara itu, sang gorila pun kembali berlutut dihadapan ayu, , tunggu sebentar tuan putri mereka semua akan segera kembali, masuk ke hutan ini.
Dan benar saja, tak lama berselang, hutan yang tadi nya tak terdengar suara suara binatang, kini mulai ramai dengan suara macam macam binatang, sebagai mana layaknya hutan, yang biasa di ketahui orang orang tempatnya berbagai macam binatang hidup.
Ayu pun tersenyum, dan melirik teman teman nya, yang sedari tadi hanya bengong keheranan.
Tuan putri,, mari ikuti hamba, akan hamba tunjukan tempat dimana peninggalan tuan hamba buat tuan putri. " kata gorila itu, sambil berbalik pergi menuju kebawah lembah , ayu pun tak menjawab, dia melirik semua teman nya dan mengajaknya pergi mengikuti gorila itu.
Setiba nya didasar lembah, ternyata ada goa, yang cukup besar dan sang gorila pun masuk kedalam, diikuti ayu dan rombongan nya.
di tengah tengah goa, gorila itupun menghentikan langkah nya, menatap ke ayu sebentar, sebelum mulut nya komat kamit seolah membaca mantra, tangan nya digerakan memutar.
__ADS_1
Perlahan munculah sebuah pintu transparan, dihadapan mereka, sang gorila pun memberi kode kepada ayu agar kembali mengikutinya masuk.
Anehnya,, Begitu mereka masuk semuanya, mereka tiba seolah bukan di dalam gua, melainkan tiba di sebuah danau yang luas, di sepanjang pinggiran danau tumbuh berbagai macam bunga, membuat keindahan tersendiri. tak jauh dari danau itu ada bangunan mirip sebuah istana.
udara nya sangat sejuk sekali, dan penuh dengan energi. " tempat apa ini? dalam hati ayu, tempat ini energi nya sangat melimpah, tempat ini sangat cocok untuk berlatih meningkatkan kekuatan.
Begitu pun dengan yang lain, mereka semua keheranan, padahal satu langkah kebelakang mereka masih di dalam goa, tapi sekarang mereka telah berada pada tempat yang berbeda,
raja gorila pun mengajak ayu untuk masuk kedalam sebuah bangunan yang mirip istana itu.
dan betapa tetkejutnya semua orang saat berada didalam, karena didalam bangunan itu tertata rapi meja meja dari kayu berjajar, dan di atas meja itu tersusun kitab kitab ilmu beladiri tingkat tinggi, yang jika diluaran sana akan sulit didapat.
Semakin kedalam berjalan, mereka semakin terkesima dengan melihat berbagai macam senjata, apakah ini mimpi? gumam wulan.
Ratih pun sampai mencubit tangan anjani untuk memastikan bukan mimpi jelas saja anjani pun menjerit kesakitan dan melotot kepada Ratih.
Tuan putri,,, ini semua diperuntukkan buat tuan putri, " kata gorila itu, sambil menunduk kan kepala tidak berani menatap ayu. tuan hamba berpesan jika ini semua harus diserahkan ke tuan putri atau adik tuan putri.
Mendengar kata adik dari gorila itu, ayu pun hanya menundukan kepala, teringat pada adik nya jaka geni, yang jatuh ke dalam lubang dua tahun yang lalu, tak terasa air matanya keluar menetes membasahi pipinya, dan terdengar isakan pelan dari mulut ayu sambil menyebut nama adik nya.
Raja gorila pun bertanya kepada ayu, " tuan putri kenapa tuan putri menangis?
__ADS_1
Ayu pun menjawab, dengan tersedu sedu. adik ku jaka mungkin telah tiada, dua tahun lalu dia jatuh kedalam lobang yang sangat dalam di sebuah gunung, dan sampai sekarang akupun sesekali sering melihat ke lobang itu, untuk memastikan jaka masih hidup atau tidak.
Tuan putri jangan bersedih, " raja gorila kembali berkata, hamba ditugaskan disini oleh tuan, untuk memberikan ini semua, dengan waktu yang tidak ditentukan, saat itu hamba hanya diberi dua buah batu giok, sebagai tanda buat hamba.
Kata tuan hamba dulu, jika kedua batu ini hancur itu artinya keturunan nya telah tiada di muka bumi ini, dan hamba boleh meninggalkan tempat ini, kembali ke tempat asal hamba, tapi jika kedua batu giok itu masih utuh, berarti sampai kapan pun hamba harus menunggu nya ditempat ini, sampai salah satu diantara keturunan tuanku tiba.
Dan hamba yakin jika adik tuan putri masih hidup, karena batu giok yang ada pada hamba masih utuh.
Mendengar penuturan dari raja gorila, yang meyakini jaka masih hidup, ayu pun mengusap air matanya, dan wajahnya berseri kembali, seakan ada secercah harapan untuk bisa berkumpul kembali dengan adiknya.
sementara Dewi dan yang lain, mendengar cerita itu mereka menjadi bertanya tanya, siapa ayu sebenarnya, dan dari mana asalnya? karena setau mereka, ayu hanya sebatang kara, sehingga masuk perguruan teratai putih, dan diangkat murid utama , oleh tetua pertama.
Dan ayu pun tidak pernah sebelumnya bercerita bahwa dia mempunyai seorang adik.
dalam hati, dewi bicara,, " siapakah ayu sebenar nya? aku pernah mendengar pembicaraan tetua pertama dan ketua perguruan secara tak sengaja, waktu itu ketua mengingatkan tetua pertama agar menjaga ayu dengan sepenuh hati, karena latar belakang ayu tak bisa dianggap enteng.
ah biarlah, aku tak mau peduli dari mana asal usulnya ayu, yang jelas ayu adalah teman sekaligus sodaraku, dan selama ini sipat ayu sangatlah baik terhadap sesama, atau pun juniornya.
Dan ayu pun meminta kepada raja gorila, jika memang adiknya masih hidup, temukan lah adiknya, dan bawa serta kehadapan nya, agar bisa berkumpul kembali.
Tapi dengan cepat raja gorila menggelengkan kepala, bahwa dia tak sanggup melakukan tugas itu, karena jaka sudah berjalan pada takdir nya,
namun raja gorila yakin bahwa suatu saat nanti ayu bisa berkumpul kembali dengan adik nya.
Ayu pun tak bisa memaksa raja gorila, karena memang ayu pun sadar, bahwa jalan hidup seseorang itu akan berbeda meski lahir dari satu rahim,
Ayu cuma berharap, dimasa depan nanti, mereka bisa berkumpul kembali, bahkan ayu berharap bisa menemukan ibunya, dan juga berharap ayahnya selamat dari penyerangan perguruan kala hitam waktu itu.
__ADS_1