
Sang ketua dengan cepat mengangkat tangan, agar tidak terjadi perdebatan lebih jauh. sambil berbicara ke murid inti itu.
Laras,,,,, buktikan ucapan mu itu, jika kau mampu mengalahkan calon pengganti mu itu.
Dengan senang hati ketua, aku akan memberi pelajaran terhadap gadis manja itu, " kata laras. sambil tersenyum mengejek ke arah ayu rarang.
Setelah memberi hormat kepada ketua, ayu pun maju selangkah kedepan, seraya berkata. " mohon bimbingan nya senior "
Laras tidak memperdulikan ucapan ayu, sebaliknya dia malah bersiap melakukan gerakan.
Aura pendekar senior menengah keluar dari tubuhnya, menekan ke arah ayu rarang yang masih tetap tersenyum tidak merasakan dampak penekanan dari aura laras.
Sedangkan murid murid yang menonton pun segera menjauhi arena pertarungan karena merasakan tekanan dari laras.
__ADS_1
Dengan gerakan tangan memutar diatas kepala laras mengeluarkan tenaga dalam sepenuhnya, berniat mengakhiri pertarungan secepatnya.
Angin hitam berputar diatas kepala laras, dan muncul ratusan teratai berwarna hitam, semakin lama putaran itu semakin cepat hingga tak bisa di ikuti lagi pandangan mata para pendekar dibawah pendekar senior.
Apa apan ini,,,, " kata salah seorang murid inti kedua, apa laras ingin melukai bocah itu, tanpa memperdulikan aturan pertarungan?
Sementara di samping nya murid inti pertama berucap, Biarkan saja dia melakukan itu, aku yakin gadis itu mampu bertahan dari serangan laras,
Sementara ayu rarang, dengan tenangnya dia mempersiapkan tenaga dalam nya, untuk menyambut serangan laras. ayu pun mulai menggerakan tangan di depan dadanya,
Tidak nampak angin yang keluar seperti yang diperagakan laras, ayu terlihat sedang bermain main, tapi kenyataan nya ayu lah sendiri yang merasakan aliran energi kuat memenuhi rongga tangan dan badan nya.
__ADS_1
Bersiaplah gadis bodoh,, teriak laras,,,
jangan kau menghindar jika memang kau mampu melawan ku, seraya meloncat kedepan ayu dan mengibaskan tangan nya mengincar dada ayu.
Swoooosh,,,,,, sapuan energi angin teratai menerpa sekitar arena, arena pun bergetar hebat,
Mendapati lawannya yang bergerak menyerang ayu pun perlahan membuka tangan nya, dan mendorong kedepan., menyambut serangan itu.
Bhoooom,,,, bhoooom, tak terelakan lagi, benturan dua kekuatan berbeda level pun bertabrakan menghasilkan benturan keras.
aaaach,, , terdengar suara jeritan panjang dari arena pertarungan, hingga akhir nya sunyi. efek ledakan kekuatan itu, menimbulkan asap putih tebal hingga menutupi arena.
Selang beberapa waktu, asap itu pun mulai hilang, hingga tampak sebuah badan tetlentang di pinggir arena tak sadarkan diri.
Ya,,, yang terlentang itu tiadak lain adalah laras, sementara ayu masih berdiri di tempatnya dengan tenang, seakan belum terjadi apa apa..
Semua yang hadir ditempat itu terdiam seribu bahasa, bahkan para tetua, dan para murid inti sampai berdiri melongo tanpa berkata kata., seakan mereka tidak percaya dengan apa yang terjadi, laras yang nota bene pendekar senior menengah, harus menyerah dalam satu jurus kepada gadis yang berada pada satu level dibawahnya.
Dalam keheningan itu,,, tiba tiba ada tepuk tangan dari arah penonton, dan berbicara.
__ADS_1
Ayu,,,, kamu hebat, ayu kamu hebat. " kata orang itu, yang tiadak lain adalah wulan. sontak saja semua orang yang hadir segera sadar dan sama sama memberi tepuk tangan, bergemuruh.