
Melihat kedua tetuanya telah mati dengan sangat mengenaskan, ketua bandit menjadi murka dia pun segera menggunakan kekuatan penuh nya.
Aura pendekar senior menengah merembes keluar menekan kepada Dewi lanjar, namun apa yang terjadi? Dewi lanjar malah tersenyum melihat musuhnya yang bersiap menyerangnya.
Bagi dewi lanjar aura pendekar senior menengah bagaikan angin sepoi sepoi yang menerpa tubuhnya, jelas saja karena dewi lanjar sendiri sudah berada pada pendekar suci awal.
Sebetulnya sangat mudah bagi dewi lanjar mengalahkan ketua bandit gunung sedari tadi juga, namun itu tidak dilakukan nya, karena dewi sendiri ingin mengasah kemampuan bertarung nya. maklum selama ini Dewi dan yang lain nya jarang sekali melakukan pertarungan secara nyata, apalagi ini pertarungan hidup dan mati.
ketua bandit mengangkat tangan nya keatas dengan telapak tangan terbuka, dan diapun berteriak mendorong tangan nya kedepan.
Tapak penghancuran,,,,, bersamaan dengan itu, dari telapak tangan ketua bandit melesat sebuah sinar merah menuju kearah dewi lanjar berdiri.
__ADS_1
Dewi lanjar pun menyambut serangan itu dengan mendorong kan tangan nya juga,
Teratai pemusnah,,,,, dan muncul sebuah teratai putih sebesar kepala manusia, menyambut cahaya merah dari ketua bandut,
Dan,,,
Bhoooom,,,,, bentrokan dua kekuatan pun terjadi, bersamaan dengan terlempar nya ketua bandut menghantam bangunan rumah, sementara dewi lanjar masih tetap berdiri pada tempat nya.
Ternyata ketua bandit itupun mati seketika dengan dada dan muka nya gosong bagai tetbakar.
Para anggota bandit yang tersisa, spontan langsung bersujud dan serempak berkata.
Sedangkan ayu, dan dewi hanya menatao mereka, kemudian saling lirik. lantas ayu tertunduk tanpa berkata dan berjalan ke arah wulan dan teman teman nya,
Adik wulan?,,,, bagaimana keadaan lukamu?
wulan pun menjawab,, tidak apa apa kak ayu, hanya luka kecil, nanti juga sembuh.
Maapkan kakak wulan, tak bisa menjaga kalian.
bagaimana dengan para wanita tawanan ini? kata ayu menatap semua wanita tawanan, yang kini telah memakai pakaian.
__ADS_1
Mereka tak mau kembali ke desa mereka, karena mereka merasa malu sama keluarga dan para kerabatnya, " kata wulan, di ikuti anggukan kepala para wanita itu.
Ayu pun menatao mereka dengan prihatin. lantas berkata, " jika kalian tak mau kembali ke desa kalian lagi, kalian bisa tinggal disini, jalani lah kehidupan dengan baik, dan jangan putus asa.
Kalian semua akan dijaga dengan anggota bandit yang tersisa, tenang saja mereka tidak akan berani mengganggu kalian. karena kami akan selalu datang kesini untuk memastikan kalian baik baik saja.
kami mengerti nona pendekar, " ucap seorang wanita itu mewakili teman teman nya.
Kini tak akan ada lagi bandit gunung, dan daerah ini akan aku namakan desa pemulihan.
Kata ayu sambil menatap sekeliling nya,
setelah selasai mengatur semua nya, dewi, ayu dan teman teman nya berpamitan untuk kembali lagi menjalankan misi yang tertunda,
Ayu mengatakan kepada seluruh anggota bandit yang tersisa, jika mereka masih berbuat tidak baik, maka kematian yang akan menanti mereka.
Dan semua anggota bandit gurun pun berjanji memperbaiki hidup mereka, dan mengucapkan Terima kasih karena diberi kesempatan memperbaiki nya.
__ADS_1
ketujuh pendekar wanita itu pun tak lupa menemui kembali ke dua puluh anggota bandit, dan melepaskan nya.