Pendekar Pengelana

Pendekar Pengelana
KITAB PEDANG LANGIT


__ADS_3

Baik lah kek,, eh baiklah Guru, murid mengerti, " kata jaka geni seraya beranjak pergi ke arah yang di tunjukan resi warantaka.



Lama jaka geni memperhatikan tempat disekitar itu, mencari cari apa yang dikatakan gurunya, hingga tatapan matanya berhenti keatas sebuah batu kecil yang menempel di dinding gua.



Jaka geni pun melangkahkan kaki nya mendekati, dan terlihat sebuah buku besar usang, penuh debu, diraihnya buku tersebut, dan ditiup tiup debu yang menempel pada sampul nya.



KITAB PEDANG LANGIT,,, terlihat jelas tulisan yang ada di sampul nya, jaka pun segera membuka nya, dan membaca isi didalamnya.



Jurus pertama, Tebasan pedang langit, jaka pun membaca pada lembaran pertama itu, yang menerangkan cara dan penggunaan jurus pertama itu,.



Dilihatnya pula dengan seksama, gambar gambar gerakan di kitab itu, tserta titik titik sasaran serangan ke tubuh pital lawan.



Lalu jaka membuka lembaran kedua kitab itu, tapi pada lembaran kedua itu kosong, begitupun lembaran selanjut nya juga kosong.


Muridku,,,, kamu tidak akan menemukan jurus selanjutnya dikitab itu, sebelum kamu menguasai jurus pertama pedang langit. " terdengar kembali suara resi warantaka ditelinga jaka geni.

__ADS_1


Asal kamu tau nak, dikitab pedang langit terbagi empat jurus, dan yang kedua adalah


JURUS TUSUKAN PEDANG LANGIT.


JURUS SAPUAN PEDANG LANGIT. dan yang terahir. JURUS SERIBU PEDANG LANGIT TANPA WUJUD,


Pelajari lah satu persatu nak, semoga kau berhasil dan menguasai dengan sempurna.



Jaka geni pun cuma mendengarkan dan manggut manggut tanda mengerti.



Baiklah Guru,,, murid akan mulai memahami nya, setelah berkata jaka pun beranjak pergi mencari tempat yang cocok untuk memperagakan jurus jurus itu.




Tak selalu jaka mempraktekan pergerakan jurus jurus itu, kadang dia duduk bermeditasi memahami maksud dan tujuan yang terkandung dalam jurus itu.



\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


__ADS_1


Sementara itu kembali ke perjalanan ayu rarang, setelah pergi meninggalkan tempat dimana jaka geni terjatuh kedalam sumur itu, ayu berjalan tanpa arah tujuan,.



Berhari hari ayu berjalan, tak memperdulikan keadaanya, ayu terus berjalan walau tanpa arah tujuan, yang penting bagi dirinya bisa mencari tempat teraman, kadang dia tidur dihutan, makan hanya sedapat nya, terkadang ayu berburu binatang, untuk mengganjal perutnya.



Hingga setelah lebih dari dua minggu berjalan, ayu pun tiba di sebuah permukiman warga, yang lumayan besar. dan ayu pun mencari kedai makanan untuk mengisi perutnya.



Tak lama kemudian ayu rarang pun menemukan sebuah warung kecil yang kebetulan lagi sepi, segera ayu pun masuk kedalam dan terlihat nenek tua yang sedang duduk, sebagai pemilik warung itu.



Silahkan nak,,,, "kata nenek itu dengan ramah" mau minum atau makan apa nak?,, disini cuma seadanya nak, maklum hanya kedai kecil.



Terima kasih nek,,,, aku hanya mau minum dan numpang istirahat sebentar. " kata ayu "



Baiklah nak, silahkan duduk dulu ! !


tak lama nenek itu membawa minuman, dan membawa makanan alakadarnya yang ada di kedai itu, seperti rebus ini dan singkong.

__ADS_1


Silahkan nak dimakan!,, ayu pun dengan lahap nya memakan makanan itu, maklum beberapa hari ini belum makan. selesai makan ayu pun bertanya kepada pemilik warung, nama daerah itu dan masuk ke wilayah mana.


__ADS_2