
Menjelang malam, rombongan ayu pun sampai di pinggiran desa, dipintu masuk desa banyak orang berjaga jaga, karena siang dan malam desa itu selalu didatangi binatang buas dan para siluman binatang.
Dewi pun segera menghampiri kepada para warga yang berkumpul ditempat itu.
maaf paman,,, apa kami boleh masuk kedalam desa?
Para warga yang berjaga pun menoleh dan memperhatikan dewi dan rombongan nya, salah seorang maju kedepan dan bertanya.
Siapakah nona nona ini? dan hendak kemana? orang itu bertanya sambil menatap penuh selidik.
oh, iya paman,,,, aku Dewi, dan ini semua teman teman ku, kami dari Perguruan teratai putih, ingin memenuhi undangan kepala desa.
Sontak saja semua warga yang ada disitu berdiri, dan menghampiri ayu dan teman teman nya, maafkan kami tak menyambut nona nona sekalian, " salah satu warga berbicara.
Tidak apa apa paman, " kata dewi.
"mari,, paman antar nona nona ke rumahnya kepala desa, kepala desa pun sudah sangat menantikan kehadiran nona nona sekalian.
Rombongan ayu pun berjalan memasuki desa, dan berjalan didepan mereka salah seorang warga yang mengantar ke rumah kepala desa,
__ADS_1
Tak berselang lama rombongan pun sampai.
Dan kebetulan kepala desa sedang berada diluar rumah, bersama dua warga lain nya, seperti nya mereka lagi membicarakan sesuatu.
Maap kepala desa, ada tamu dari Perguruan teratai putih ingin bertemu " kata warga yang mengantar.
kepala desa dan kedua warga yang lagi asyik ngobrol pun menoleh, dan segera berdiri sambil menghampiri rombongan ayu.
Silahkan masuk nona!,,,
ayu dan yang lain nya pun masuk dan segera duduk berjajar, beruntung rumah kepala desa cukup besar, dan tak lama kemudian istri kepala desa pun datang membawa minuman.
Silahkan nona nona semua nya diminum, " kata kepala desa,
Berhubung mereka memang harus, tanpa basa basi lagi mereka pada minum.
__ADS_1
selesai minum, Dewi pun membuka pembicaraan, " sebelum nya kami mohon maap kepada kepala desa dan para warga disini, jika kami datang terlambat,
Kalau boleh tau, ,, sejauh mana yang terjadi ke desa ini mengenai serangan para binatang buas itu?
Kepala desa pun menceritakan secara rinci kejadian belakangan ini, dimana desa nya sering difatangi oleh para binatang buas,
menurut kepala desa, para binatang buas itu datang tak tentu waktunya, kadang siang, kadang juga malam, tapi anehnya binatang binatang itu tidak menyerang warga, bahkan para binatang itu tetkesan bersembunyi di pemukiman warga, seakan ada yang ditakutinya di dalam hutan.
Itulah yang terjadi kepada desa kami ahir ahir ini nona,, " kata kepala desa menyudahi cerita nya.
Dewi dan ayu saling melirik, menerka nerka yang terjadi sesungguhnya kepada binatang buas itu hingga selalu datang ke pemukiman warga.
Tak lama kemudian, istri kepala desa datang lagi, kali ini datang membawa makanan,
Sudahi dulu ngobrol nya, biarkan tamu kita makan dulu,, " kata istri kepala desa sambil melirik suaminya,
__ADS_1
ah mantap, bisa makan nih,, kata wulan nyeletuk. terang saja ayu dan lain nya merasa malu dengan ucapan wulan itu. sedangkan wulan tidak merasa bersalah sedikitpun, dia malah tertawa sembari mengambil makanan itu mendahului yang lain.