
kedua kakak beradik itupun menyadari, inilah kekuatan puncak pendekar suci, hnya dengan auranya saja mampu membuat mereka berdua tak berdaya, sehingga tak mampu menggerakan tubuhnya walaupun sejengkal pun.
ka,, kang badas pati,,,, kibadak lodra berbicara pada kakaknya, dengan terbata bata.
apakah kita akan berakhir disini?
ki badas pati tidak menjawab, dia pokus mengerahkan semua tenaga dalamnya, keringat bercucuram, membasahi sekujur tubuhnya, napas nya tersengal sengal akibat tekanan dari aura ki Gurun anom.
Namun,,, disaat keputusasaan melanda mereka berdua, mendadak aura yang menekan nya menghilang secara perlahan,
keduanya bertatapan melihat kearah musuhnya, tak lama kemudian, ki badas pati tertawa bahagia.
ha,,, ha,,,,, haaaa,
tua bangka, kau tak akan mampu membunuh kami, bahkan aku yang akan mengakhiri hidup mu tua bangka,
ki Gurun anom sendiri hanya meringis menahan sakit di sekujur tubuhnya,
setelah tadi mengerahkan seluruh tenaga dalam nya, untuk menekan musuh musuhnya, ki Gurun an berniat menyudahi pertarungan nya dengan secepatnya, karena dia sadar tak akan mampu bertarung lama lama dengan kondisi tubuhnya yang terluka dalam.
tapi keinginan tak sesuai harapan, dimana belum sempat ki Gurun bertindak, tenaga dalam nya menyerang balik, hingga membuat luka dalamnya makin parah,
__ADS_1
sambil menatap musuhnya yang menghampiri dirinya, dia mencoba mengatur napas nya mencoba untuk memulihkan dirinya.
ha,,,, ha,,,, kakang, cepat bunuh situa bangka itu, sebelum dia bisa memulihkan diri, ' ki badak lodra menyuruh kakaknya untuk segera menuntaskan pertempuran.
iya adik,,, kata ki badas pati,..
dengan langkah pasti menghampiri ki Gurun anom, ki badas pati mengeluarkan pedangnya bersiap menyerang ki Gurun anom.
Tenanglah di neraka kau tua bangka,! ,,
hiaaaat!!!,,, sriiiing,,,,,, slaaaaash,,,,,,
dengan sekali gerakan, leher ki Gurun anom terpotong dengan rapi, darah menyembur keluar, kepala ki Gurun anom menggelinding ketanah, tapi masih dengan mata tertutup, mungkin ki Gurun anom telah pasrah dengan apa yg dialami nya,.
tenanglah kau di neraka tua bangka,,, kata ki badas pati,
adik badak lodra,,,, ahirnya dendam saudara saudara kita telah terbalaskan dengan hancurnya perguruan elang sakti, dan kematian ketuanya.
kita harus merayakan kemenangan ini kakang,
"kibadak lodra menimpali sambil tertawa. "
__ADS_1
aku tak mau ada satupun diantara antek antek perguruan elang sakti yang masih hidup, kita harus memusnahkan nya, agar dimasa depan tak ada lagi halangan untuk mencapai tujuan kita kakang,.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*
sementara itu tetua jampang terus berlari kearah hutan membawa jaka geni dan ayu rarang, karena mereka menyadari sedang dikejar oleh murid murid kala hitam,
namun semakin jauh berlari kedalam hutan, kondisi jaka geni dan ayu rarang, semakin lemah, sehingga tetua jampang memutuskan untuk beristirahat dibawah pohon besar, untuk sekedar memulihkan diri.
tetua jampang pun melirik kearah kedua nya, dan berkata,,,
ayu,,,, dan kau jaka, ...
kita istirahat dulu disini sebentar, pulihkan kondisi kalian, karena kita harus cepat cepat pergi dari sini, karena aku yakin mereka bakal terus mengejar kita.
baik paman jampang,,, " jaka pun menjawab"
tetua jampang tersenyum, meski dalam hati merasa cemas, akankah dirinya sanggup membawa kedua ahli waris perguruan elang sakti dengan selamat?? atau malah sebaliknya.
aku harus bisa melindungi mereka, apapun yang terjadi, meski nyawaku sebagai taruhan nya.
__ADS_1