
Pusaran angin sebesar rumah pun menuju kearah tetua jampang, tetua jampang pun tak mau pasrah begitu saja dengan nasibnya.
Dia pun menyalurkan sisa sisa tenaga dalam nya, hingga dari atas kepala nya membentuk tornado kecil, berputar putar, dan dia pun menyambut serangan musuh nya.
tak bisa terhindarkan lagi, benturan kedua tenaga dalam pun bertabrakan.
bhoooom,,,,, bhoooom,,,
Keduanya pun sama sama terpental kebelakang, namun terlihat tetua jampang terpental paling jauh dengan tubuh tengkurap, napas nya tidak teratur, dan dadanya sesak, hingga,,, uhuuuk,,, uhuuuk. tetua jampang pun terbatuk, dan mengeluarkan darah segar meleleh di sudut bibir nya.
ayu pun segera berlari, pamaaaan, ,,,,, ayu menjerit melihat tetua jampang yang hampir tak dikenali lagi, baju nya compang camping, mukanya lebam, dari bibir mengalir darah segar.
Tetua jampang pun berkata kepada ayu, meski terbata bata,,, A,,, yu... ce,, ce,,, pat,,, kau bunuh orang itu, sebelum dia memulihkan diri, jangan pedulikan paman.
__ADS_1
Ayu pun melirik kearah pimpinan anggota kala hitam, yang sedang terduduk dengan menutup matanya, mencoba memulihkan kondisi tubuh nya,
Tanpa pikir panjang, ayu pun segera loncat menghampirinya, dengan menghunus kan pedang nya. mata nya merah, karena perasaan sedih yang teramat sangat, sehingga menimbulkan rasa nekad dalam hatinya untuk membunuh musuh nya, meski ini mungkin akan menjadi pengalaman pertamanya, membunuh manusia,
Aku akan membunuh mu bajingan!,,, kata ayu sambil berdiri tepat dihadapan pemimpin itu.
pemimpin itu pun perlahan membuka matanya, dan menatap ke arah ayu,
Dia menyadari, tak akan bisa melawan, meski dari segi tingkatan kependekaran ayu jauh dibawah nya, tapi saat ini dirinya lagi terluka parah. dan dia pun hanya melihat ayu dengan pasrah.
seketika ayu pun menangis dan menutup kedua matanya, ini merupakan perang mental bagi dirinya, karena jiwa dari seorang wanita adalah penyayang pada hakikat nya, ini malah melakukan pembunuhan, meski dengan terpaksa.
__ADS_1
mungkin ini yang terjadi di masa masa jaman kependekaran, dimana yang kuat akan bertahan hidup, dan yang lemah akan ditindas dan mati, tak perduli wanita atupun pria, anak anak ataupun orang tua, semua berlaku hukum kuat, dimana yang kuat lah yang berjaya,
Sesaat ayu pun teringat kepada tetua jampang, sehingga dia pun membalikan badan dan berjalan kearah dimana tetua jampang tergeletak.
Paman jampang,,,, aku sudah membunuhnya. " kata ayu sambil duduk dan menyentuh tangan tetua jampang, tapi alangkah terkejutnya ayu, mendapati tetua jampang sudah tidak bernapas lagi.
Paman bangun,,,, paman banguuuun....
ayu menangis sejadi jadinya, karena menyadari tetua jampang telah mati.
Paman,,,, aku harus dengan siapa sekarang??? paman telah tiadak, adik ku pun telah jatuh, sementara pulang, belum tentu ayah pun masih ada.
Setelah beberapa lama, ayu pun bangkit, dan mencabut pedang nya, dia mulai menggali tanah sebisa nya, tepat sore hari tetua jampang pun telah dikuburkan ala kadarnya. setelah memberi penghormatan terahir, ayu pun bangkit dan menghampiri lubang dimana jaka terjatuh, dan berdiri di bibir lubang itu.
__ADS_1
Jaka,,, , jaka,,,,,,, ayu pun berteriak sekerasnya memanggil adiknya, tapi stelah lama tak kunjung ada jawaban, dengan perasaan sedih dan lesu ayu pun pergi meninggalkan tempat itu,
dalam hatinya ayu, dia harus pergi kemanapun arah membawanya.