
Murid murid perguruan kala hitam dengan segera menyerbu kearah murid murid perguruan elang sakti, pertarungan tak seimbang pun tak dapat dihindari lagi, dentingan suara senjata dan jeritan kesakitan dari pada orang orang yang terluka saling bersahutan, dengan waktu yang tak berselang lama, murid murid perguruan elang sakti sudah banyak yang terbunuh dan semakin tetdesak.
Melihat situasi yang tidak menguntungkan di pihaknya, ki Gurun anom segera melesat ketengah pertempuran dengan mengayunkan pedangnya, menyerang murid murid kala hitam, tak ada satu pun yang selamat yang berada pada jarak serangan nya, mengamuk bagai banteng gila,
Ki badas pati segera memberi perintah kepada anak buahnya,
kalian,,,, kejar dan tangkap tetua yang melarikan diri itu bersama anak anak situa bangka, bawa kesini hidup ataupun mati,
Baik ketua,,,, salah satu muridnya menjawab dengan patuh,
Adik badak lodra,,,, mari kita serang bersama sama situa bangka itu, biar bagaimanapun dia adalah pendekar suci puncak, jika kita tidak bersama sama menyerangnya, aku hawatir kita yang akan di pecundangi nya seperti tempo dulu.
' kata ki badas pati, sambil melirik ki badak lodra,
__ADS_1
' ayo kakak, ,, ki badak lodra menjawab
tanpa basa basi lagi keduanya pun segera melesat kearah ki Gurun anom yang lagi membantai murid murid nya, dan melepaskan serangan secara bersamaan sabetan pedang keduanya yang disertai dengan tenaga dalam pendekar suci pun melesat cepat kearah ki Gurun anom,
siuuuuut,,,,,, traaang,,,,,, Ki Gurun anom berhasil menangkis sabetan pedang dari keduanya, pertemuan senjata itu menciptakan dentuman keras hingga riak energi menyebar kesegala arah.
Bhooooom,,,, bhooooom,,,,,, , ki Gurun anom terseret mundur beberapa depa, sambil memegang dadanya yang terasa sesak, akibat benturan energi tenaga dalam, wajah nya menjadi jelek, karena sadar dirinya masih terluka, akan menghadapi dua orang pendekar suci, meski kedua musuhnya berada dibawah level nya, tpi dalam kondisi seperti itu akan sangat merepotkan baginya.
ki badas pati dan ki badak lodra tertawa terbahak bahak, merasa puas melihat musuhnya yang meringis kesakitan, walaupun mereka sendiri merasakan dampak dari benturan kekuatan tadi, tapi mereka masih bisa mengontrolnya dengan baik
Ki badas pati berkata, , Hai tua bangka,,,,
__ADS_1
bersiaplah menjemput kematian mu hari ini, aku akan membunuh dan meratakan perguruan mu ini, sebagai balasan atas yang kau lakukan pada saudara saudara ku dulu.
ki Gurun anom menarik napas panjang dan berkata,
Badas pati,,,,, kamu jangan asal bicara, aku tak mungkin kalah dari kalian, perbedaan tingkat yang cukup jauh diantara kita, mana mungkin kau bisa membunuhku,.
Ha,,,, ha,,,,, ha,,,,,,
ki badak lodra tertawa, aku tau itu tua bangka, kesenjangan kita memang jauh, tapi itu dulu, sekarang kau jangan harap bisa selamat dari kami berdua,
memang nya kami tidak tau kalau kau sedang terluka akibat pertarungan dulu tua bangka? ,,,
ki badas pati pun menimpali perkataan adiknya.
Degh,,,,,,,,, hati ki Gurun anom terkejut, karena musuhnya tau kelemahan nya saat ini, tak ada harapan untuknya bisa selamat, apalagi untuk menyelamatkan murid muridnya,
__ADS_1
Tanpa berpikir lagi, ki Gurun anom segera bersiap menyerang musuhnya, aura pendekar suci puncak, seketika itu juga merembes keluar dari tubuhnya, membuat area disekitar nya terdistrosi, angin berhembus kencang, menyapu kesegala arah,
buuush,,,,,, tenaga dalam yang begitu kuat menekan kearah kakak beradik, ki badas pati dan ki badak lodra, hingga keduanya terkejut, karena badan keduanya tak bisa digerakan.