Pendekar Pengelana

Pendekar Pengelana
KEBAIKAN DAN KEBURUKAN


__ADS_3

Berhari hari jaka berendam, tanpa terasa satu bulan sudah dilewatinya, dan kini air kolam pun telah berubah menjadi bening.



Merasakan aliran hangat yang menjalar ditubuhnya telah hilang, jaka pun membuka matanya,


Ternyata air nya telah berubah bening, " dalam hati jaka. berarti aku harus naik sekarang dan beristirahat dulu sebentar, tanpa membuang waktu, jaka pun bergegas naik keatas, dan berjalan kearah buah manggis, hingga diraihnya dua buah dan memakannya dengan lahap.


Selesai makan buah, jaka pun mengantuk, dan tanpa berpindah tempat dia pun tertidur pulas.


Di alam mimpinya, jaka kembali di datangi resi warantaka, dengan tersenyum sang resi pun berkata, " muridku, selamat kau telah berhasil, kini badan mu telah kenal dengan senjata tajam, ataupun racun.


Jaka pun hanya tertunduk, seraya berkata, " guru ini semua berkat bimbingan guru, Terima kasih guru telah datang menemui jaka.



Resi warantaka kembali tetsenyum mendengar penuturan jaka geni, " tapi guru mu ini hanya bisa menemui disini, guru harap jaka bisa memaklumi nya.



Iya guru, kata jaka.


jaka,,, sudah saat nya kau bermeditasi panjang, karena kau sudah berada pada pendekar senior puncak, kau sekarang harus bisa mencapai pendekar suci, apakah kau siap muridku?

__ADS_1


Murid siap guru, jika memang murid sudah layak memperdalam pengetahuan itu.


Baguslah jaka,, tapi perlu kau ingat yang disebut pendekar suci itu adalah pendekar yang benar benar berhati bersih, tak ada keburukan dalam hidup nya , setiap langkah nya selalu menjungjung tinggi kebaikan.


Di benua ini sangat jarang ada pendekar yang mencapai pendekar suci, kalaupun ada, bisa dihitung dengan jari, itu pun hanya para pemimpin sebuah perguruan.



Itu tandanya seorang pendekar suci punya kekuatan yang luar biasa, yang bisa merubah segalanya, baik itu dari kebaikan menjadi keburukan dan bahkan sebaliknya.



saat seseorang telah mencapai pendekar suci, tanpa didasari hidup nya dengan kebaikan, maka bisa dipastikan kehancuran tatanan hidup terjadi, karena faktor kesombongan dalam diri kita yang menganggap kita lah yang paling kuat.




Jauhkan lah segala rasa yang sekiranya dapat menyesatkan hidupmu, ingatlah tidak ada pendekar tangguh, tidak ada pendekar kuat, kecuali pendekar yang bisa mengendalikan emosi dan napsunya.



Panjang lebar resi warantaka memberi petuah kepada jaka, agar suatu hari kelak, dimana jaka mencapai pada titik tertinggi kehidupan nya, jaka tetaplah jaka, yang selalu rendah hati.

__ADS_1


intinya,, pelajarilah keburukan, agar kau tau arti dari kebaikan, jauhkan segala rasa yang dapat menyesatkan pikiranmu.


rasakanlah apa yang dirasakan orang lain, agar kau memahami kesulitan, ataupun kesenangan.



Apakah kau mengerti muridku???


Murid mengerti guru,,


Sekarang, bangunlah. mandilah dulu dan segera lah kau meditasi, berusahalah menyatukan rasa dan perasaan mu, hilangkan semua pikiran yang sekiranya dapat mengganggu.


selesai bicara seperti itu, kembali resi warantaka menghilang, seiring terbangun nya jaka dari tidur nya.



Aku akan selalu ingat kata katamu Guru, murid berjanji akan selalu berjalan pada kebaikan.


Setelah itu jaka pun bangkit dan bergegas mandi, setelah mandi jaka geni pun kemudian melangkahkan kaki nya ke sudut ruangan, memilih tempat yang dirasanya nyaman untuk melakukan meditasi,


setelah merasa cocok dengan tempat yang dipilihnya, kemudian jaka pun duduk dan memejamkan matanya, larut dalam meditasi.


__ADS_1


Semoga kau berhasil muridku, berusahalah pahami kebaikan itu dan jalankan lah dikehidupan mu, " kembali suara resi warantaka terdengar ditelinga jaka


__ADS_2