
Melihat ada tujuh orang wanita yang berdiri tidak jauh dari mereka, ke empat orang penjaga itu menatap ayu dan yang lain nya,
Apa yang kalian lakukan disini haah!,, " kata penjaga itu. apa kalian ingin menghangatkan tubuh kami disini? ha,,, ha,,, ha,,,
Para penjaga itu tertawa, karena mereka mengira bahwa para wanita itu tetsesat ketempat mereka, dan itu artinya mereka akan mendapatkan kesenangan.
Tak diduga oleh semua orang yang ada disitu,
Dewi lanjar melesat kearah para penjaga itu, dan plak,,,, plaaak, plaaak, plaaak, suara tamparan terdengar nyaring, di ikuti terlempar nya empat tubuh penjaga itu, hingga tergeletak ditanah, dan tak bangun lagi.
Melihat kejadian yang cepat itu ayu dan yang lain nya hanya melotot tak percaya dengan apa yang mereka lihat.
Tenang lah aku tidak membunuh mereka, mereka hanya pingsan, " kata dewi dengan santai nya, ayo kita masuk sekarang.
Ayu dan yang lain nya pun segera mengikuti dewi yang lebih dulu masuk ke dalam markas itu.
__ADS_1
Baru saja sekitar dua puluh meter mereka masuk, dari kiri dan kanan, apalagi depan, bahkan dari belakang juga. berlarian anggota bandit gurun dan segera saja mengelilingi mereka, dengan berbagai senjata ditangan nya.
kita di kepung, " kata wulan. celaka, ternyata mereka sangat banyak, yang lain nya menimpali. aku gak mau mati disini,, kita harus kabur dari sini secepatnya.
Tenanglah kalian, percuma saja kabur juga, sudah tak ada celah untuk kabur, , " kata ayu, menenangkan teman teman nya.
Tapi ini diluar perkiraan kita kak ayu, mereka sangat banyak, " wulan pun menjawab dengan gugup.
Tak lama berselang, dari arah depan mereka berdiri, anggota bandit gunung membuka jalan, dan nampak ada lima orang laki laki berjalan santai,
Salam pimpinan,,, kata para anggota bandit serempak, ternyata yang datang adalah ketua bandit, yang di dampingi empat orang tetua.
Rupanya kita kedatangan para bidadari cantik,, ha,,, ha,,,,, ha,, mari nona nona cantik kita kedalam, jangan berdiri disini, kita hangatkan tubuh kita semua,
Pimpinan bandit itupun berkata sambil menatap ayu dan yang lain nya.
__ADS_1
Hai,, pria mesum, akan ku sumpal mulut kotormu itu, jaga bicaramu bajingan. " kata dewi dengan ber api api.
oooh, rupanya kau galak juga nona cantik, tapi sekarang kalian mau tidak mau harus menuruti keinginan kami, jika masih ingin hidup.
Ringkus para wanita itu , dan jangan sampai terluka, bawa ke tempatku, tapi jika melawan, bunuh saja.. " kata pimpinan itu sambil berlalu pergi.
Serentak para bandit itu menyerang kearah ayu dan teman teman nya, berniat melumpuhkan musuh nya dengan cepat, tapi ketujuh pendekar wanita itu dengan sigap menghunus pedangnya, dan menyambut serangan para anggota bandit.
Pertempuran pun terjadi, dentingan suara senjata yang beradu menghiasi jalannya pertarungan itu.
Wulan,, ,, kalian jangan berpencar, bersama sama lah, jangan saling menjauhi, agar kalian bisa saling bantu!!, dewi mengingatkan teman nya.
Sementara ayu, masih bergerak santai, menggunakan tangan kosong, gerakan nya lincah, satu kali gerakan dua atau tiga bandit terjatuh dan pingsan, ayu tidak berniat membunuh lawan nya, hanya membuat musuh nya pingsan dan tak berdaya,.
__ADS_1
Begitupun dengan Dewi, mereka berdua bagaikan dua dewi dari khayangan yang sedang menari, setiap gerakan nya terlihat lentur tapi mematikan perlawanan musuh musuhnya,
Lain halnya dengan wulan dan rekan rekan nya, yang mulai kerepotan dengan serangan para bandit, betapa tidak? diserang silih berganti oleh ratusan orang, jelas membuat wulan kewalahan.