
Hingga pada akhirnya, satu sabetan pedang musuhnya berhasil menggores tangan kanan wulan, sontak saja wulan pun menjerit dan mundur ke belakang sambil meringis,.
Beruntung luka itu tidak dalam, tapi walaupun begitu, tetap saja membuat semangat wulan menurun, dengan napas ngos ngosan dia menatap musuh musuh nya, yang kembali bergerak kearah nya.
Dua langkah lagi para bandut itu mencapai wulan, tiba tiba muncul didepan wulan wanita cantik dan mengibaskan tangan nya kedepan, hingga sapuan energi angin menghantam para bandit itu, membuat mereka terseret kebelakang lima langkah.
Ayu,,, " gumam wulan.
beistirahatlah adik wulan, " ayu pun berkata tanpa menoleh kebelakang.
Taap!,,, Taaap!,, , dua orang pimpinan bandit gunung muncul didepan ayu, dan berkata, " Hai,,,, nona manis, kami lah lawan mu.
Menyerahlah kalian semua, akan ku jadikan kalian istri istri kami, jika masih tetap melawan, terpaksa kami akan membunuh kalian, karena kalian telah banyak melukai rekan rekan kami.
Sekarang,, kalian mau menyerah, atau mau seperti mereka?? " tetua bandut itu menujuk kesebuah arah, diikuti tatapan ayu dan yang lain nya yang melihat arah telunjuk tetua itu.
__ADS_1
Betapa terkejutnya ayu dan temannya saat melihat ke arah pohon yang berjajar, disana terdapat sepuluh orang wanita yang di ikat di masing masing pohon, kondisi nya sangat mengenaskan, dengan tanpa sehelai pun busana yang melekat ditubuhnya,
Rupanya kesepuluh wanita itu korban kebiadaban para anggota bandit, menjadi pemuas napsu secara bergiliran para anggotanya.
Terlihat wajah wajahnya penuh dengan keputusasaan. dengan lebam memenuhi tubuh nya.
Sontak wulan beserta yang lain nya menutup mata, dan menjadi bergetar ketakutan, dalam pikiran mereka, jika mereka tertangkap pasti akan bernasib sama seperti para wanita itu.
Tubuh ayu bergetar hebat, menahan amarah matanya melotot tajam kearah para bandit gunung.
Tetua bandit pun hanya tertawa, tak memperdulikan kemarahan ayu yang mencaci mereka.
__ADS_1
tiba tiba saja, terpaan angin terasa disekitar itu, dan berputar putar diatas ayu, kini tatapan ayu semakin tajam dengan kemarahan yang memuncak, dengan kecepatan yang sulit diikuti mata biasa, ayu bergerak menyerang kedua tetua tersebut, dengan mengayunkan pedang nya yang entah kapan sudah ada di tangan nya,
whoooos! ,,,, sraaaak, tebasan pedang ayu, tepat menghujam ke leher tetua itu, hingga terpotong mulus dan lepas dari badan nya, menggelinding tepat kebawah kaki tetua yang satunya lagi,
Tetua itu pun bengong tanpa berkedip menyaksikan itu semua, seakan tak percaya rekan nya mati dalam satu kali gerakan, tanpa dia pun menyadari pergerakan ayu selanjutnya, pukulan ayu pun telak menghantam kepala nya.tanpa bisa dibendung.
bhooom,,,,, braaak.... tetua itu pun terlempar jauh kebelakang menghantam para anggota bandit yang masih bengong, hingga tak bergerak lagi karena batok kepala nya retak.
Melihat apa yang terjadi pada tetua tetua mereka, semua anggota bandit gunung ketakutan dan mereka bergerak mundur.
Tetua tetua mereka yang dikenal kuat, mati tanpa perlawanan ditangan ayu dengan satu kali gerakan, jelas mereka berpikir, apalagi mereka? pasti akan bernasib sama seperti tetua itu.
wulan dan temannya pun, bergidik ngeri melihat kejadian itu, mereka tak menyangka ayu akan membunuh musuhnya, bahkan menurut pemikiran mereka, cara membunuh ayu terbilang kejam.
__ADS_1
Ayu menatap para anggota bandit dengan tatapan penuh kebencian, tapi tiba tiba muncul dewi lanjar di samping ayu, dan memegang pundak ayu.