
<< PENDEKAR SAKTI BERHATI EMAS >>
Pengenalan Tokoh
Jendral Muda Chen atau Chen Bai Ki
Adalah keponakan Kaisar Chen anak Pangeran Chen Liu Yang.
- Menguasai Ilmu strategi perang peninggalan sang ayah
- Murid Bu Beng lojin
- Mewarisi kesaktian Bu Beng Lojin
Kemudian melepas jabatan sebagai Jendral muda Kekaisaran Chen dan memasuki Dunia Persilatan dan mendapat julukan “Pendekar Sakti Berhati Emas”
Kwee Li Siang julukan “Bidadari Berkabung”
__ADS_1
- Mewarisi Ilmu keluarga Kwee
- Murid terkasih Pendekar Pengembara
- Memiliki kecantikan khas suku Han, namun terkesan pendiam karena masa lalu
Bu Beng lojin
- Pendekar Tua Dunia Persilatan
- Guru Pendekar Sakti Berhati Emas
- Tokoh Tua yang tidak lagi mencampuri Dunia Persilatan
- Pendekar Tua Dunia Persilatan
- Guru Kwee Li Siang Bidadari berkabung
__ADS_1
- Tokoh Tua yang tidak lagi mencampuri Dunia Persilatan
BAB. 1
CERITA ini terjadi pada masa Dinasti Chen hingga Dinasti Sui. Saat itu keadaan daratan Tiongkok sedang di landa perang dan Dinasti Chen merupan Dinasti terakhir dari selatan Tiongkok yang masi bertahan dari serangan Dinasti Sui dari Utara Tiongkok. Saat itu Dinasti Sui sedang melancarkan agresinya untuk mempersatukan dinasti dinasti di daratan Tiongkok, Kaisar Dinasti Sui yang pertama Yang Jin bergelar Kaisan Wen naik tahta dan mendirikan Dinasti Sui setelah berhasil mengkudeta Kaisar Jing penguasa terakhir Sou Utara. Tercatat peperangan antara dinasti Chen dan dinasti Sui terjadi selama periode 581 hingga 589 dengan kemenangan di pihak Dinasti Sui yang menjadikan dinasti sui sebagai penguasa daratan Tiongkok yang sekaligus sebagai Pondasi berdirinya Dinasti Tang. Selama periode peperangan, Dinasti Sui yang telah menguasai seluruh wilayah utara Tiongkok dan beberapa wilayah selatan Tiongkok di buat berpikir keras untuk mengalahkan Dinasti Chen, hal itu di karenakan Dinasti Chen memiliki sosok Jendral muda berbakat dan memiliki kesaktian tinggi. Telah berbagai upaya di lakukan untuk menaklukan Dinasti Chen, namun selalu dapat di hancurkan Jendral muda Chen. Hingga tersiar kabar bahwa Kejayaan Dinasti Chen tergantung Jendral Muda Chen.
Tahun 588 Kota Jiangkan yang sekaligus merupan Ibukota Kekaisaran Chen, di gegerkan oleh berita mundurnya Jendral Muda Chen. Peristiwa itu terjadi saat Jendral Muda Chen Kembali dari medan pertempuran setelah mendesak mundur pasukan Dinasti Sui yang di pimpin Jendral Tua Hong Tian. Setelah memukul mundur Jendral Hong Tian dan pasukannya hingga keluar perbatasan, Jendral Chen menerima utusan Kaisar secarah mendadak. Kasim Liu adalah utusan yang di Tugaskan untuk memanggil pulang Jendral Chen untuk menghadap Kaisar. Kaisar saat itu adalah Chen Shubao Bergelar Kaisar Houzhu yang merupakan Kaisar terakhir Dinasti Chen.
Terjadi ketegangan di dalam istana, Kaisar Houzhu terlihat marah dan memerintahkan menghukum mati Dua Pembesar istana beserta seluruh keuarganya. Hari itu juga Pembesar Kong, Pembesar How dan seluruh keluarganya di penggal di depan umum dan di cap sebagai pemberontak.
Jendral Chen yang baru tiba di kediamannya mendengar keputusan Kaisar dan langsung menghadap kaisar, namun terlambat kedua pembesar dan seluruh keluarganya telah di perhadapkan dengan para algojo kerajaan. Jendral Chen meninggalkan istana dan langsung menuju ke tempat pelaksanaan hukuman, namun terlambat kedua Pembesar dan keluarganya telah mati dengan kelapa terpisah dari badan. Terdengar jeritan kemarahan dari Jendral Chen, wajahnya terlihat pucat, seluruh urat dalam tubuh Jendral Chen tampak menegang, tubuhnya tergetar hebat tanda Jendral Chen dalam puncak kemarahan, seketika bangunan di sekitar tampak bergetar karena luapan energi sang Jendral muda yang di lepas bersamaan dengan teriakan kemarahannya.
Jendral Chen kembali ke Istana dan berniat menegur Kaisar dan menuntut keadilan karena tindakan kesewenangan kaisar menghukum dua pejabat setia Kaisar tanpa pengadilan resmi.
Jendral Chen mengabaikan Protokol istana, tanpa melepas Jira perang dan pedang tanda kekuasaan sebagai jendral perang kerajaan, jendral chen terlihat mantap melangkah memasuki istana. Suasana terlihat menegangkan, karena seisi istana tau dengan pasti tentang jendral Chen, selain menguasai ratusan ribu pasukan jendral chen juga adalah seorang yang memiliki ilmu silat tingkat tinggi jaman itu, dan dalam istana sendiri jendral
__ADS_1
Chen adalah tokoh paling sakti di karenakan jendral chen adalah murid salah satu tokoh sakti dunia persilatan, selain itu juga Jendral Chen adalah seorang Pangeran, ayahnya adalah Pangeran Chen Liu Yang yang sekaligus Panglima yang di paling di segani baik oleh kalangan dalam istana ataupun Jendral musuh semasa hidupnya. Ilmu silat Pangeran Chen Liu Yang tidaklah terlalu hebat namun Pangeran ini mewarisi Kitab Ilmu Perang Kuno berusia ribuan tahun. Sebuah kitab ilmu perang peninggalan Jaman Tiga Maha Raja dan Lima Kaisar, Kitab itu di sebut “Kitab Dewa Perang”. Pangeran Chen Liu Yang mendapatkan Kitab kuno itu dari seorang perantau tanpa nama, yang melihat peruntungan pangeran Chen Liu Yang di mana sang pangeran di takdirkan menjadi seorang panglima dari pada seorang Kaisar. Menurut sang pengembara Kejayaan Dinasti Chen hanya akan bertahan singkat, namun akan menjadi salah satu Dinasti selatan terkuat, menurut sang pengembara jika Pangeran Chen Liu Yang memaksa perebutan kekuasaan menjadi kaisar maka hal itu hanya akan mempersingkat umur Dinasti Chen. Di katakan juga bahwa Pangeran Chen Liu Yang, tidak akan sempat melihat keruntuhan Dinasti Chen. Pangeran Chen Liu yang, meninggal dalam usahanya membebaskan Kaisar pada saat pasukan rombongan Kaisar terperangkap oleh ratusan ribu musu di perbatasan kekaisan selatan dan utara. Saat itu, pangeran Chen menggantikan posisi Kaisar menerobos kepungan pasukan musuh, sementara kaisar secarah sembunyi di bantu Tokoh sakti duni persilatan (Bu Beng Lojin) pergi secarah diam diam untuk kembali ke selatan.