
BAB. 9
“Benar Tuan, saya seorang perantau yang kebetulan singga di kota ini. Tolong segera siapkan semua pesanan saya, saya ingin segera beristirahat.”
Chen segera merasa mulai tidak nyaman dan sepertinya pelayan itupun merasakan apa yang di rasakan tamunya. Pelayan segera pergi untuk menyiapkan pesanan tamunya.
“Mohon tunggu sebentar tuan, pesanan segera akan datang”.
Beberapa saat kemudian, pesanan telah di atur di atas meja…setelah selesai makan, pemuda itu segera meminta agar di antar di kamarnya untuk beristirahat.
SIapa pemuda bercaping itu? Bukan lain adalah Jendral Muda Chen atau tepatnya lagi Bekas Jendral Muda Chen. Namun karena sudah tidak menjabat sebagai jedral lagi, baiknya kita menyebutnya Chen Bai Ki..sudah
hampir setengah tahun, semenjak Chen Bai ki mengundurkan diri dari jabatan Jendral kerajaan Cheng. Kini setelah tidak lagi menjabat sebagai Jendral, Chen Bai Ki leluasa untuk kemana mana. Chen Bai Ki berada di kota Kuaji hanya karena dia mendengar akan pernikahan anak dari gubernur Ang, yang masi merupakan kenalannya dan Komandan benteng Kota adalah bekas bawahannya dulu.
“tok..tok..maaf tuan..” terdengar suara dari luar.
Chen baiki membuka pintu dan melihat, pelayan tadi berdiri di depan pintu kamar..
“ada apa lopek, saya ingin beristirahat agar jangan di ganggu.”
“Tuan..saya hanya ingin menyampaikan bahwa jika tuan ingin jalan jalan keluar sebaiknya tuan juga mampir di kediaman Pejabat Ang, karena beliau sedang mengadakan pesta di sana”.
“Ahsaya tidak mengenalnya tuan, bagaimana saya menghadiri pesta itu”.
“tenang saja tuan, pejabat Ang mengundang semua yang ingin hadir di persilakan datang, termasuk tamu dari luar kota yang menginap di kota ini..”
“Baiklah lopek, sekarang saya ingin beristirahat dan tolong jangan di ganggu kalau saya tidak memanggil” kata Chen Bai Ki sambil mengeluarkan beberapa keping uang perak untuk pelayan. Pelayan itu terlihat bahagia karena mendapat tip yang lumayan besar dan segera meninggalkan kamar itu.
__ADS_1
Saat Chen Bai ki ingin beristirahat, tanpa sengaja dia mendengar suara dari kamar sebelah yang agak samar, karena penasaran Chen Bai Ki memusatkan kosentrasi untuk mendengarkan pembicaraan itu. Chen bai ki tampak kaget mendengar pembicaraan mereka, ternya mereka adalah orang orang yang berencana untuk mengacau di pesta Pembesar Ang.
Chen Bai Ki terus mendengarkan pembicaraan mereka, setelah semua rencana mereka di ketahui Chen bai ki segera keluar dari kamarnya untuk mengawasi dua orang tersebut dari luar kamar.
Chen Bai Ki memilih tempat duduk di sudut ruangan restoring agar lebih mudah mengaawasi gerak gerik mereka.
Teka lama kemudian, tampak kedua tamu itu keluar dari kamar mereka. Ternyata mereka tidak hanya berdua, nampak dua orang lainnya yang keluar dari kamar sebelah.
“hem…sepertinya akan terjadi permasalahan besar di kediaman Tuan Ang, sepertinya mereka bukan orang orang biasa.”
Chen segera memanggil pelayan memberitahu bahwa ia akan berjalan jalan mengelilingi kota dan memesan pelayan agar membersihkan kamarnya tak lupa juga memberikan uang tip pada pelayan itu.
Chen segera menuju ke kediaman Gubernur Ang, sebagai soerang bekas panglima chen mengetahui dengan pasti letak kediaman Gubernur dan Komandan benteng kota.
Halaman rumah kediaman Gubernur Kota Kuaji terlihat sama ramai, ratusan orang terlihat memadati halaman samping rumah, di bagian paling ujung terdapat panggung di mana duduk kedua mempelai.
Tuan Muda Ang atau Ang *** adalah anak semata wayang Gubernur Ang, hingga tidak herang jika pernikahan anak satu satunya ini di lakukan sangat meria hingga mengundang para tamu luar kota yang kebetulan hari itu sedang berada di kota Kuaji. Sementara di sisi kanan panggung mempelai, terdapat panggung lainnya tempat duduk para tamu kehormatan.
“Para cuwi sekalian…tuan tuan dan nyonya para tamu undangan, baik penduduk kota ataupun para tamu dari luar kota yang baru bergabung kami persilakan untuk menikmati makanan dan minuman yang telah kami hidangkan di meja bagian sisi kiri. “ terdengar suara seorang petugas acara.
Suasana pesta terlihat sangat meria namun berjalan dengan tertibnya. Setiap tamu undangan terlihat menikmati jamuan makanan dan arak pesta. Sebagian terlihat mulai mabuk, namun masi bisa mengontrol diri, rata rata mereka segan terhadap tuan rumah mereka berusaha agar menjadi tamu yang baik.
Chen yang masi duduk di kursinya di bagian tengah memperhatikan pengantin pria, chen teringat masa kecilnya ketika di bawa ayahnya mengunjungi kota ini..tampak senyum di wajahnya, ingin dia menyapa pengantin pria yang merupakan salah satu teman masa kecilnya.
Tiba tiba di pintu masuk terjadi kegaduhan, terlihat empat orang memasuki tempat pesta dengan keadaan mabuk, chen megalihkan pandangan kearah sumber kegaduhan.
“Siapa lagi mereka, sepertinya bukan orang orang yang di penginapan”, namun karena melihat potongan orang orang itu yang berperawakan kasar chen menduga mereka hanya orang suruhan. Chen lebih mewaspadai empat orang yang dia lihat di penginapan.
__ADS_1
“pestanya sangat meria, tapi sayang.tidak ada gadis gadis yang menemani.”terdengar sura seorang di antara pembuat gaduh.
“Twako.jangan salah, di sini terdapat gadis cantik yang bisa menemani kita. hahaha.” Orang ke dua menyambung.
“Boleh juga saran mu.pengantin wanitapun harusnya mau menemani kita".
Para tamu yang melihat kejadian itu segera berlari menjau, bahkan ada yang mulai meninggalkan pesta karena ketakutan.
“Orang gagah.kami persilakan untuk menikmati, jamuan kami namun jika ada kekurangan kami mohon maaf”. Terdengar suara petugas acara menyambut mereka.
“hahaha..kami sudah kenyang dengan makanan dan minum, kami sekarang mencari wanita untuk menemani kami.hahaha”.
Terlihat ekspresi marah dari Gubernur Ang dan jendral Ang.namun mereka masi diam, karena percaya pengawal mereka mampu mengatasi para pengacau.
“Tuan! jika tuan ingin menikmati pesta kami persilakan, namun kami harap tuan bersikap layaknya tamu yang baik."
Terdengar suara sambutan yang sekaligus merupakan penegasan.perwira Lek melangkah kearah mereka sambil tersenyum.
Perwiirah lek adalah Perwira penanggung jawab kemanan kediaman Gubernur..
“hahahaa” duk. perwira lek terdorong tiga langka, tak di sangka orang yang di sebut twako langsung menyerang perwira lek.perwira lek merasa kala tenaga namun tetap bersikap tenang.
“tuan,hari ini Gubernur Ang sedang mengadakan pesta, harap menghormati dan jangan membuat kekacauan” kata perwira lek yang masi berusaha tetap tenang.
“hanya begitu kemampuan mu hingga berani bicara di depan saya.”
Perwira lek mulai tersinggung, perwira lek segera memberi tanda pada pasukan jaga
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=》》》》
Jangan lupa like dan komen ya.