PENDEKAR SAKTI BERHATI EMAS

PENDEKAR SAKTI BERHATI EMAS
BAB. 12


__ADS_3

BAB. 12


Pihak yang bertahan menggangap bahwa perang adalah satu satunya cara untuk mempertahankan hal mereka, sementara pihak yang menyerang menganggap tindakan mereka adalah untuk menyatukan daratan Tiongkok agar tidak terjadi perang saudara.


Perang di perbatasan telah berjalan selama tiga bulan, Mulah mula daerah Liang berhasil di taklukan, Jendral Hong Tian sengaja langsung menyerang daerah liang, selain daerah liang merupakan titik terdekat dari Ibu kota Dinasti Chin, daerah liang juga merupakan titik paling penting untuk membagi pasukan bantuan Dinasti Chen yang berasal dari daerah daerah selatan dan dari kota kota pesisir pantai. Baik dari sekitara Jiangkang ataupun dari daerah Ninhai.


Setelah daerah Liang berhasil di taklukan, Jendral Hong Tian membagi pasukannya menjadi tiga kelompok besar. Pasukan utama langsung terus maju kearah Kota Jiangkan yang merupakan Ibu kota kerajaan dengan gerakan cepat, pasukan kedua bergerak kearah ibu kota namun bergerak melalui peisir untuk mengambil alih kota Kuaiji dan pasukam ketiga bergerak belakangan kearah ibu kota tetapi dengan pergerakan lambat, yang berfungsi untuk menahan bala bantuan Dinasti Chen yang merupakan pasukan gabungan dari daerah Lingling, Nanhai hingga Jiaozhi.


Kota Kuaiji di pilih untuk segerah di taklukan karena letak kota itu yang berdekatan dengan Jiangkang, dengan hancurnya Kota Kuaiji maka seluruh akses keluar masuk Ibu Kota Dinasti Chen telah terputus.


Bulan ke 6 dalam tahun 589 Kota Jiangkan di kepung dari 3 sisi, pasukan utama yang bergerak dari Kota Liang, pasukan ke dua yang bergerak dari arah Kota Kuaiji dan pasukan ke 3 yang bergerak dari Kota Luok yang merupakan pasukan yang di Pimpin langsung oleh Kasisar Wen.


Meski Kota Jiangkang telah terkepung rapat dari tiga jurusan, namun bukan hal yang muda membobol pertahan Kota itu.


Pangeran Chen Liu Yang, semasa hidupnya telah menata pertahanan kota Jiangkan sedemikian rupa hingga membentuk benteng pertahanan yang kokoh untuk menahan serangan musuh yang berjumlah belasan kali lipat. Pertahanan Kota Jiangkan di atur berdasarkan Ilmu Kitab “Dewa Perang” bagian pertahanan Kota.


Namun kekuatan manusia ada batasnya, Kota Jiangkan sekuat apapun pertahanannya tetap hanya di jaga oleh manusia, setelah terkurung selama 3 bulan dan terputus nya segala akses ke kota jiangkang, apalagi dengan berhasil di pukul mundurnya pasukan bantuan dari daerah gabungan dari daerah Lingling, Nanhai hingga Jiaozhi, kota Jiangkan pun berhasil di jebol setelah beberapa orang berhiaanat dengan memberi tau rahasia pertahanan kota jiangkan.


Dengan runtuhnya kota jiangkan yang merupakan Ibu Kota Dinasti Chen, maka berakhirlah Jaman lima belas Negara dengan Dinasti Sui sebagai penguasa tunggal Daratan Tiongkok.


****


Kota Loukyan merupakan salah satu kota terbesar jaman itu yang merupakan wilayah dari Pripinsi Henan dan juga terletak di sisi selatan Sungai Kuning.


Beberapa tahun setelah perang, keadaan mulai terlihat pulih di suluruh wilayah, kota kota yang mengalami peperangan mulai terlihat ramai dan telah selesai membangun kembali kotanya.

__ADS_1


Suasana kota loukyan saat itu terlihat ramai, para pedagang ramai menawarkan dagangnya, restoran dan penginapan terlihat penuh, hal itu tidak heran karena kota ini merupakan salah satu pusat perdagangan sejak jaman dulu.


Kota Loukyan banyak menawarkan barang barang dagangan dari luar daerah, bahkan dari Negara Negara sebrang di karenakan Kota ini yang berdekatan dengan Sungai Kuning yang memungkinkan para saudagar dengan mudah mengirim barang dagangan mereka ke kota itu. Selain itu juga kota ini terkenal aman bahkan hingga puluhan km keluar kota.


Seperti kota kota lainnya, kota Loukyan juga banyak di diami atau di huni kaum pendekar dunia persilatan hal ini juga salah satu hal yang menjamin keaman kota Loukyan.


Hari itu kota Loukyan terlihat berbeda dari biasanya, meski kota loukyan selalu terlihat ramai seperti biasanya namun keramain hari itu terlihat bebeda, bahkan perbedaan itu telah nampak dari beberapa hari lalu.


Di sana sini terlihat banyak berlalu langan orang orang dengan membawa senjata, ada yang membawa pedang, golok, tombak dan sebagainya. Dari perawakan dan penampilan mereka terlihat mereka adalah orang orang dari golongan dunia persilatan. Memang di jaman itu tidak mengherankan jika melihat orang sedang membawa senjata di tempat umum dan masyarakat umum tau dengan pasti bahwa mereka adalah para perantau atau orang orang dari dunia persilatan.


Kemunculan orang orang ini di karenakan, hari ini di kota loukyang sedang di adakan pesta perayaan ulang tahun ke 60 tahun ketua Perkumpulan Pengemis Teratai.


Ketua kay-pang saat itu adalah Yu How bergelar Hang Mo kay (Pengemis Penakluk Iblis) dan merupakan salah satu Tokoh sakti jaman itu.


Yu How terkenal dengan ilmu andalannya Tongkat Sakti Penakluk Iblis.


Di anta para tamu yang hadir terdapat juga orang orang dari aliran hitam, hingga seperti tanpa di sengaja kelompok tamu undangan terbagi beberapa kelompok. Kelompok pertama adalah para tamu Kehormatan, kelompok kedua para pendekar yang menyebut diri pembela kebenaran dan kelompok ke tiga adalah kelompok dari golongan hitam.


Partai Pengemis Teratai, terkenal dengan sikap mereka yang selalu menentang kejahatan dan selalu bentindak keras jika terjadi kejahatn di sekitar mereka. Bahkan terdapat sikap Patriot dalam jiwa mereka, seperti kejadian belasan tahun lalu ketika Kota Loukyan masi di kuasai oleh Negara Qi Utara, mereka bahu membahu bersama para tentara mempertahankan kota dari serangan Tentara Kerajaan Sui meski akhirnya Kota Loukyan pertahanan Kota Loukyan harus jebol dan sekaligus menandakan keruntuhan Dinasti Qi Utara.


Kaisar Sui yang mengetahui sikap patriot Partai Pengemis Teratai yang membela kota Loukyan dengan alasan bahwa Loukyan tanah kelahiran mereka, bahkan ketika para pemimpinnya tertangkap dan di perhadapkan kepada kaisar dan ketika Kaisar meyuruh memilih antara di hukum mati atau bergabung dengan Pemerintah untuk


mengempur Dinasti Chen, para pemimpin memilih di hukum mati dari pada terlibat konflik politik. Bagi anggota Partai Pengemis Teratai, keterlibatan mereka hanya sebatas melindungi Kota Loukayan yang saat itu sedang di serang oleh Dinasti Sui.


Sikap ini menimbulkan rasa hormat dari Kaisar yang akhirnya Kaisar memutuskan untuk mengampuni semua anggota Partai Pengemis Teratai bahkan mengangkat Partai Pengemis Teratai sebagai salah satu pelindung Kota Loukyan.

__ADS_1


Para Pemimpin Partai Pengemis menerima hal itu namun dengan perjanjian bahwa Partai Pengemis hanya akan bekerja sama dengan Pemerintah untuk melindungi Kota Loukyan bukan untuk berperang dengan Kota lain atau Negera lain. Itulah sebabnya, meski Partai Pengemis terkenal sebagai salah satu Partai dunia persilatan pendukung Dinasti Sui, namun ketika Dinasti Sui menginvasi Dinasti Chen, Partai Pengemis Teratai tidak terlibat.


Siang itu suasa di pusat perkumpulan Partai Pengemis Teratai telah di padati para tamu, di antara para tamu yang duduk di kalangan tamu biasa terdapat seorang wanita yang mengunakan cadar. Wanita itu kira kira berusia 23 Tahun.


“Cuwi sekalian para orang gagah, kami mengucapkan terima kasih karena bersedia hadir dan memeriahkan pesta ulang tahun ketua kami yang ke 60”


Terdengar suara Wakil ketua Pengemis Teratai memberikan kata sambutan.


Riu rendah suara para undangan terdengar menyoraki kata kata Wakil Ketua.


Wakil Ketua Partai Pengemis adalah Yu Bing bergelar Hong Tim Kay (Pengemis Pengembara) berusia 50 Tahun. Yu Bing di gandang gandangkan sebagai pengganti Ketua kerana usia ketua yang sudah mencapai 60 tahun.


Yu Bing mendapat julukan itu karena kesukaannya yang mengembara hingga jau ke utara ke suku suku pedalaman mulai dari Kitan hingga ke daerah suku suku bangsa mongol.


Kekacauan yang terjadi di masa perang memaksa Yu Bing kembali ke selatan ke kota Loukyan untuk membantu kakanya menjaga kota Loukyan, karena kesaktian Yu Bing maka ia di angkat menajdi wakil ketua oleh para tetua lainnya.


Para undangan yang hadir ketika melihat wakil ketua ini merasa gentar, dengan perawakan tinggi besar Yu Bing terlihat angker namun berwibawa saat menyampaikan kata kata sambutan dari panggung utama.


“Para Cuwi yang terhormat, kami persilakan untuk menikmati hidangan kami yang seadanya, namun untuk itu kami mohon maaf apabila ada kekurangan dalam jamuan kami”.


“Para Pengemis sekarang sudah terlihat mewah, bahkan merayakan ulang tahun dengan pesta layaknya bangsawan”.


Terdengar suara lantang dengan nada sindiran keras dari arah belakang para tamu.


Para tamu terlihat berisik mendengar ucapan itu, banyak yang menjadi penasaran dengan orang yang berani bicara lancang di depan wakil ketua Pengemis Teratai bahkan di depan Ketua sendiri. Kalau tidak tokoh sakti yang sejajar dengan Ketua Parta pengemis sendiri, tentunya orang yang berbicara itu memiliki nyawa ganda. Di kota Loukyan kira kira orang akan berpikir berulang kali untuk menyinggung Partai Pengemis Teratai.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=》》》》


Like dan komen agar penulis bisa mengoreksi kekurang dan memperbaiki. 🙂


__ADS_2