PENDEKAR SAKTI BERHATI EMAS

PENDEKAR SAKTI BERHATI EMAS
BAB. 8


__ADS_3

BAB. 8


Ini peringatan terakhir dari kami, jika kalian masi berani mengacau di tempat kami maka jangan salahkan jika kami bertindak kejam. Sambil menendang Kepala prampok itu..


Kepala perampok hanya bisa meringis kesakitan, namun tidak bisa berbuat apa apa, anak buahnya pun hanya bisa menonton dan keget , karena hanya dalam satu gebrakan,


pimpinan mereka mampu di kalahkan dengan mudah. Kepala rampok itu pergi sambil di gotong anak buahnya, mereka menghilang di antara pepohonan hutan itu.


“sepertinya kita harus mengejar rombongan Tan Piauwshu dan memastikan agar mereka keluar dari hutan ini dengan aman..”


“baik Ketua..”


Rombongan yang terdiri dari belasan orang itu langsung berlari, mengikuti arah saat mereka datang…setelah melihat dari kejauhan, bahwa ro,bongan Piauwshu itu mereka mulai memelankan langka mereka, mereka hanya memastikan dari jau agar Tan Piauwshu dan barang kawlannya keluar dari Hutan itu dengan selamat. Setelah berjalan sehari penuh, akhirnya rombongan Tan Piauwshu keluar dari Hutan dan terus melaju kea rah tujuan mereka.


Siapakah rombongan yang menolong Tan Piauwshu itu…mereka adalah bekas rampok yang telah bertobat belasan tahun lalu, mereka telah merasa jerih setelah dua kali di ampuni oleh Pendekar Pengembara belasan tahun lalu..


Kini mereka membuka semacam jasa penyebrangan atau pengawalan bagi siapa saja yang akan melintasi wilayah perbatasan kususnya wilayah sepanjang sungai hwang ho.


Mereka tidak lagi merampok dan membunuh..malah dengan adanya jasa mereka, banyak penyebrang lintas perbatasan merasa aman, baik para saudagar, pedagang atau para perusahaan Piauwkok yang sedang mengawal barang bawaan mereka.

__ADS_1


Daerah ini, sangat terkenal dengan kawanan perampok yang ada di mana mana, baik perorangan atau kelompok.


Kwee Li Sian yang masi penasaran tetap mengikuti mereka, hingga mereka kembali ke tempat mereka, mereka memasuki desa terdekat di wilayah itu. Kwee Sian mencari informasi terkait mereka, dan mendapatkan bahwa mereka ternyata benar benar telah bertobat.


Kwe Siang teringat akan kematian keluarganya..namun di sisi lain juga teringat akan wejangan suhunya..setelah berpikir sejenak, terlihat Kwee siang sedikit tersenyum, Kwee Siang melesat meninggalkan Desa itu.. kini hatinya terasa legah dan memahami, maksud perkataan Suhunya saat pertama kali bertemu suhunya dan suhunya tidak membunuh komplotan perampok itu.


Kwee siang terus melesat kearah selatan dengan perasaan gembira. Kini setelah dendamnya keluarganya terhapuskan, dia ingin meluaskan pegelaman ke jau ke selatan lagi...


****


Kota Kuaji adalah salah satu kota teramai di masa itu, kota ini kembali mulai terlihat ramai setelah Qi Utara di taklukan Dinasti Sui apalagi kota Jiangkan telah di tetapkan sebagai ibu kota Dinasti Chen, para pedagang dari luar kota terlihat mulai berdatangan ke kuaji untuk menjual hasil dagangannya.


Meskipun masa perang telah berlalu, namun penjagaan kota tetap sebegaimana biasanya, di setiap gerbang masuk, kota kuaji selalu di lakukan penjaan ketat, setiap aktifitas keluar masuk ke kota Jiangkang selalu di


Hari itu terlihat antrian yang lumayan panjang di gerbang masuk sebelah utara kota Kuaji. Tampak seorang pemuda berpakaian sederhana bercaping lebar, ikut berbaris mengikuti giliran masuk ke kota Jiangkang . Hari itu, kota Kuaji memang tidak seperti biasa, kota Kuaji sedang di adakan pesta pernikahan anak seorang pembesar setempat.


Setiap masyarakat di beri kebebasan untuk ikut menghadiri pesta pernikahan itu, karena perjabat itu terkenal dekat dengan rakyak..


Pejabat Ang Bun adalah Gubernur wilayah itu yang mendiami Kota Kuaji , gubernur Ang terkenal dekat dengan rakyat dan suka membantu rakyat, hal ini yang membuat sang gubernur menjadi idola dan di sanjung oleh rakyak kota Kuaji, di tambah lagi Komandan Kota Kuaji yang adalah adik nya sendiri bernama Jendral Ang Liu, terkenal sebagai jendral yag tegas namun mencintai rakyatnya..boleh di katakana antara pejabat dan rakyat telah menyatu, maka tak heran ketika, pesta pernikahan anaknya, Gubernur Ang di bantu oleh warga kota denga segenap hati.

__ADS_1


Pemuda sederhana bercaping lebar itu, melewati antrian seperti biasa, takada yang mecurigai pemuda itu. Begitu melewati pos penjagaan pemuda itu segera memasuki sebuar restoran yang terdapat di tengah kota karena, ketika memasuki restoran itu dia di sambut seorang pelayan dengan rama.


“Selama siang tuan, silakan masuk..” kata pelayan yang menyambutnya.


“Lopek, tolong carikan meja kosong.”


“Baik tuan, mari silakan ikut saya.”


Pelayan mengantar pemuda itu, ke sudut ruangan, karena memang bagian sudut ruangan itu di peruntukan untuk tamu yang datang sendiri atau datang berdua.


“Silakan duduk tuan, mau pesan apa kami memiliki arak terbaik di kota ini.”


“Tolong siapkan makanan, sayaur dan daging tuan serta air putih saja”.


“Apakah Tuan tidak memesan arak? Arak di tempat kami sangat terkenal tuan.”


“Tidak, cukup siapkan saja pesanan saya..”


“Baiklah tuan…Pesanan akan segera kami siapkan.”

__ADS_1


“Oh ya tuan, apakah di sini tersedia penginapan?”


“Tuan berda di tempat yang tepat, restoran kami sekaligus menyiapkan penginapan..apakah tuan berasal dari luar kota ini?”


__ADS_2