PENDEKAR SAKTI BERHATI EMAS

PENDEKAR SAKTI BERHATI EMAS
BAB. 14


__ADS_3

BAB. 14


kemampuannya sementara lawannya masi tampak tersenyum.


“Lihat serangan”.


Yang You mulai memainkan jurus Tongkat Sakti Pemukul Iblis, jurus ini meski harus menggunkaan tongkat, namun karena yang memainkan adalah salah satu murid kepala maka gerakan tangan Yang You tidak kala dengan gerakan tongkat.


“Ilmu hebat, ilmu hebat sayang tenaganya masi kurang”.


“BUARRRR….”


Terdengan benturan tenaga dalam ketika tapak tangan Yang You beradu dengan tapak tangan Lu Tong. Yang You merasa dadanya sesak karena hawa panas yang keluar dari tangan Lu Tong. Yang You berusaha menarik tangannya, namun terlambat tangan mereka seakan melekat erat dan tidak bisa di tarik kembali.


Yang You terlihat mulai pucat, tenaga dalamnya seakan hilang tak berbekas, tiga saudaranya yang menyaksikan pertandingan itu tidak merasa curiga, mereka mengira keadaan itu karena murni Yang You yang kalah tenaga.


Tangan Yang You mulai nampak gemetaran dan mulai mengeluarkan asap hitam.


Sinar putih melesat cepat kearah pergelangan tanagan mereka, Lu Tong yang melihat bahaya itu langsung menarik tangannya.


“Hanya pibu, namun sayang harus berlaku kejam”.


Terdengan suara Dewa Arak dari atas panggung tamu kehormatan.


Lu Tong yang menyadari penyerangnya adalah Dewa Arak hanya tersenyum.


“Pibu adalah Pibu, menang kalah sesuai aturan”. Kata Lu Tong.


Yang You yang telah terbebas dari kejadian itu merasa kaget melihat kedua tangannya telah menghitam dan melepuh. Tidak di sangkanya, bahwa aduh tenaga dalam tadi mengakibatkan kerugian besar padanya hingga tangannya terbakar tanpa di ketahui.


“Menara hitam”.


Yu Bing yang melihat tangan murid keponakannya terbakar langsung menyebut Menara Hitam. Yu Bing memerintahkan segera mengobati Yang You dan pertandingan pertama ini di menangkan oleh Lu Tong.


“Tuan terlalu bersikap kejam dengan sute saya, pertandingan persahabatan haruskah bersikap kejam?” kata Lang Bu orang ke dua dari Empat Pengemis Loukyan.


“Bukankah hal yang wajar jika terluka dalam setiap adu silat, salahkanlah sute mu karena kemampuannya yang kurang”.

__ADS_1


Mendengar jawaban Lu Tong, Lang Bu merasa orang di depannya terlalu sombong.


“Baiklah tuan, saya Lang Bu mohon petunjuk”.


“hemp. baiknya Tiga Pengemis Sakti yang tersisa maju bersamaan agar pertandingan ini cepat berakhir”.


Para tamu yang mendengar kata kata Lu Tong merasa kalau penantang ini terlalu berani, meski bisa mengalakan Yang You bukan berarti bisa meremehkan Tiga Pengemis lainnya.


Apakah orang ini sedang bercanda hingga meminta melawan tiga pengemis lainnya maju secarah bersamaan. Ketiga pengemis lainnya merupakan suheng dari Yang You dan memiliki kepandaian yang jau lebih tinggi dari Yang You sendiri.


Sementara itu, Kwee Li Siang yang menyaksikan pertandingan dari kursinya hanya mengerutkan alisnya dan berpikir tiga pengemis lainnya masi bukan merupakan lawan seimbang untuk penantang mereka, Kwee Siang merasa Lu Tong memiliki kesaktian yang jau lebih tinggi bahkan jika Empat Pengemis Loukyan maju mengeroyok secarah bersamaan belum tentu mereka bisa menang.


Kwee Li Siang mulai mengingat ngingat akan tokoh satu ini, melihat dari jurusnya sepertinya tidak asing dan merasa pernah bertemu dengan orang yang menguasai jurus ini.


Sementara itu Lang Bu yang mulai tersulut emosinya akan kata kata Lu Tong telah memasang kuda kuda Hati Teratai dan berinisiatif untuk menyerang lebih dulu. Lu Tong masi tetap tersenyum sinis memandang Lang Bu.


“Sebaiknya kalian bertiga maju bersamaan dan mengeluarka senjata andalan kalian, ingin saya merasakan sehebat apa Tongkat Sakti Pemukul Iblis yang amat terkenal, apa sesuai namnaya atau jangan jangan hanya omong kosong”.


“Apakah Tuan yakin dengan perkataan tuan?”


“hahaha..saya Lu Tong tidak pernah menarik kata kata, silakan ketiga pengemis maju bersamaan atau kalau terlalu takut silakan berlutut dan boleh di gantikan oleh tokoh Pengemis yang lebih tinggi”.


Terlalu hebat kata kata Lu Tong, sebuah tantangan terbuka di tujukan pada Sang Ketua atau Wakil Ketua, karena dengan menyebut di gantikan oleh tokoh pengemis yang lebih tinggi berarti ucapan itu sengaja di tujukan pada Ketua atau Wakil Ketua Partai Pengemis.


Ong Beng yang tidak lagi bisa menahan emosinya segera maju.


“Sute, mundurlah biar saya yang menghadapinya”.


Leng Bu terkejut melihat suhengnya yang telah maju untuk melawan Lu Tong. Suhenya biasanya paling sabar dalam menghadapi setiap masalah, namun kali ini suhengnya sepertinya telah tersulut emosinya oleh kata kata Lu Tong.


“Lihat serangan.”


Ong Beng langsung menyerang Lu Tong dengan Ilmu Tongkat Sakti Pemukul Iblis meski tidak menggunakan tongkat namun kedua tangan Ong Beng bergerak laksana ribuan tongkat yang menyerang Lu Tong dan menutup semua pergerakan Lu Tong.


Lu Tong merasa kaget, tidak di sangka bahwa orang pertama dari Empat Pengemis Loukyan memiliki tenaga dalam sehebat ini dan penguasaan Ilmu Tongkat Sakti Pemukul Iblis nya hampir sempurna.


Gerakan ke dua orang ini sangat cepat dan sukar di ikuti pandangan mata oleh para tamu yang masi rendah ilmunya. Hanya ada beberapa tokoh yang mampu mengikuti gerakan mereka dengan baik. Salah satunya Kwee Li Siang yang menonton dari deretan tamu biasa.

__ADS_1


Saking cepatnya gerakan mereka, dalam waktu singkat keduanya telah telah bertukar jurus hingga puluhan jurus.


Beberapa orang yang masi bisa mengikuti gerakan ke dua orang yang sedang bertanding mereka berpikir bahwa kedua tokoh itu memiliki ilmu silat yang setingkat namun bagi para pendekar tua mereka bisa melihat dengan jelas, bahwa pertandingan ini sebentar lagi di menangkan oleh Lu Tong. Terlihat jelas, bahwa Lu Tong seperti sedang mempermainkan Ong Beng.


Keduannya hanya nampak seperti bayangan yang berkelebat sana sini, namun beberapa tokoh dapat melihat dengan jelas bahwa sudah beberapa kali Ong Beng menerima pukulan telak dan mulai terluka dalam serius.


Pada jurus ke 49 nampak bayangan terlempar dengan kerasnya kearah bawa panggung dan secarah bersamaan bayang lainnya melesat kearah bayang pertama.


Yu Bing yang melihat keadaan itu berteriak kaget dan terlambat bereaksi, begitu juga para tokoh lainnya yang duduk di panggung kehormatan. Mereka bisa melihat bahwa kejadian terakhir adalah berakibat fatal bagi Ong Beng namun karena mereka hanya tamu, merekapun hanya bisa menonton dan menahan suaranya.


Buarrrr….!


Terdengar sura benturan keras di iringi dengan terlemparnya tubuh Lu Tong kembali ke atas panggung dengan kondisi kedua tangannya terkulai lemas tanda seluruh tulang pada pengelangan tangannya telah hancur dan dari mulutnya menyemburkan darah segar tanda terluka dalam yang parah.


Lu Tong memandang kearah Ong Beng namun yang terlihat adalah seorang wanita bercadar berdiri di depan Ong Beng. Lu Tong masi tidak percaya, hanya dalam satu gerakan wanita bercadar itu mampu menangkis serangannya bahkan membuatnya terluka dalam yang parah, bahkan harus mengalami cacat pada pergelangan tangannya.


Para tamu dan para tokoh sakti yang hadir merasa heran dengan kehadiran wanita itu, bahkan Yu Bing di buat kaget, hanya dalam satu tangkisan Lu Tong bisa di buat terluka parah. Yu Bing sendiri berpikir bahwa jika dia yang menangkis pukulan Lu Tong belum tentu kalau dia tidak mengalami kerugian besar, namun wanita itu dengan mudah menangkis serangan itu tanpa bergeming sedikit pun.


“Siapa kau?”


Lu Tong bertanya sambil menahan rasa sakit.


“Menara Hitam tidak pernah merasa jerih dan selalu membuat keonaran. Pergilah sebelum kepala mu yang sudah tidak ada harganya ikut hancur seperti kedua tangan mu, sekarang Iblis Tangan Hitam tidak bisa lagi menyebar maut di mana mana”.


Para tamu yang mendengar di sebutnya nama Iblis Tangan Hitam tersentak kaget, akhir akhir ini nama Iblis Tangan Hitam begitu terkenal di dunia persilatan, kekejamannya sangat mengiriskan hati, setiap lawan yang bertemu dengannya pasti mati dengan mengenaskan dan tubuh lawannya hangus seperti terbakar.


“Bidadari berkabung”


Terdengar teriakan beberapa tamu yang merasa mengenal ciri ciri pendekar wanita yang beberapa tahun belakangan ini mengetarkan dunia persilatan kususnya dari sebelah utara.


“Lihiap..hari ini Iblis Tangan Hitam mengakui kekalahan tapi aka nada waktunya Iblis Tangan Hitam meminta balasan akan kejadian hari ini”.


\=\=\=\=\=\=》》》》


Tetap dukung penulis meski di masa pandemik ini.


like dan komen selalu di tunggu 🙂

__ADS_1


__ADS_2