PENDEKAR SAKTI BERHATI EMAS

PENDEKAR SAKTI BERHATI EMAS
BAB. 28


__ADS_3

BAB. 28


Chen Bai Ki yang masi duduk di tempatnya terlihat memperhatikan pendatang baru ini. Dalam hati terus berpikir hubungan antara mereka.


“Baiklah..anak muda, kalau tidak keliru dugaan saya, bukankah kita memiliki pertanyaan yang sama?”


“Locianpwe benar, saya memang ingin menanyakan sesuatu pada Locianpwe.”


“Apa sebaiknya kita berbicara di tempat lain?” kata Su Han Bu sambil melirik kearah Tuan Hong.


Tuan Hong Tian yang merasa para tamunya membutuhkan keluasaan berbicara segera menggapi.


“Tuan berdua bisa menggunakan kamar ini untuk berbicara, saya bisa keluar sambil melihat para tawanan.”


Su Han Bu merasa penasaran akan sikap yang di tunjukan Hong Tian, seorang mantan jendaral utama Kerajaan yang sedang berkuasa, namun memberi ruang kepada mereka dengan cara mengala membiarkan kamarnya di pakai. Hal ini membuat ia semakin penasaran dengan sosok anak muda di depannya.


“Tuan Hong tidak perlu keluar, biarlah Tuan Hong tetap di sini mendengarkan semua pembicaraan kami.” Kata Chen Bai Ki.


Su Han Bu makin penasaran, seorang pelayan muda di sebuah penginapan yang terletak di pedesaan secarah umur pantas menjadi anaknya dan kalau di bandingkan dengan sosok mantan jendral di depannya, pelayan muda ini pantas menjadi cucunya, namun bisa berbicara seperti itu di depannya seakan sedang berbicara dengan rekan sebayanya atau kenalan lama.


“Duduklah Tuan Su”. Kata Chen sambil memberikan tempat duduk.


Cara bicara Chen sangat berbeda dengan keadaan siang tadi ketika menyambut Su Han Bu dan anaknya, kini gaya bicaranya teratur rapi layaknya orang terpelajar bahkan memiliki tata krama keluarga terpandang. Hal ini semakin membuat Su Han Bu makin penasaran akan sosok pelayan muda di depannya.


“Anak muda, jika tidak keberatan saya boleh tau siapakah Suhu mu?”


Di Tanya tentang Suhunya Chen Bai Ki menjadi teringat akan Suhunya yang telah lanjut usia, entah bagaimana kabar Suhunya. Semenjak meninggalkan kerajaan, ia tidak pernah lagi ketemu suhunya.


“Ah. Suhu saya hanya di kenal dengan panggilan Bu Beng lojin Locianpwe, beliau seorang pengembara tanpa tempat tinggal yang kebetulan saat saya masi berumur sepuluh tahun di angkat menjadi murid oleh Suhu.”


“Apakah Suhu tidak pernah bercerita tentang asal usulnya?”


“Maaf Locianpwe, sebelumya apakah sebaiknya memperkenalkan diri terlebih dahulu?”


“Baiklah baiklah. Saya bernama Su Han Bu berasal dari Lembah Panjang. Selama ratusan tahun, keluarga kami hidup mengasingkan diri di Lembah Panjang yang hampir tidak pernah di datangi orang luar.”


Chen Bai Ki melirik kearah Hong Tian ketika mendengar Lembah Panjang. Namun orang yang di lihat hanya berdiam dan tak bereaksi seakan tidak ada apa apa. Chen Bai Ki yang melihat reaksi Hong Tian langsung menyadari bahwa bisa jadi Tuan Su sedang mencari orang yang di maksud Hong Tian.


“Saudara Chen, kalau tidak salah saat pertempuran tadi saudara Chen sempat mengenali jurus keluarga kami yang seharusnya tidak di kenalai karena sejak ratusan tahun lalu keluarga kami menyembunyikan diri dan hamper tidak pernah muncul di dua ramai.”

__ADS_1


“Bukankah ilmu silat yang Locianpwe gunakan adalah Tangan Dewa Petir Merah?” kata Chen.


“Dan bukankah luka yang di derita oleh orang ketiga dari Sam-Eng Hwang ho adalah akibat Tangan Dewa Petir?”


“Sepertinya ada hubungan perguruan antara Tuan berdua.” Tuan Hong Tian yang sedari tadi hanya mendengar kini ikut berbicara.


Su Han Bu dan Chen Bai Ki terlihat mengiakan kata kata Hong Tian.


“Suhu memang pernah bercerita bahwa Suhu memiliki Adik seperguruan yang menguasai ilmu silat Tangan Dewa Petir Merah dan memang suhu berasal dari sebelah utara namun suhu tidak pernah menyinggung nama Lembah Panjang.”


“Sepertinya dugaan saya benar. bukankah suhu mu yang berjuluk Ki Mo Eng (Pendekar Berambut Emas).”


“Benar Suhu dulunya berjuluk Ki Mo Eng, namun sudah puluhan tahun suhu tidak mengunakan nama itu dan lebih senang di sebut Bu Beng Lojin.”


“Ha.ha.ha. ketahuilah ank muda, saya dan suhu mu masi terhitung saudara seperguruan bisa di bilang saya adalah murid termuda dari suhu kami di Lembah Panjang. Suhu mu memang terkenal perantau semenjak muda, beberapa kali suhu mu meninggalkan lembah tanpa ijin suhu kami. Hal itu salah satu yang menyebabkan suhu mu harus meninggalkan Lembah Panjang dan di larang menbawa nama Lembah Panjang.


“Bukankah Tangan Dewa Petir Merah hanya di kuasai oleh paman Guru Su Ci Kang?”


“Awalnya memang seperti itu, ketika Suhu mu masi berada di Lebah, saya merupakan murid Suheng Su Ci Kang namun semenjak Suheng sakit sakitan Kakek Guru mengangkat saya menjadi muridnya agar Tangan Dewa Petir Merah ada pewarisnya apalagi saat itu, Suhu mu tidak tau berada di mana dan semua anggota keluarga Lembah Panjang di larang keluar dari lembah.”


“Ah Paman guru”


“Sudahlah Anak Chen, melihat kamu saat ini setidaknya saya bangga bahwa Suheng memiliki murid berbakat yang pilih tanding dan suheng benar benar menjalankan aturan danlarangan ketika keluar Lembah.”


“Ha.ha.ha. Tuan Su Han Bu ternyata masi paman guru dari Tuan Chen, seperti dugaan saya tadi sepertinya ada hubungan perguruan antara Tuan Suhan Bu dan Tuan Chen.”


Su Han Bu merasa penasaran, bagaimana bekas jendral ini bisa mengetahui hal itu, bisa menebak dengan mudahnya.


“Tuan Su mungkin bertanya Tanya bagaimana saya yang tua ini bisa mengetahuinya kan.” Sambil melirik kea rah Chen Bai Ki.


Chen Bai Ki hanya tersenyum tanda tidak menghalangi orang tua di depannya berbicara.


“Bagaimana Tuan Hong bisa menebak hal itu? Sungguh hati ini penasaran.”


“Tuan Su mata ini meski telah tua namun melihat Ilmu silat yang Tuan gunakan tadi dapat saya duga Tuan Su pasti memiliki hubungan dengan Tuan Chen.”


“Apakah Tuan Hong mengenali Ilmu silat kami?”


“Saya tidak hanya mengenali bahkan saya telah beberapa kali mencoba ilmu itu dan bahkan pernah terluka parah oleh Tuan Chen.”

__ADS_1


Chen Bai Ki yang mendengar pembicaraan itu hanya tertunduk malu dengan wajah yang kemerahan.


“Apa maksud Tuan Hong?”


“Ketahuilah Tuan Su, murid keponakan mu ini adalah….”


Hong Tian menghentikan bicaranya dan melirik kearah Chen Bai Ki, seakan meminta ijin untuk melanjutkan ceritanya. Namun karena Chen Bai Ki hanya diam tidak bereaksi Hoang Tian pun menghentikan ceritanya jangan sampai menyinggung sahabat mudanya yang sekaligus musuh bebuyutan di masa lalu.


“Hemp.. sepertinya ada rahasia yang di simpan di sini?”


“Silakan Tuan Hong melanjutkan ceritanya, bagaimanapun Locianpwe ini adalah Paman Guru saya.”


Hong Tian seakan bangga menceritakan cerita ini aplagi di depan paman guru dari sahabat nya.


“Tuan Su, ketahuilah Murid keponakan mu adalah satu satunya musuh yang saya hormati dan kagumi. Satu satunya orang yang mampu mengalahkan saya di medan pertempuran selama saya bertugas. Tuan Chen adalah Bekas Panglima Muda Dinasti Chen, jika bukan karena Tuan Chen mengundurkan diri dari jabatannya, mungkin hingga saat ini masi terjadi pertempuran antara Dinasti Chen dan Dinasti Sui.”


Su Han Bu yang mendengar cerita Bekas panglima di depannya seakan tidak percaya, bagaimana mungkin murid keponakannya yang masi begitu muda mampu mengalahkan Bekas jendral yang berpengalaman puluhan tahun di mendan pertempuran. Bisa jadi secarah ilmu silat murid keponakannya jau lebih unggul, namun dalam hal seni perang di rasa tidak mungkin, namun setidaknya sedikit terlihat ada kebanggaan pada wajah Su Han Bu mendengar cerita Hong Tian, karena bagaimanapun cerita itu di dengar dari orang yang mengalami kejadian secarah langsung.


“Paman Guru, kalau boleh tau kemanakah tujuan Paman Guru berdua sama adik mey?”


“Ah semua ini karena Anak Mey yang ingin ketemu dengan Suheng dan Sucinya yang telah bertahun tahun meninggalkan Lembah.”


“Bisakah kami mengetahui, siapa orang yang Tuan Su maksud? siapa tau kami bisa mengenali dan membantu Tuan Su.”


“Keduanya Anak Murid Lembah Panjang yang harus terusir karena melakukan pelanggaran.”


“Apakah mereka sepasang muda mudi berumur antara dua puluh lima hingga dua puluh tujuh Tuan Su?


“Apakah Tuan Hong mengenal mereka? Dan dari mana Tuan Hong tau bahwa mereka ada hubungan sama Lembah Panjang?”


Terlihat Su Han Bu tidak menyukai situasi saat itu, Tuan Hong seperti mengenal akan keadaan orang yang di carinya.


\=\=\=\=\=\=》》》》


Salam merdeka


Kita Bineka Tunggal Ika


Kita satu bangsa

__ADS_1


Kita bangsa Indonesia


__ADS_2