
BAB. 11
berbalik, bangsawan cin mulai bisa membalas serangan sepasang Iblis.
Pertarungan makin hebat, tak terasa telah lewat puluhan jurus meski masi belum bisa mengalakan sepasang Iblis namun bangsawan cin juga tidak terdesak lagi seperti tadi.
Sepasang Iblis penasaran, nama besar mereka bisa hancur jika tidak bisa mengalahkan lawan mereka. Merekapun sepakat untuk mengunakan jurus pamungkas mereka.
Terlihat tangan Sepasang Iblis mulai berubah warna, yang awalnya terlihat hijau karena asap hijau yang keluar dari tangan mereka, kini warna tangan mereka mulai kelihatan ungu, tanda mereka mulai menggunakan ilmu baru mereka yang baru mereka ciptakan.
“hehehe. suamiku, sepertinya Bangsawan ini beruntung, menjadi orang pertama yang mencicipi Ilmu baru kita”.
Gerakan sepasang Iblis makin cepat, seiring perubahan warna tangan mereka, bangsawan Cin terlihat kaget melihat perubahan ini. Kekagetan Bangsawan Cin harus di bayar mahal, karena tapak sepasang Iblis tepat menghantam dadanya. Bangsawan Cin hanya bisa mengerakan tenaga dalamnya kebagian dadanya.
Bangsawan Cin berusaha mempertahankan posisinya agar tidak terlalu tertekan, nampak wajah bangsawan Cin mulai terlihat berwarna Ungu akibat racun Kelabang Ungu. Bangsawan Cin berusaha memberikan perlawanan.
Gubernur Ang dan Jendral Ang terlihat mulai gelisa, mereka tidak menyangka ternyata para pengacau adalah orang orang sakti.
Bangsawan Cin memompa semangatnya agar tidak terluka terlalu hebat, namun secarah bersamaan Sepasang Iblis juga menambah tengah mereka, akhirnya bangsawan Cin harus mengakui kehebatan lawannya.
Bangsawan Cin mulai terkulai lemas, dari mulut dan hidungnya mulai terlihat mengalir cairan berwarna Ungu.
Di saat kritis bagi Bangsaan Cin, nampak berkelebat bayangan hitam. Bangsawan Cin merasa sebuah hawa hangat mengalir dari pundaknya dan terus mengalir ke tangannya. Hawa itu begitu kuat dan perlahan melai berubah menajdi sebuah kekuatan dan menghantam kearah Sepasang Iblis.
Sepasang Iblis yang tidak menyangka akan kejadian itu, harus membayar mahal. Mereka terjengkang belasan meter, tenaga dalam mereka berbalik menyerang mereka sendiri. Dari mata, hidung dan mulut mereka berhamburan darah berwarna Ungu.
“Pendekar Berhati Emas” Terdengar teriakan dari mulut Iblis kembar.
Mereka langsung meyerang Pendekar Berhati Emas, sementara para tamu undangan yang mendengar bahwa pendatang baru bercaping adalah Pendekar Sakti Berhati Emas yang beberapa bulan ini mengemparkan dunia persilatan merasa tabjuk akan kesaktian pendekar itu. Selama ini mereka hanya mendengar namanya tanpa pernah melihat orangnya, kini mereka memiliki kesempatan menyaksikan sepak terjang pendekar itu.
Terjadi pertandingan hebat antara Pendekar Sakti Berhati emas melawan Iblis Kembar, gerakan mereka begitu cepat, hingga hanya ada beberapa orang yang bisa mengikuti gerakan mereka.
__ADS_1
Dalam waktu singkat, telah lewat puluhan jurus dan mulai terlihat sepasang Iblis kembar mulai terdesak.
Sepasang Iblis Kembar mengunakan ilmu Jari Tengkorak tampak dari kedua tangan mereka mengeluarkan aroma berbau busuk yang pekat.
Chen Bai Ki tidak merasa terganggu dengan aroma itu, bahkan Chen Bai Ki berani beradu tangan dengan Iblis Kembar. Setiap kali beradu tangan nampak Iblis Kembar selalu terdorong tanda mereka kalah tenga dalam.
Chen Bai Ki yang merasa, aroma yang keluar dari ke dua tangan Iblis Kembar bisa membahayak para tamu, berinisiatif untuk segera mengakhiri pertandingan ini.
Chen Bai Ki mengunakan Ilmu andalannya, Tangan Dewa Petir..Seketika kedua tanganya mengeluarkan cahaya kilat dan menghantam kepala Sepasang Iblis.
Sepasang Iblis yang tidak pernah bertarung dengan Chen Bai Ki meremehkan pukulan Chen, akibatnya harus di bayar mahal, mereka meninggal dengan seluruh kulit menghitam seperti terbakar dan dalam keadaan berdiri.
Ilmu Tangan Dewa Petir adalah ilmu yang memiliki persamaan dengan petir, lawan yang terkena ilmu ini kulitnya akan menghitam seperti terbakar.
Setelah mengalahkan Iblis kembar, Chen Bai ki mencari Sepasang Iblis, namun tenyata merekapun bernasib sama seperti Iblis Kembar, mereka mati akibat ilmu meraka sendiri dan mereka tidak pernah menyangka hal itu bahwa harus menjadi korban keganasan Ilmu Ciptaan mereka sendiri.
Chen Bai Ki menghampiri Bangsawan cin dan memeriksa kondisinya. Bangsawan Cin terluka parah akibat ilmu Kelabang Ungu milik Sepasang Iblis.
Dari kepala Bangsawan Cin tampak keluar uap berwarna Ungu pekat, lama kelamaan warna uap itu mulai terlihat pudar dan berwana putih. Chen Bai Ki manarik tangannya karena melihat uap yang keluar dari kepala Bangsawan Cin telah berubah warna menjadi putih.
“terimah kasih tuan pendekar karena telah menyelamatkan nyawa saya”. Kata Bangsawan Cin.
Chen Bai Ki mengangkat tangannya dan hanya tertawa.” Tidak apa apa Bangsawan Cin”
Bangsawan Cin seperti mengenal suara itu.
“Bangsawan Cin, luka mu belum sembuh benar benar tapi setidaknya, bangsawan Cin telah terbebas dari racun kelabang Ungu.”
Bangsawan Cin tertegun dan baru menyadari siapa sosok yang menolonya, Bangsawan cin buru buru berlutut, namun segera di tangkap oleh Chen Bai Ki.
”Bangsawan Cin, ingtalah saya bukan lagi Jendral ataupun Pangeran. Saya telah melepas dan memutuskan hubungan dengan kekaisaran jadi saya harap Bangsawan Cin tidak bertindak berlebihan”.
__ADS_1
Bangsawan Cin meminta gubernur Ang agar pesta segera di akhiri agar bisa leluasa menyambut Chen Bai Ki. Pesta segera di bubarkan dan para tamu segera meninggalkan kediaman Gubernur Ang.
Dengan perginya para tamu yang rata rata para pendekar dunia persilatan, maka makin terkenallah nama Pendekar Sakti Berhati emas apalagi pendekar itu berhasil mengalahkan sepasang Iblis dan Iblis Kembar.
Gubernur Ang menjajak Bangsawan Cin kedalam rumahnya dan memerintahkan memanggil tabib terbaik Kota Jiangkang untuk memeriksa Bangsawan Cin.
Dalam ruangan yang berukuran besar yang di kususkan untuk menerima tamu penting, bangsawan Cin memperkenalkan orang bercaping itu. Seketika semua orang langsung berlutut Karena tidak menyangka bahwa orang bercadar itu adalah Panglima Chen yang masi merupakan Pangeran dan keponakan Kaisar. Namun Chen Bai Ki meminta mereka untuk berdiri.
“Sudahlah, harap kalian semua tidak berlebihan, seperti yang kalian tau, saya sekarang bukan lagi Pngeran ataupun Pejabat Istana lagi. Hubungan saya dengan Istana telah selesai”.
“Baiklah yang mulia pangeran, eh.eh. maksud saya Tuan Chen.” Kata Gubernur Ang agak kaku.
“Tidak kami sangka, ternyata Tokoh sakti yang akhir akhir ini mengemparkan Dunia Persilatan dengan julukan “Pendekar Sakti Berhati Emas” adalah Tuan Muda Chen.” kata Bangsawan Cin.
“Orang orang terlalu berlebihan, namun biarlah mulai hari ini orang cukup mengenal saya seperti itu dan biarlah orang melupakan Panglima Chen atau Pengeran Chen”. Kata Chen perlahan, namun mereka yang hadir di situ bisa melihat dalam ucapan itu terkandung kedukaan dan rasa penasaran besar.
Setelah memastikan kesembuhan Bangsawan Cin, Chen Bai Ki atau sekarang di kenal dengan Nama Pendekar Sakti Berhati Emas melanjutkan perjalanannya di Dunia Persilatan.
Semenjak peristiwa di kota Jiangkang, nama pendekar Sakti Berhati Emas makin terkenal di Dunia Persilatan, namanya kini mulai di sejajarkan dengan tokoh Sakti saat ini seperti Para pemimpin Partai Partai besar seperti, Siw Liem Pay, Butong Pay, Kun Lun Pay, Tan San Pay dan beberapa tokoh Sakti lainnya seperti, Pendekar Bengsan tokoh sakti penghuni puncak Beng San berusia 48 Tahun, Tan Taihap seorang budiman penghuni sebuah pulau kecil di tengah Danau Teratai di sebelah selatan Kota Ceng To.
Tahun itu tahun Tahun 589 merupakan akhir berdirinya Dinasti Chen, tepat setahun setelah Jendral Muda Chen melepas jabatan sebagai Panglima Angkatan perang Kerajaan.
Setelah berhasil menghancurkan Qi Utara, pada tahun 577 Dinasti Sui mengalihkan serangan ke Dinasti Chen.
Kaisar Dinasti Sui dari sebelah Utara Tiongkok mengirim ratusan ribu bala tentaranya ke Selatan Tiongkok, mula mula daerah perbatasan antara utara dan selatan yang di taklukan oleh Dinasti Sui di bawa komando Jendral Hong Tian.
Terjadi perang dasyat di perbatasan yang menelan korban jiwa ribuan orang, baik pasukan kerjaan kedua pihak ataupun masyarakat sipil.
Di mana mana perang selalu menimbulkan duka dan penderitaan dan yang paling merasakan hal itu adalah masyarakat sipil yang kehilangan tempat tinggal dan mata pencarian, perampokan terjadi di mana mana baik di lakukan oleh para tentara sendiri ataupun para perampok yang mengunakan kesempatan ini.
Rakyat selalu menjadi korban untuk memenuhi ambisi para penguasa meski dengan dalil melawan para penjajah ataupun pihak luar. Dalam suasana perang, tidak sedikit para wanita menjadi korban perkosaan oleh mereka yang menganggap diri pahlawan perang.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=》》》》