
BAB. 4
perempuan kecil itu, kepala perampok memutuskan membawa Kwee li Siang hidup hidup dan merawatnya sambil menunggu Kwee Li Siang berusia dewasa. Kwe Li Siang yang meski baru berusia 8 tahun, namun sudah mulai mengerti akan keadaan.
Saat Kwee Li Siang akan di bawa pergi, saat itulah muncul seorang Kake berusia 60 Tahun.
Kepala perampok yang ketika melihat kake pendatang baru itu langsung merasa gemetaran, karena kake itu beberapa tahun lalu pernah menghajar gerombolan ini dan memberikan ampun karena mereka berjanji akan bertobat. Siapa sangka mereka bukan bertobat malah lebih mengganas.
“hemp…sepertinya kalian tidak layak lagi untuk hidup…” kata kake itu.
“Ampunkan kami Lociapwe..kami melakukan ini karena terdesak himpitan hidup..”
“Anak baik…kesinilah..” seperti ada tenaga yang menarik, kwee li siang merasa drinya bergeser dengan sendirinya ke arah kake itu..
“siapa nama mu anak baik?.” kake itu bertanya pada Kwee Li siang yang kini telah berada pada pelukan kake itu..
“Nama saya Kwee Li Siang Kek..”
__ADS_1
“DI mana keluarga mu?. Kenapa kamu ada di tengah hutan dengan para perampok ini.”
“Saya di culik kek, keluarga saya telah di bunuh” kata kwe li siang sambil melihat para perampok.
Pera perampok terlihat gemetaran dan mulai berpikir untuk melarikan diri. Namun terlambat, sebelum mereka melarikan diri kake itu lebih dulu bergerak..
Tampak kilatan cahaya putih terbang menuju kearah para perampok itu. Seketika semuanya roboh dan berlutut..”Ampunkan kami Locianpwe” terdengar suara para perampok memohon…
“Anak baik…kamu ingin membalas dendam keluarga mu..?”
“Aku ingin melepaskan mereka kek tapi sepertinya mendengar cerita kakek dan mereka tadi, sepertinya mereka pernah di kasi kesempatan namun tidak bertobat, saya rasa percuma di kasi kesempatan lagi, mereka akan kembali seperti ini kek.”
“Siapa nama mu tadi anak baik..?”
“sama saya Kwee Li Siang Kek. “
“Baikalah, anak Kwee. Apa kamu mau ikut kake dan menjadi murid kake..?”
__ADS_1
Kwee Li siang adalah anak seorang Pedagang kaya yang tentunya memiliki pendidikan meski baru berumur 8 tahun, kwee li siang langsung berlutut dan sambil menundukan kepalanya hingga ke tanah sebanya 3 kali dan berkata “SUHU…Terimalah hormat Tecu..”
“hahahaha…” kake itu tertawa dan menyambar tubuh Kwee Li Siang dan sekali mengerakan tubuh kakek itu telah menghilang dari hadapan para perampok itu yang masi terdiam dengan wajah pucat penuh ketakutan. Tubuh mereka mulai terlihat pucat, tanda mereka keracunan.
“Kek..bagaimana dengan perampok itu, apakah mereka di biarkan begitu saja dan tidak akan mengulangi perbuatan mereka?”
“hehehehe…baru saja kamu berlutut dan mengangkat saya guru, sekarang kau memanggil kakek..hehhe”
Kwee Li Siang teringat bahwa kini dia telah menjadi murid kake sakti yang menolong ya..
“Maafkan Tecu Suhu…”
“hehehe..tidak apa apa murud ku, terserah kamu mau panggi kake atau suhu…”
Kwee Li Siang tersenyum sambil menari nari..
“kek, aku lebih senang memanggil kake ya..”kwee Li Siang berkata sambil membujuk kake sakti itu…
__ADS_1
“baiklah..baiklah…terserah kamu murid ku..”para perampok itu, sengaja tidak kake bunu sekarang karena biarlah itu menjadi urusan mu kelak nanti setelah kamu berhasil menguasai semua ilmu yang akan kake turunkan pada mu murud ku. Anggap saja kake menitipkan nyawa tidak berguna mereka untuk saat ini, namun kake harap jika satu saat kamu mencari mereka dan membunuh mereka