PENDEKAR SAKTI BERHATI EMAS

PENDEKAR SAKTI BERHATI EMAS
BAB. 13


__ADS_3

BAB. 13


Yu Bing yang mendengar suara itu hanya tersenyum sambil menatap kearah sumber suara.


Sesosok banyangan melesat cepat kerah Yu Bing dan langsung menyerang. Yu Bing tidak mengelak mala membiarkan dadanya menjadi sasaran serang bayangan itu.


Nampak kilatan cahaya terang ketika tangan penyerang mengenai dada, Yu Bing nampak mundur dua langka untuk mengurangi efek dorongan tenga yang amat besar, namun di sisi lain penyerangnya seperti terseret oleh tenaga hisapan yang keluar dari dada Yu Bing.


“hahahaha. Pengemis Pengembara makin gemuk setelah memiliki rumah yang mewah dan tidak lagi tidur di kolong jembatan”.


Parah anggota pengemis yang mendengar pembicaraan itu menjadi marah bahkan ada yang mulai terlihat mencabut senjata mereka dan siap untuk menyerang.


“hahahaha. apakah para Pengemis sekarang kehilangan Kegagahan dan memiliki kesenagan baru mengeroyok? majulah majulah”.


Seorang Pengemis yang melihat Wakil Ketuanya mundur beberapa langka mengira wakil ketuanya kalah tenaga di tambah lagi mendengar ucapan pendatang baru itu yang terlalu menghina langsung menyerang dengan senjata tongkat andalannya.


Yu Bing yang melihat hal itu tidak sempat memperingati karena sedang beradu tenaga dalam.


Plak. Yu Bing terlempar, karena serangan anak buahnya bukan membantu malah memperhebat serang pendatang baru itu. Untung dalam keadaan darurat, Yu Bing bisa menarik tenaganya dan penyerangnya pun langsung memutuskan aliran tenaga dalamnya yang di gunakan untuk mendesak Yu Bing, namun akibatnya Pengemis yang meyerang dari belakang terlempar membalik dengan tongkatnya menjadi beberapa potong. Nampak darah mengalir dari sisi mulut pengemis itu.


“Lancang masi untung nyawa mu tidak melayang”. Terdengar suara penyerang memandang kearah pengemis yang menyerangnya dari belakang, sambil berjalan menuju kearah Yu Bing.


“Bagaimana kondisi mu Pengemis Pengembara?”


“hahahahaha. kau makin kuat saja Dewa Arak. Tenang saja, tenaga mu masi belum bisa melukai saya”.


“Mari kita buktikan jika ingin membuktikannya dasar pengemis sombong”.


Keudanya tertawa lepas hingga suasana yang awalnya mencekam kini berubah menjadi ramai kembali.


Yu Bing memerintahkan untuk merawat Pengemis yang terluka itu.


“Dewa Arak, maafkan murid kami yang lancang menyerang mu karena tidak mengenal mu.”

__ADS_1


Orang orang yang mendengar di sebutnya nama Dewa Arak menjadi kaget. Banyak di antara para tamu hanya pernah mendengar namnya namun belum pernah bertemu orangnya.


Kini orang yang masuk daftar Tokoh sakti saat ini berada di depan mereka dan berkempatan melihat pertandingan tingkat tinggi yang barus saja di pertontongkan.


“hahaha. selamat ulang tahun ketua Yu. semoga parta Pengemis Teratai selalu pada pendiriannya terus”.


“Terima Kasih Dewa Arak telah jau jau ke tempat kami”. Kata ketua Yu sambil berdiri dari kursinya dan mempersilakan tamunya untuk duduk di deretan tamu kehormatan.


Pesta berjalan sangat meria, para tamu yang hadir terlihat menikmati jamuan dari tuan rumah, meski pemilik pesta adalah partai pengemis namun makanan dan arak yang di sajikan tidalah kalah dengan hidangan hidangan yang di sajikan pada pesta pesta para pembesar, hal ini di karenakan Partai Pengemis Teratai adalah pelindung Kota dan dapat di katakana bahwa pesta perayaan ulang tahun Ketua Yu adalah bantuan dari pejabat kota Loukyan.


Di tengah kemeriahan pesta, terdapat seorang tamu wanita cantik berusia 23 tahun, sekilas para tamu yang tidak mengenal wanita itu hanya mengacuhkan termasuk tuan rumah karena wanita itu tidak memperkenalkan dirinya di tambah wanita itu menggunakan cadar hingga tidak terlalu menarik perhatian orang. Wanita itu hanya di angap tamu biasa atau utusan partai persilaatan kecil, wanita itupun tidak mempermasalahakan hal itu.


Wanita Cantik itu adalah Kwee Li Siang atau yang di kenal “BIDADARI BERKABUNG” Keberadaan Kwee Sing di pesta ini adalah kerana kebetulan dalam perantauannya hingga ke kota Loukyang dan mendengar Pesta yang di adakan oleh Partai Pengemis.


“Pesta yang sangat meria terasa kurang jika tidak di adakan pertunjukan silat”


Seorang tamu dari rombongan tamu biasa berteriak lantang, karena para tamu adalah rata rata dari dunia persilatan, maka serempak mereka menyetujui hal itu.


Yu Bing yang mendengar usul itu hanya tersenyum sambil memandang kakanya. Terlihat Ketua Yu menggukan kepala tanda menyetujui usul itu.


Kata Katu Yu Bing di sambut meriah oleh para tamu.


Yu Bing segera memanggil empat murid kepala naik ke atas panggung. Keempat murid kepala rata rata berusia 40 tahun lebi namun keempatnya telah memiliki nama besar dalam dunia persilatan dengan julukan Empat Pengemis Loukyang.


Empat Pengemis loukyang adalah murid langsung Ketua Pengemis, keempatnya termasuk tokoh penting karena merupakan murid langsung dari Ketua Yu dan telah mewarisi Ilmu Tongkat Sakti Penakluk Iblis yang merupak Ilmu andalan para pimpinan Parta Pengemis Teratai.


Orang tertua berusia 42 tahun bernama Ong Beng, orang ke dua bernama Lang Bu berusia 41 tahun, orang ke tiga bernama Leng Su berusia 41 tahun dan orang ke empat bernama Yang You berusia 40 tahun.


“Para Cuwi sekalian berhubung pibu ini hanya bersifat pertandingan persahabatan, selain tidak di perkenankan menggunakan senjata, maka pibu ini juga kami batasi dengan 50 jurus. Para Cuwi kami persilakan untuk menguji para murid kepala kami, yang mampu mengalahkan murid kami sebelum jurus ke 50 di anggap pemenang dan jika ke dua duanya melewati jurus ke 50 maka pertandingan di anggap seri”.


Para tamu undangan bersorak menyambut kata kata dari Yu Bing.


Para tamu yang telah mengenal keempat pengemis itu ada yang langsung meresa gentar, karena keempatnya telah berhasil membuat nama besar di dunia persilatan.

__ADS_1


“Saya ingin mencoba nama besar Empat Pengemis Loukyan”


Berbarengan dengan suara itu, nampak berkelebat banyangan ke atas panggung, seorang pria berusia 40an tahun nampak berdiri menghadap Empat Pengemis Loukyan dengan senyum mengejek.


“Sungguh membuat hati penasaran jika tidak menggunakan kesempatan langkah ini untuk menguji nama besar Empat Pengemis Loukyan, saya Lu Tong melupakan kebodohan untuk menguji Keempat pengemis”.


Ong beng yang merupakan murid tertua menyambut dengan senyum keramahan, meski dalam hati berpikir keras sosok pendekar di penantang ini.


“Tuan Lu Tong maafkan kami yang belum mengenal dan apa bila ada kekurangan dalam jamuan kami, sekiranya bisa di maklumi”.


“Saya Lu Tong, hanya seorang perantau yang kebetulan lewat di kota ini dan mendengar di adakan pesta ulang tahun ketua pengemis hingga melupakan kebodohan untuk belajar kenal”.


Yu Bing yang mengikuti pembicaraan itu segera memberi tanda untuk memulai pertandingan.


Yang You orang termuda dari Empat Pengemis Loukyan segera maju mewakili saudaranya yang lain untuk melawan Lu Tong.


“Tuan Lu Tong, sebagai tamu kami persilakan untuk memulai serangan”. Kata Ong Beng sambil memasang kuda kuda Hati teratai yang merupakan ilmu pembuka yang wajib di miliki oleh setiap anak murid Pengemis Teratai.


Yang You meski orang termuda dari Empat Pengemis Loukyan namun merupakan yang paling cerdik, ketika melihat lawan ini, ia merasa curiga dan memilih maju duluan andaikan kalah setidaknya para saudara lainnya dapat mengetaui kemampuan lawannya.


Lu Tong tersenyum sinis kearah Yang You.


“Baiklah, jaga dan liahat serangan Lokai”.


Lu Tong langsung menyerang Yang You dengan kepalan tangan, sementara Yang You yang telah bersiap siap langsung bersikap waspada, ia merasakan hawa panas yang besar keluar dari tangan Lu Tong.


Yang You merasa ada tenaga panas yang sangat besar menindih tenaganya, namun karena telah bersikap waspada dengan mudah Yang You bisa menghindari serangan itu.


“Hebat..hebat. tidak percuma nama besar Empat Pengemis Lokyan namun apakah itu sudah cukup”.


Lu Tong kembali menyerang namun kali ini ia meningkatkan tenaganya, belasan jurus telah lewat, keduanya nampak seimbang.


Para tamu yang menyaksikan pertandingan itu mengeluarkan suara berdecak kagum menyaksikan pertandingan kedua tokoh tersebut, meski rata rata tidak mengenal Lu Tong, namun menyaksikan kehebatannya para tamu lainnya mulai menyoraki namanya.

__ADS_1


Yang You Merasa Penasaran telah belasan jurus berlalu namun belum juga mampu memenangkan pertandingan bahkan membuta lawan terdesakpun belum bisa, padahal ia telah mengeluarkan semua


\=\=\=\=\=\=\=》》》》


__ADS_2