
BAB. 7
Belum selesai Tan Piauwshu berbicara, pimpinan perampok sudah menyerang dan membunuh satu orang anggota Piauwshu yang terdekat.
“hentikan tuan…”terdengar suara Tan Piauwshu. Apa sebenarnya yang kalian inginkan?. Upeti kalian telah kami bayarkan sebelum kami memasuki hutan ini.” Terdengar suara Tan Piauwshu yang mulai kebingungan.
“Sepertinya kalian memilih mati di sini dari pada menyerahkan barang yang kalian kawal.?”
“Tuan bagi kami para Piauwshu tidak ada yg lebih berharga dari pada mengwal barang ini selamat sampai tujuan, kami memilih mati dari pada melihat kami kehilangan barang kawalan kami.” Kata Tan Piauwshu yang mulai marah karena sepertinya tidak ada jalan lain selain bertempur matia matian mempertahankan barang kawalannya.
Dalam hati Tan Piauwshu, seakan terjadi pertaruhan, jika benar dugaannya maka wanita dalam kereta adalah orang berkepandaian tinggi, lebih tepat lagi pengawal sesunggunya barang ini adalah orang dalam kereta..para Piauwshu hanyalah kedok pemilik barang agar tidak terlalu di curigai..
“Tuan tan…kalau benar dugaan saya, sepertinya Tuan sedar bertarus dalam hal ini.” Kata wanita dalam kereta sambil tertawa kecil.
Tan Piauwshu merasa kaget, sepertinya pikirannya bisa terbaca oleh penumpang dalam kereta ini.
“Apakah nyonya akan membiarkan semua anak buah saya mati baru akan bertindak?.” Apakah itu tidak nantinya akan lebih merugikan kita berdua..Tan Piauwshu seperti merasa mendapat pemikiran yang bagus akan situasi ini.
__ADS_1
“Saya mulai berpikir yang sama dengan Tuan Tan. Namun sepertinya, saya sendiri masi belum yakin apakah saya bisa mengatasi masalah ini sendiri tanpa bantuan Tuan Tan”
“Sebaiknya kita bekerja sama nyonya, saya rasa kita akan mampu mengatasi mereka kalau bersama sama”.
Kwee Li Siang masi asik menonton dari atas pohon, namun melihat situasi yang mulai berbahaya bagi rombongan Piauwshu, kwei li siang mulai bersiap siap membantu.
Kini Tan Piauwshu mencabut pedangnya dan berdiri paling depan dan di temani Nyonya yang menjadi penumpang dalam kereta. Nyonya dalam kereta menggunakan topi yang di tutupi cadar warna hitam yang selaras sama warna pakaian yang di gunakannya.
“Apakah kalian memilih nekat melawan kami?.” Kata kepala perampok.
Terjadi pertempuran berat sebelah, kembali satu persatu anak buah Tan Piauwshu mulai roboh, bahkan Tan Piauwshu sendiri terlihat luka goresan di beberapa tempat, akibat sabetan golok kepala perampok bahkan Nyonya yang membantu tampak mulai terdesak hebat oleh beberapa anak buah perampok.
Tiba tiba terdengar suara belasan orang, muncul dari tujuan kereta..Tan Piauwshu menjadi kaget, mengirah rombongan yang baru datang adalah teman para perampok. Namun, tak di duga rombongan yang baru datang yang terdiri dari belasan orang itu langsung menyerang para perampok itu.
“Tuan Tan…mundurlah, mereka bukan lawan kalian..serahkan mereka pada kami dan kalian silakan mundur hingga bertemu dengan beberapa orang kami di belakang, nanti mereka yang akan mengawal Tuan Tan dan rombongan untuk melewati hutan ini melalui jalan lain.”
“Terima kasih Tuan, tapi tuan siapa…? Kena[a menolong kami.?”
__ADS_1
“Tuan Tan…kami tidak pernah di bayar tanpa mengeluarkan tenaga…Tuan Tan telah membayar pada kami untuk melewati hutan ini dengan aman, maka seharusnya kami pun menjamin keamanan Tuan dan rombongan..kami hanya tidak menyangka, setelah bertahun tahun melakukan pembersihan di daerah ini entah orang lancang dari mana berani mengacau di wilayah kami. untuk itu kami mohon maaf atas keteledoran kami Tuan tan.”
“Sepertinya perampok yang bergerak di wilayah utara dalam sudah mulai kehabisan lahan hingga jau masuk sampai ke wilayah kami. Apakah tidak memandang kami?” Kata Pemimpin rombongan yang baru datang.
Kwee Li Siang merasa seperti mengenal, rombongan yang baru tiba…
“Ahhh…sepertinya mereka yang saya cari..”
Kwee Li Siang masi menahan diri dan melihat dari atas pohon.
“Siapa Kalian.?” Kata pemimpin Perampok yang mulai waspada, karena rombongan yang baru datang terlihat seperti orang yang memiliki kepandaian di atas para Piauwshu.
“Tuan, kami tidak mencari musuh, namun baiknya Tuan dan rombongan segera pergi dari sini dan tidak menggangu wilayah kami. Namun jika Tuan memaksa kami hanya mempertahankan wilayah kami dari ganguan”.
Pimpinan perampok langsung menyerang Pimpinan rombongan tadi, dengan golonya namun Pimpinan rombongan yang barus sampai itu, mampu menghindari serangan itu dengan mudah dan sekalih tangannya bergerak, pukulannya langsung mengenai pundak kiri pemimpin perampok itu membuat goloknya terlepas dan dirinya terbanting di atas tanah.
#JANGAN LUPA LIKE KOMEN DAN SARAN AGAR 1000 KATA DALAM TIAP BAB SEGERA TERPENUHI#
__ADS_1