
Setahun setelah kepergian Jendral muda Chen, dengan memanfaatkan mundurnya jendral Chen, Dinasti Sui mengirim Bala tentaranya dalam jumlah besar ke selatan dan menaklukan Dinasti Chen. Penyerangan ini di pimpin langsung oleh Jendral Hong Tian.
Kembali daratan Tiongkok di kuasai oleh satu Dinasti, yaitu Dinasti Sui, namun dinasti ini tidak bertahan lama, tercatat di nasti Sui hanya berdiri sekitar 37 tahun, dan kembali terpecah pecah pada kaisar ke 4 dinasti Sui dan di ganti oleh Dinasti Tang. Tercatat Dinasti Tang memerintah Tiongkok hampir 300 Tahun lamanya.
Beberapa bulan kemudian, dunia Kang Ouw di gegerkan dengan muncunya pendekar muda yang memiliki kepandaian tinggi namun berhati emas, hingga banyak orang menyebutnya PENDEKAR SAKTI BERHATI EMAS. Beberapa tokoh tua menghubungkan pendekar mudah ini dengan salah satu pendekar yang pernah menggemparkan Dunia Persilatan puluhan tahun lalu “Pendekar Berambut Emas”.
Sungai hwang ho atau sekarang di sebut huang he yang juga terkenal dengan sebutan sungai kuning, merupak sumber awal peradaban tiongkok Sungai ini berawal dari pengunungan Kwen-Lun di Tibet dan mengalir
__ADS_1
melalui wilayah Utara Tiongkok dan bermuara ke teluk Tsii-Li (Laut Kuning).
Sungai Hwang ho, merupakan salah satu jalur ramai perdagangan namun sungai ini juga terdapat beberapa bajak yang terkenal ganas dalam bertindak, tak segan mereka membunuh bahkan memperkosa korban mereka, keberadaan mereka telah meresahkan penduduk di sekitar sungai ini dan para pedagan serta Piauwkiok (perusahan pengiriman barang). Salah satu bajak sungai paling di takuti di sepanjang aliran sungai ini adalah Sam-Eng Hwang ho (Tiga orang Gagah Hwang ho) julukan mereka bertolak belakang dengan aksi mereka yang kejam dan berdiri sebagai perambok sungai.
Hari itu terlihat serombongan orang yang sedang mengawal kereta yang mengangkut barang dan penumpang yang mulai memasuki hutan di sisi sungai Hwang Ho, mereka terlihat seperti orang terlati dan berilmu, mereka adalah rombongan Piauwsu Naga Hitan yang di pimpin Tan Piauwshu yang juga merupakan seorang guru silat dari kota Keifang di selatan.
Di tempat lain bagian hutan itu terlihat seorang wanita berjalan santai sendiri. Umur wanita itu kira kira berusia 23 tahun berpakain putih seperti orang sedang berkabung, wajahnya terlihat dingin tanda jarang tersenyum.
__ADS_1
“sudah sejau ini tapi tidak ada tanda tanda keberadaan mereka”. Terdengar wanita itu berkata perlahan.
Siapakah wanita cantik ini..? agar pembaca memahami keseluruhan cerita ini, mari kita berkenalan dengan wanita cantik ini..
Namanya adalah Kwee Li Siang, beberapa tahun belakangan ini namanya terkenal di bagian utara tiongkok karena sepak terjangnya terhadap kaum penjahat, kususnya para perampok, karena sepekterjangnya hingga orang orang, kususnya dari dunia persilatan menyebutnya “Bidadari Berkabung”.
Kwee Li Siang, adalah anak seorang pedagang kaya dari Utara tiongkok. Sekitar 15 tahun lalu, ketika ayahnya mengajak semua anggota keluarga pindah ke wilayah selatan yang di anggap jau lebih aman di karenakan, ayahnya masi keturunan suku han, saat rombongan Kwee tiba di perbatasan, mereka di hadang oleh serombongan perampok ganas, pedagang Kwee di bunuh, Nyonya Kwee di perkosa dan semua pelayan dan pengawal sewaan ikut di bunuh..jumlah nyawa melayang
__ADS_1
dalam pembataian keluarga Pedagang kwee sebanyak 23 orang..saat itu Kwee Li Siang berusia 8 Tahun, melihat kecantikan anak