PENDEKAR SAKTI BERHATI EMAS

PENDEKAR SAKTI BERHATI EMAS
BAB. 2


__ADS_3

BAB. 2


“Hormat kepada Kaisar” terdengar jendral chen berkata sambil menekuk lutunya ke lantai, namun tetap memandang Kaisar.


“Berdirilah Jendral Chen..”


“Mohon ampun yang mulia, sekiranya kesalahan apa yang telah di buat oleh pembesar Kong dang Pembesar How hingga harus di hukum mati tanpa pengadilan.?”


“Jendral Chen kau sunggu lancang di depan kaisar” terdengar kasim Liu berkata..


Jendral chen yang mengetahui Kasim Liu tidak menyukai kedua pembesar setia itu hanya memandang tajam pada Kasim Liu.


Kasim Lui tersenyum sinis pada Jendral Chen karena telah berasil menyingkirkan kedua pembesar saingannya.


“Jendral Chan, apakah kau ingin berhianat juga seperti kedua Pembesar penghianat itu?.” Terdengar Kasim Liu bertanya.


Jendral Chen terdiam, seakan suara petir di siang bolong suara Kasim Liu menusuk hingga sukma Jendral Chen.

__ADS_1


“Jendral Chen, saya tau kesetiaan mu pada Istana tapi bukti terlalu jelas akan penghianatan kedua pembesar. Saya sebagai Kaisar harus bertindak tegas terhadap segala ancaman yang dapat merugikan Kekasisaran kita.” Terdengar suara Kaisar mencairkan suasana.


“Yang Mulia, apakah yang mulia telah kehilangan kewaspadaan hingga menghukum pembesar Kong dan pembesar How begitu saja, saya rasa ada sesuatu di balik semua ini.”


“Sudahlah Jendral Chen, semua sudah jelas dan hukuman telah di jalankan, saya harap ini menjadi pelajaran dan pengingat bagi semua pejabat Istana bahwa segala pemberontakan akan mendapat hukuman setimpal” kata kaisar yang mulai terlihat marah pada jendral kesayangannya ini.”


Ekspresi kemarahan Kaisar terlihat jelas dan menjadikan suasana terlihat lebih


menegangkan, seluruh pembesar terdiam termasuk Kasim Liu.


“Baiklah, hari ini jika perkara ini tidak di buka terang, maka akan ada yang bertanggung jawab atas hal ini”


Bak sebuah ancaman, kaisar yang sudah mulai marah tibah tibah berdiri dan membentak Jendral Chen..


“Pangeran Chen…… Meskipun kamu adalah Jendral berbakat dan telah memenangkan berbagai pertempuran, jangan kau kira dengan hal itu kau bisa berlaku seenaknya di Istana ini Jendral. Ingat saya adalah Kaisar dan bicarah ku adalah hukum yang harus di patuhi.”


Seketika Jendral Chen bangkit berdiri, dan menatap pandangan Kaisar, jendral muda itu terlihat mulai marah dengan sikap kaisar.

__ADS_1


“Baik,,,hari ini saya menyatakan mengundurkan diri dari jabatan Jendral.” Jendral chen langsung melepas Jira perang dan pedang tanda kekuasaan Jendral Perang.


Jendral Chen langsung meninggalkan Istana, waktu seakan berhenti saat Jendral Chen melakah keluar Istana. Tak satupun pejabat istana dapat bicara bahkan Kaisar sendiri terdiam. Ketika suasana terlihat normal dan mulai terdengar suara berisik di kalangan pejabat istana, Jendral Chen telah berada di luar Istana..


Jendral Chen berteriak sekuatnya sambil mengerahkan Khi Kangnya hingga puncak..


“Mulai hari ini, tidak ada lagi yang namanya Jendral Muda Chen dan tidak adalah keturunan Pangeran Chen Liu Yang dalam lingkaran instana ini”.


Suaranya begitu menggelegar hingga terdengar hampir di seluruh Istana bagian dalam.


Seketika terjadi kegaduhan di kalangan Istana, Kaisar Nampak terlihat pucat dan masi belum percaya permasalahan ini menjadikan Kaisar kehilangan sosok Jendral Muda berbakat bahkan yang menjadi benteng pertahanan paling kokoh di Dinasti Chen. Kaisar pun mulai ragu akan bukti bukti pemberontakan kedua pembesar itu.


Nasi telah menjadi bubur, keputusan telah di ambil kedua belah pihak baik Kaisar ataupun Jendral Chen sendiri. Kaisar hanya bisa melihat kepergian Jendral andalannya tanpa mampu mencegah karena Kaisar sendiri tau sifat Jendral mudanya ini.


Jendral Muda Chen segera melesat kearah kediamnya dan mengemasi barang seperlunya dan hari itu juga Jendral Chen meninggalkan Istana dan segala kemasyurannya sebagai Jendral Muda Istana.


Jendral Muda Chen mengunjungi makam ayahnya dan semua keluarganya, untuk berpamit meninggalkan kerajaan.

__ADS_1


__ADS_2