Pengantin Rubah

Pengantin Rubah
Episode 10 - Alam bawah


__ADS_3

"Tidak ada, Rang jika kau mau menyelamatkan jiwa gadis itu, kau harus pergi ke alam bawah." ujar sang ayah.


Rang pun mengerutkan dahi.


"Yang artinya, kau harus menerima siksaan terlebih dahulu atas segala perbuatanmu di masa lalu. Sangat mustahil jika kau bisa melewati siksaan disana bukan?"


Rang masih terdiam.


"Ayah akan sederhanakan saja, tawaran ini harus kau terima karena ayah akan memberimu jalan yang paling mudah."


"Kau, tinggal di dunia ini. Kemudian, melupakan gadis itu. Ayah akan meminta penjaga alam bawah untuk melepaskan wanita itu. Bagaimana?"


Rang tertawa kecil, "kau yang menyusun rencana ini? Kau mengurung gadis yang tidak tahu apapun demi membuatku tinggal disini? Cih! Aku tidak akan mau menerima tawaranmu!"


"Jika, tidak. Kalian berdua bisa mati di alam bawah sana."


"Aku bisa menjemputnya di alam bawah, aku akan menerima setiap siksaan yang mereka berikan atas apa yang telah aku lakukan. Jika, itu bisa menghapus dosaku!" Rang mengerutkan dahi, dia mendelik tajam ke arah ayahnya.


"Kau yakin? Lawan dulu kakakmu. Yon! Lawan adikmu tanpa belas kasih!" seru sang ayah pada Yon.


Yon melompat jauh dari ketinggian hampir dua meter ke depan Rang.


Rang menyeringai menatap sang kakak, dia mengeluarkan pedangnya yang berkilau dengan rambut yang sedikit menutupi kedepan.


Yon dengan brutal menyerang adiknya, sedangkan Rang dengan gerakan cepat menghindar.


Trang.. Trang...


Suara dentuman pedang yang terdengar menggema di ruangan.


"Aku tidak akan memberimu ampun!" Kata Rang dengan cepat memberikan serangan pada Yon.


"Kau pikir aku akan?" jawab Yon yang kini berlari cepat ke arah Rang.


"Kenapa tidak terima tawaran ayah saja? Jika kau terluka di tanganku, sudah pasti kau tidak akan sanggup menahan siksaan alam bawah!"


"Seharusnya kau senang aku tidak menerima tawaran ayah!" keduanya kini saling menggencat senjata berhadapan.


Rang menatap tajam ke arah mata Yon, "aku tidak pernah ingin takhta itu. Bukankah itu keinginanmu! Seharusnya kau membantuku alih-alih menyerangku seperti ini!"


Di dalam hati Yon, dia membenarkan ucapan Rang. Seharusnya dia merasa bahagia karena Rang tidak akan tinggal di dunia siluman.

__ADS_1


Saat Yon lengah Rang memberikan serangan tiba-tiba sehingga pria itu terpelanting ke belakang dan terduduk menahan sakit di perutnya.


"Rang! Beraninya kau menyakiti kakakmu! Prajurit!" Ayahnya terlihat murka, padahal dia sendiri yang membuat Rang melakukan itu.


"Segera kirim dia ke alam bawah, biarkan dia merasakan siksaan yang tidak tertahankan disana!" lanjut pria itu.


Sekilas untuk alam bawah, disana adalah tempat dimana semua dosa terbalaskan. Ada beberapa tahap untuk melewati apa yang Rang inginkan, itu semua tergantung sebanyak apa dosa yang dilakukan.


Dimasa lampau, Rang beberapa kali melakukan kesalahan seperti membunuh semua warga desa tanpa pandang bulu. Bahkan, ada beberapa orang yang tidak bersalah disana.


Kemudian, menipu orang-orang dan mengambil kehidupan seseorang.


Kali ini, Rang akan mendapatkan ganjarannya atas semua perbuatannya dulu.


Namun, demi menyelamatkan Yuri, dia yakin akan melakukannya.


Rang di masukan ke sebuah pintu, di dalamnya terlihat gunung es yang benar-benar membuat beku. Di sini, dia akan di ikat dengan tanpa mengenakan pakaian dan merasakan hawa dingin yang menusuk yang bahkan dapat membunuhnya.


Kedua tangan Rang mulai diikat, demi gadis itu Rang akan menahan sakit yang dia rasakan. Siksaan itu berlangsung 7 hari di dunia manusia, sekitar 7 jam di alam bawah.


"Sialan, bagaimana bisa aku melewati ini? Yuri akan mati sebelum aku sampai menyelamatkannya."


"Argghh dingin ini menusuk sekali." Dia mengerang menahan hawa dingin yang benar-benar membekukannya.


Ada 7 tahapan untuk melewati ini semua, dan Rang tidak tahu, di pintu mana jiwa Yuri di kurung.


"Ayah!"


Terpaksa Rang harus meminta bantuan sang ayah, namun sebelum itu terjadi beberapa anak panah perlahan menyiksa dirinya yang terikat. Semuanya seolah dibiarkan meleset sehingga hanya menyayat beberapa bagian tubuh Rang.


"Ayah, aku terima tawaranmu!"


"Lepaskan Yuri!" teriaknya, sampai pintu terbuka dan kedua penjaga membawanya kembali keluar dari sana.


Hanya sepersekian detik, namun Rang benar-benar sudah berantakan, sayatan demi sayatan yang disebabkan anak panah tadi kini mengeluarkan darah.


Rang sudah dibawa ke hadapan ayahnya.


"Kau menyerah? Kau tahukan waktu yang dimiliki gadis itu tidak lama? Kau menerima tawaranku?"


Rang masih berat menjawab pertanyaan sang ayah, tapi dia tidak ada pilihan lain.

__ADS_1


"Rang! Waktumu tidak banyak, silahkan menentukan pilihan. Kau paham betul tentang rubah, seekor rubah tidak akan pernah mengingkari janji sampai mereka mati. Karena itu akan terikat selamanya pada dirinya, jika kau menerima tawaranku artinya kau berjanji akan melakukannya."


Rang masih belum menjawab.


"Berjanjilah, saat wanita itu ku bebaskan kau akan menyelesaikan urusanmu di dunia manusia dan pergi dari sana. Kau akan tinggal di duniaku, menjadi putra mahkota untuk menggantikanku. Ingat Rang, jika kau mengingkari janjimu kau akan mati karenanya."


Sebuah cincin berwarna merah api mulai terlihat dijari manis Rang. Itu menandakan sebuah perjanjian resmi rubah. Cincin itu akan terasa menyakitkan saat orang yang sudah berikrar mencoba untuk mengingkarinya.


"Ya, aku berjanji."


Setelah Rang mengatakan hal itu, cincinnya benar-benar terikat dengan darahnya dan menghilang dari jari manis Rang. Untuk manusia biasa, mereka tidak akan bisa melihat cincin perjanjian itu.


Sang ayah menyeringai, sedangkan Yon hanya menatap Rang dengan datar.


"Putraku," ayahnya turun dari singgasana dan berniat menghampiri Rang yang bersimpuh.


"Cepat kembalikan jiwa Yuri!" gertak Rang. Dia hanya takut, ayahnya curang dan tidak memberikan jiwa Yuri padanya.


"Tunggu sebentar, prajurit bawakan gadis itu!" kedua prajurit membawa jiwa Yuri yang tertidur.


Dan di bawa ke hadapan Rang.


Pria itu melihat Yuri dengan sendu, dia tidak menyangka bahwa Yuri akan terbawa dengan masalahnya.


Rang mengalirkan kekuatannya agar jiwa Yuri kembali pada tubuhnya di dunia manusia. Sedangkan Rang akan pulang melewati portal yang dia buat.


"Ingat janjimu!"


"Aku tidak bisa menjanjikan kapan aku akan kesini, tapi berikan aku waktu menyelesaikan masalahku di dunia manusia."


"Tentu saja, ayah akan memberikanmu waktu. Yang ingin ayah sampaikan, tinggalkanlah wanita itu jika kau tidak ingin dia terluka lagi." ucap sang ayah.


Rang tidak berkomentar apapun, pria itu melenggang pergi setelah mengembalikan jiwa Yuri ke tubuh asal dengan sisa kekuatannya.


Dia harus memulihkan diri untuk mendapatkan energi dan kekuatannya dengan maksimal lagi.


Rang keluar dari pintu lemari miliknya, dirinya terjatuh karena merasa lemas. Sedangkan Yuri, sudah sadar dan duduk ditempat tidur. Dia terkejut saat melihat Rang bersimpuh dengan dipenuhi luka-luka di sekujur tubuhnya.


"Pak Rang!" Yuri berlari menghampiri pria itu.


"Kau sudah sadar? Syukurlah!" Rang tersenyum tipis sampai kemudian pingsan di pelukan Yuri.

__ADS_1


Gadis itu masih harus memahami apa yang sebenarnya terjadi namun dia tetap tidak ingat apapun.


__ADS_2