Pengantin Rubah

Pengantin Rubah
Episode 27 - Portal dunia siluman


__ADS_3

Rang menaikan sudut alis kirinya, dia masih memerhatikan kedua pria di hadapannya. "Aku temannya Yuri."


Tiga kata yang membuat Rang merasa panas, "sejak kapan Yuri punya teman pria selain aku?" batin Rang.


Tidak lama, Yuri datang dari arah belakang Rang. "Permisi tuan Rang, maaf ya ini temanku namanya Sean. Dia kesini membawa temannya yang seorang dokter terbaik untuk memeriksa Byul." Yuri tersenyum menyambut kedua orang itu.


Rang menoleh dengan tatapan dingin. Namun Yuri tidak menghiraukannya, dia membuat Rang bergeser dan memberi jalan masuk untuk Sean dan dokter tadi. Yuri langsung membawa mereka ke kamar Byul. Disana terbaring adiknya yang lemah dengan wajah pucat dan perut membesar. Rang mengikuti Yuri dan berdiri di belakangnya sembari menyentuh pinggul wanita itu. Yuri berusaha untuk melepaskan sentuhan Rang namun pria itu malah terus melakukannya.


"Dia pasti kekasihmu itu ya?"


Pipi Yuri memerah, dia merasa malu pada Rang karena mengatakan itu pada Sean. Namun, raut wajah Rang malah terlihat berbinar dan ceria, dia senang Yuri mengatakan hal itu. "Tepat sekali! Aku adalah calon suaminya."


"Calon suami siapa?" tidak lama suara lain terdengar dari arah belakang Rang. Rang dan Yuri menoleh bersamaan, itu adalah Nara. Wanita itu sedang memerhatikan orang-orang yang ada di kamar Byul.


"Tentu saja calon suami nona Nara, benarkan Tuan Rang?"


"Hm.. Iya."


Rang menyeringai kemudian mundur beberapa langkah kemudian mensejajarkan diri dengan Nara. Sedangkan Yuri berpindah untuk lebih dekat ke tempat tidur Byul.


Sean menoleh ke arah Yuri, pria itu tahu bahwa Yuri tengah berbohong. "Menarik," katanya.


"Kau sedang merencanakan pernikahan kita?" Nara menatap Rang dengan mata membulat. Pria itu tidak menjawab, dia menghela napas panjang dan terus memandangi Yuri yang kini memfokuskan diri pada Byul.


"Rang, aku harus pulang ke rumah dulu untuk mengambil beberapa pakaiaan." Nara mengatupkan mulutnya menatap Rang dengan sendu.

__ADS_1


"Tentu saja, kau bisa membawa mobilku. Maaf karena aku tidak bisa menemanimu."


"Tidak masalah, terimakasih ya aku pinjam mobilmu dulu." Nara secara spontan mengecup pipi Rang dengan cepat di hadapan orang-orang disana.


Rang terkesiap dan tidak tahu harus merespon apa, dia hanya merasa bersalah kepada Yuri. Setelah Nara melenggang pergi dari rumah Rang, Yuri fokus pada dokter yang sedang merawat Byul sembari sesekali berbincang dengan Sean dan mengabaikan Rang. Pria itu merasa bahwa dirinya diabaikan jadi Rang memutuskan untuk keluar dari kamar mengambil sekaleng minuman bersoda di dapur kemudian menenggaknya.


"Apa dia ingin membalasku?" gumam Rang. Pria itu menghabiskan sekaleng minumannya, kemudian mengambil yang baru dan meminumnya lagi sampai ia bersendawa.


"Seharusnya kau bawakan juga untuk tamumu."


Rang menoleh ke arah sumber suara, pria yang bernama Sean itu kini mulai lancang mendekati Rang dan merebut sekaleng minuman yang Rang genggam. "Hum, segar sekali."


Dia mengembalikan kaleng kosong tadi ke genggaman Rang, si rubah yang geram itu kemudian meremas kaleng kosong tadi hingga tidak berbentuk. "Kau tidak sopan!"


Pria tadi tertawa kecil. "Maaf ya Kak Rang, aku tidak tahu kalau kau tidak bisa diajak bercanda seperti ini."


"Rang! Kau tidak boleh sekasar itu pada temanku!"  Yuri datang secara tiba-tiba bergabung bersama mereka.


"Dokter itu bilang dia tahu obat yang bisa menyembuhkan Byul, mari kita dengarkan dan kembali ke kamar." Yuri menggenggam tangan Rang kemudian menggandengnya kembali ke kamar. Sean yang melihat itu hanya dapat menyeringai kecut lalu mengekor di belakang.


Sesampainya di kamar bernuansa cokelat muda dengan furniture yang senada. Rang dan Yuri berdiri berdampingan menunggu penjelasan dokter bawaan Sean. "Begini, aku tahu jenis obat apa yang manjur menyembuhkan sakit langka. Yang kulihat, penyakit atau wabah ini bukanlah dari dunia kita melainkan dari dunia lain. Percaya atau tidak, tapi ini nyata."


Sean dan Yuri terlihat sangat terkejut, berbeda dengan Rang yang tidak terkejut sama sekali karena dia memang sudah mengetahuinya. Yang membuatnya bingung adalah bagaimana dokter itu bisa tahu hal ini.


"Obatnya juga berasal dari dunia lain, nama obatnya adalah Bunga Kaleana. Bunga ini tumbuh subur di dunia siluman dan terkenal sebagai penyembuh terbaik. Sayangnya, obat ini mustahil ditemukan jika kita tidak percyaa tentang dunia lain dan tidak punya cara untuk kesana, aku pribadi sangat percaya adanya dunia siluman yang hidup berdampingan dengan kita. Bagaimana dengan anda Nona Yuri?"

__ADS_1


Yuri langsung menoleh ke arah Rang. "Aku sangat percaya," dia tersenyum merekah berharap Rang punya solusi untuk kesembuhan Byul.


"Apa kalian konyol? Masih mempercayai mitos itu? Tidak pernah ada manusia yang bisa melewati dunia siluman. Lagipula, dunia itu hanyalah dongeng anak-anak! Bagaimana bisa seorang dokter memberikan resep obat yang mustahil. Alih-alih mencari bunga langka itu lebih baik kau meresepkan obat terbaik dengan teknologi yang baik juga!" Rang mengerutkan dahi dan mendelik ke arah dokter juga Sean.


"Rang!" Yuri menarik lengan Rang kemudian membawa pria itu ke kamarnya sendiri.


"Itu tidak sopan, dokter itu hanya memberikan resep yang kemungkinan besar bisa menyembuhkan Byul!"


"Itu konyol!" sahut Rang sembari memutar bola matanya.


"Itu tidak konyol, kau adalah seekor rubah! Kau pasti tahu dunia itu kan?"


"Yuri! Dunia kami tidak sama dengan duniamu, disana jauh berbeda, kau tidak bisa membayangkan bahaya apa yang mengancam kita disana! Aku tidak bisa melakukannya, aku tidak mau kembali kesana dan berurusan dengan orang-orang ayahku hanya demi mencari bunga mitos itu!"


Yuri terdiam, jawaban Rang sangat membuatnya kecewa. Satunya harapan ia untuk menyembuhkan Byul malah terpatahkan. "Jika kau tidak mau membantuku aku akan meminta bantuan kakakmu atau ayahmu langsung! Aku bahkan tidak peduli jika mereka meminta nyawaku sebagai imbalannya!"


"Jangan coba melakukannya! Aku menunggumu ratusan tahun untuk bereinkarnasi!" Rang mengerutkan dahi kesal.


"Kau bukan menungguku! Kau hanya menunggu jiwa yang terlahir kembali menjadi aku! Rang, sampai kapan kau akan menjadikanku bayangan masa lalumu? Kali ini, aku tidak peduli apapun. Yang aku inginkan hanyalah keselamatan Byul! Sekalipun aku harus menyerahkan kau pada ayahmu aku sanggup melakukannya! Atau jika mereka memintaku menjauh darimu aku akan melakukannya asal Byul mendapatkan obat itu! Lagipula, aku melakukannya bukan hanya sekedar mencari bunga mitos yang kau maksud."


"Jika itu yang kau mau, kau cari sendiri! Aku akan membuka portal duniaku untukmu! Silahkan, jangan harap aku akan membantumu! Minta tolong saja pada Yon!"


Rang mengalirkan energi ke pintu lemari yang kini mulai memancarkan cahaya berwarna oranye. Bulatan kecil semakin besar menjadi gerbang ke dunia siluman. Angin bertiup kencang dari arah sana ke dalam kamar Rang, Yuri memicingkan mata untuk melihat dengan jelas dunia siluman di dalam sana.


"Aku akan menemaninya!" ucap seorang pria masuk tanpa izin ke kamar Rang.

__ADS_1


"Kau berandal! Beraninya kau masuk kamarku tanpa izin dan mengetuk!" Rang menggeram.


"Maafkan aku Kak Rang, ini situasi sulit tapi aku harus membantu temanku Yuri. Karena terlanjur melihat semua hal ini, kau bisa menghapus ingatanku sekembalinya kami kesini. Yuri bilang, kau bisa menghapus ingatan seseorang." Sean menyeringai sedangkan Rang menatap Yuri dengan tajam.


__ADS_2