Pengantin Rubah

Pengantin Rubah
Episode 20 - Kisah kita yang tlah lalu


__ADS_3

KILAS BALIK BEBERAPA RATUS TAHUN LALU


Setelah membantai habis seluruh warga desa, Rang seharusnya di jatuhi hukuman mati di alam bawah. Namun, kali itu dia benar-benar bisa lolos karena pedangnya meleset sehingga hanya memberikan luka gores yang amat menyakitkan untuknya.


Rang terkapar di sebuah hutan terpencil dengan keadaan bersimbah darah. Disana hidup juga seorang putri yang sama dikucilkannya dengan Rang, namanya Aura. Gadis itu membawa Rang ke rumah persembunyiannya dibantu oleh para dayang.


"Tolong bawa pria ini masuk, aku akan mengobatinya." Dengan bekal ilmu alkemi yang Aura pelajari, dia berhasil menyembuhkan Rang dan hanya meninggalkan sedikit bekas luka untuknya.


Rang dirawat setiap hari dengan baik sampai dia benar-benar pulih. Rang menyukai gadis itu sejak pandangan pertama, kehidupan mereka makin hari semakin dekat. Hingga benih cinta muncul di antara keduanya.


"Ini untukmu," Rang menyerahkan satu genggam bunga pada Aura. Gadis itu menghirupnya dengan raut wajah yang sumringah.


"Kau sedang minum apa?" Rang menatap Aura yang sudah menghabiskan secangkir minuman.


"Teh yang dikirim oleh pelayan kerajaan," Aura tersenyum.


"Jangan minum sembarangan, bagaimana jika itu beracun?"


"Tidak mungkin Rang, ini dikirim oleh ayahku dan malam ini aku harus kesana." Aura tersenyum pada pria itu.


"Sayang sekali aku tidak bisa menemanimu, aku harus ke duniaku."


"Tidak apa," jawab Aura dengan senyuman manis.


Rupanya kali itu adalah pertemuan terakhir bagi mereka, karena malamnya saat Aura di kerajaan sang ayah. Dia mengalami muntah darah secara tiba-tiba saat menghadap ayahnya. Ketika tahu dirinya akan dimanfaatkan, dia pun meminum racun lebih untuk membunuh dirinya sendiri daripada harus menjadi inang bagi siluman ular yang merasuki sang ayah.


Sejak awal, kelahiran Aura membuat raja takut. Menurut ramalan, anak gadisnya itu ditakdirkan menjadi pengantin rubah yang kelak akan menghancurkan dan merebut takhtanya. Karena kecintaannya pada takhta dan gemerlap harta.

__ADS_1


Dia akhirnya menjauhkan dan mengirim putrinya sendiri ke sebuah hutan terpencil di luar istana. Raja sudah lama menjadi pemuja siluman ular, ular yang dia percayai mampu membuatnya abadi. Sedangkan kedua ras siluman dan rubah itu sudah cukup lama terkenal bermusuhan.


Saat siluman ular meminta tubuh raja sebagai persembahan terakhir dan juga alasan keabadian untuknya. Raja pun menjadi hilang kendali dan merusak istananya sendiri. Mengetahui hubungan Aura dengan Rang sebagai manusia rubah terkuat pada waktu itu membuat siluman ular terobsesi untuk memiliki tubuh Rang agar kekuatannya bisa bertambah dan tidak terkalahkan.


"Kau tidak akan bertahan lama!" Aura berdiri agak jauh dari singgasana sang ayah.


"Apa maksudmu putriku?"


"Cih, kau bukan lagi ayahku. Walau kau menggunakan tubuh itu, aku tetap tidak akan segan membunuhmu!"


"Kita tunggu saja siapa yang akan mati?" ayahnya menyeringai.


"Tapi sebelum itu, aku akan memanfaatkan kelemahan tubuhmu untuk berpindah kesana dan kau akan membawaku pada kekasih hebatmu itu!" Pria itu tertawa jahat.


Aura mengeluarkan pedangnya yang berkilau, namun tidak lama dia terbatuk dan memuntahkan darah yang lumayan banyak. Aura bersimpuh, dia tidak bisa mengendalikan dirinya dan badannya terasa lemas.


"Sekarang aku akan berpindah ketubuhmu sehingga akan lebih mudah bagiku untuk mengambil tubuh kekasihmu."


Wanita itu mengayunkan pedangnya dengan tenaga terakhir yang dia miliki. Saat dia melihat sebuah minyak pembakaran untuk menerangi ruangan dia segera meraihnya dan meminumnya dengan cepat.


"Jangan melakukan itu bodoh! Sial!" Gerutu pria yang mengendalikan tubuh ayahnya.


"Kau tidak akan bisa memanfaatkan tubuhku untuk kekejianmu! Kekasihku akan membalas kematian ini dan kau harus ikut denganku ke alam baka. Jangan pernah berpikir untuk bereinkarnasi karena itu tidak akan terjadi!" Aura mengeluarkan darah sangat banyak sampai akhirnya dia menghembuskan napas terakhirnya.


Kematiannya membuat Rang murka sehingga dia langsung menyerang orang-orang istana tanpa ampun. Sampai dia dihadapkan pada pria itu. Dengan tubuh orang tua seperti ayah Aura, siluman ular itu tidak bisa melawan lebih, karena fisiknya sudah cukup lemah.


Sehingga mudah bagi Rang untuk mengalahkannya dengan beberapa kali tusukan pedang. Jika Aura tidak diracun, dia juga pasti akan mampu membunuh pria itu dengan cepat. Namun, sayang sekali wanita itu amat menyayangi ayahnya sehingga dia tidak waspada tentang apa yang akan terjadi pada dirinya.

__ADS_1


Setelahnya, Rang menjadi hancur kembali bahkan dia pergi ke alam bawah untuk menemui jiwa Aura yang akan di hantarkan ke nirwana. Disana dia menahan jiwa Aura, dia merasa tidak bisa melepaskan gadis itu sehingga dia mengeluarkan permata rubahnya dan memberikan itu pada Aura.


Dengan harapan, gadis itu akan segera bereinkarnasi dan menemuinya lagi.


**Kilas balik selesai**


Bertahun-tahun Rang menunggu kehadirannya dengan setia. Rang yang berubah menjadi lebih baik saat bertemu Aura kembali pada tabiat rasnya, yaitu kelicikan. Ras rubah yang terkenal licik mempunyai kemampuan supranatural yang antara lain, mulut dan ekor yang bisa mengeluarkan api atau petir.


Bahkan mereka bisa membuat manusia kerasukan, memberi pesan di dalam mimpi orang agar melakukan sesuatu, terbang, tak kasatmata, dan menciptakan ilusi yang begitu mendetail hingga tidak bisa dibedakan dari kenyataan.


Bahkan Rang memiliki kekuatan yang lebih besar lagi, sampai bisa mengubah ruang dan waktu, membuat orang menjadi marah, atau berubah menjadi bentuk-bentuk yang fantastis, seperti pohon yang sangat tinggi atau sebagai bulan kedua di langit. 


Rubah lainnya selain Rang bahkan memiliki ciri-ciri lain yang mengingatkan orang pada vampir atau succubus dan memangsa roh manusia, biasanya melalui kontak seksual.


Selain kelicikan dengan mendapatkan segala yang dia inginkan selama ratusan tahun, Rang tidak menunjukan kekuatan lainnya karena perkembangan zaman yang memaksa dia untuk lebih berhati-hati dalam mengambil tindakan. Pertemuannya bersama Yuri, membuatnya kembali seperti saat dia bertemu Aura. Dia tidak bisa marah maupun melakukan hal sesuai keinginannya selama ada wanita itu.


Dengan Yuri, Rang merasa ingin menjadi lebih baik lagi. Walau rupa mereka tidak sama, namun kehadiran Yuri benar-benar seperti kekasihnya dulu.


Matahari pagi sudah menyongsong tinggi dari arah timur, Yuri yang sudah berpindah dan terbaring di kamar tidur merasa takut. Dia takut jika dia terbangun ingatannya tentang Rang akan hilang lagi. Namun nyatanya, dia masih disisi pria itu, merasakan dekapan hangat Rang dari belakang tubuhnya.


Seketika senyuman merekahpun tersungging di wajahnya.


"Kau sudah bangun?" suara berat Rang terdengar sangat seksi di telinga Yuri. Wanita itu menahan pelukan Rang terus di perutnya, dia tidak ingin tangan itu terlepas untuk beberapa saat.


"Aku terbangun dengan merasa takut," kata Yuri dengan pelan.


"Kenapa?"

__ADS_1


"Aku takut ingatanku tentangmu akan hilang lagi, aku tidak ingin melupakan setiap detik kenangan yang berharga ini."


Rang mengeratkan pelukannya lebih kencang, "tidak akan."


__ADS_2