Pengantin Rubah

Pengantin Rubah
Episode 30 - Aku mencintaimu di dua dunia, Yuri.


__ADS_3

Suasana istana seketika menjadi suram bagi Rang, pria itu kembali ke kamar dan menatap Yuri yang masih terkulai lemas di tempat tidurnya. Dengan kompor penghangat di samping tempat tidur wanita itu, kini Rang menghampirinya dan duduk di sisi ranjang. Pakaian resmi kerajaan siluman dengan aksen emas di sekitaran lehernya menghiasi tubuh Rang. Pria itu tidak dapat memalingkan pandangannya sedikitpun dari Yuri, kulit wanitanya masih terlihat sepucat cicak mati. Bahkan seperti tidak ada darah yang mengalir terlihat dari tubuh itu.


Rang menghela napas panjang, matanya yang menahan tangis mengarah lurus ke langit-langit kamar yang bernuansa merah jingga khas rubah. Tidak lama, suara erangan pelan keluar dari mulut Yuri yang membuat Rang langsung gembira setengah mati dan menanyakan keadaanya. "Yuri, apa kau masih kedinginan? Aku akan menghangatkanmu!"


Yuri menggeleng, dia menatap Rang dengan sendu. "Apa yang terjadi padaku?"


Rang menggenggam tangan wanita itu. "Tidak ada, kau hanya kedinginan. Tidak ada hal yang perlu di khawatirkan!"


"Um, kau memakai pakaian resmimu? Mengapa?"


"Karena aku seorang pangeran disini!" Rang menyeringai dengan menunjukan giginya yang rapih.


"Ah iya, Byul bagaimana?" Yuri mengernyitkan dahi, dia ingat kalau Byul sendirian di rumah.


"Dia bersama Nara dan bu Kimi, aku sudah meminta mereka menjaga Byul selagi kita pergi mencari obat. Mereka tidak tahu kemana kita mencarinya."


Yuri mengangguk, setelahnya dia berisitirahat disana. Begitupun dengan Rang. Bedahal dengan Yon yang masih mengumpulkan bunga kaleana permintaan Yuri.


Keesokan paginya, Yon pulang dengan membawa sepuluh kantong bunga kaleana yang langsung di campurkan ke air untuk di ekstrak. Yuri dan Rang melihat prosesnya yang dibantu oleh kekuatan rubah. Setelah berhasil mengekstrak bunga kaleana, hasilnya di taruh di dalam botol-botol kecil untuk dibawa pulang.


"Wah disini canggih juga ya," gumam Yuri pada Rang yang berdiri di sampingnya.

__ADS_1


"Botol itu akan hilang sendiri setelah ekstrak bunga kaleana habis. Magic kan?" Rang menyeringai.


"Kau mulai membanggakan negeri silumanmu? Kau ingin tinggal disini?" Yuri mendelik ke arah Rang.


"Kau mau menemaniku? Jika iya aku ingin tinggal disini."


"Cih, bagaimana dengan Byul jika aku disini? Lagipula aku tidak ingin mendapatkan serangan dari angin itu lagi, hal itu membuatku merinding!" Yuri bergidik ngeri mengingat kejadian kemarin, dimana dia merasa kosong dalam beberapa menit.


Rang menyeringai dengan mata terfokus pada Yuri. "Yuri, aku merindukanmu!"


"Rindu? Aku bersamamu sejak kemarin."


Tatapan Rang berubah menjadi sendu, sepertinya dia mengingat tentang takdir mereka yang tidak bisa di rubah itu. Rang menghela napas kemudian menggenggam tangan lembut kekasihnya. "Ikutlah ada hal lain yang ingin aku tunjukan."


Rasanya gelap sekali, Rang memperkenalkan Yuri pada batu nisan di hadapannya? Yuri membelalak, dia ingin memeriksa pikiran pria itu, dia harap tidak ada kerusakan di dalamnya. "Aku Yuri," katanya dengan gugup.


Rang tertawa terbahak melihat ekspresi Yuri yang salah tingkah. "Kau tidak biasanya seperti ini! Ini adalah makam calon mertuamu jadi bersikaplah sopan dihadapannya."


"Hei, aku sedang berusaha!" Yuri berbisik.


"Dia manusia, ayahku membawa jasadnya ke dalam dunia siluman. Dia menguburkannya disini. Entah apa maksudnya, tapi itu jelas membuat Yon dan ibunya marah waktu itu."

__ADS_1


"Ibuku mengalami gangguan jiwa setelah ditinggalkan ayahku, itulah alasan mengapa aku sangat membenci pria itu. Ibuku, kehilangan akal sehat setelah kepergiannya sehingga dia meninggalkan aku yang baru berusia 5 tahun sendirian. Aku memakan makanan sisa, namun orang-orang terus menghinaku. Mengutuku dan mengatakan akulah penyebab kerusakan desa, setiap kali cuaca tidak mendukung keberhasilan panen mereka, mereka mulai menyalahkanku. Merundungku tanpa rasa malu. Dan saat itu tidak ada yang menolongku, aku berdiri dengan kakiku sendiri."


Yuri menatap mata Rang yang penuh kesedihan, dia bisa merasakan rasa sakit yang Rang rasakan.


"Karena kemarahanku, aku membunuh mereka semua. Ya, Yuri aku bukan orang baik dan tidak sebaik yang kau kira. Aku membunuh seluruh warga desa dan mendapat hukuman dari alam bawah." Rang membuka sedikit pakaiannya dan memperlihatkan bekas sayatan besar di perutnya.


"Ini adalah bukti aku terlepas dari hukuman itu, aku tidak tahu kenapa aku bisa lepas dari itu. Saat usiaku 10 tahun, aku bertemu gadis bernama Aura yang baru berusia sekitar 6 tahun waktu itu. Kami tumbuh bersama dan sering menghabiskan waktu berdua. Dia yang menjadikan hidupku lebih berwarna dan menumbuhkan keinginan hidup dalam diriku. Namun, semuanya kembali kelam untukku saat aku mendapatkan dirinya pergi untuk selamanya."


Rang menghela napas panjang. "Itu semua, karena aku. Kali ini, aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padamu. Aku tidak ingin menyesalinya dan meratapi seumur hidupku, aku akan tinggal disini dan kamu akan hidup baik di duniamu. Aku akan mengantarkanmu ke dunia manusia setelah mendapatkan ekstrak bunga-bunga itu. Kau berikan pada setiap rumah sakit yang merawat pasien yang sama seperti Byul, jangan lupa berikan pada Nara untuk mengobati kedua orang tuanya."


"Rang, bagaimana denganku? Dengan Nara, bagaimana kau bisa pergi begitu saja? Perusahaanmu? Semuanya?" Yuri mengernyitkan dahi.


"Sejak awal, aku memang tidak memiliki itu semua. Aku hanya memilikimu untuk saat ini, jadi urus mereka dengan baik. Aku mempercayakan semua kepadamu Yuri."


"Yak! Kau tidak bisa seperti ini, aku tidak mau. Kau berjanji akan pulang bersamaku setelah ikatan janji dengan ayahmu selesaikan? Bukankah rubah tidak pernah mengingkari janjinya?" napas Yuri mulai berderu, dia menahan tangis sebisanya.


Rang tertawa kecil, namun matanya tidak bisa berbohong. Linangan air mata yang menunggu di keluarkan, terlihat jelas disana. "Yuri, janji hanya bisa terikat saat seekor rubah berhutang budi. Tapi kau ingat? Bukankah kau yang selalu berhutang budi padaku? Aku tidak pernah merepotkanmu kan?" Rang mengerucutkan bibirnya sembari menyilangkan tangan.


"Rang, aku tidak akan melepaskanmu! Aku ingin kau ikut, tidak masalah jika akhirnya aku mati aku memang akan tetap mati kan? Asal itu bersamamu dan Byul aku pasti akan bahagai!"


Rang menatap Yuri datar. "Kau kira aku akan bahagia? Melihatmu mati di depanku, atau melihatmu sakit dan aku tidak bisa melakukan apapun? Saat itu terjadi, kau akan menua dan aku tidak! Itu sungguh akan menyakitiku, sebelum itu terjadi aku hanya ingin kau hidup baik di dunia manusia. Beli apapun yang kau inginkan, pakai apapun yang kau mau. Menikah dan memiliki anak. Dengan itu aku akan mempunyai keponakan yang akan kunantikan." dia tersenyum.

__ADS_1


Yuri menggeleng. "Rang kau gila! Bagaimana mungkin aku akan hidup bahagia dan menikah dengan orang lain saat yang aku inginkan hanyalah bersamamu! Bagaimana bisa aku melupakan kenangan kita!"


"Setelah aku memutuskan hidup di dunia siluman, semua kenanganku di dunia manusia akan terhapus dengan sendirinya. Semua barang-barang yang kumiliki akan menghilang seperti botol obat itu, tidak akan ada jejak yang bisa menyakitimu. Yang harus kau tahu, aku akan menyimpan kenangan kita. Aku mencintaimu di dua dunia, Yuri." Rang menarik tangan Yuri, kemudian mengecup bibir wanita itu dengan lembut. Air mata keduanya menyatu membasahi pipi, kali ini perpisahan itu akan terjadi sebelum hal yang lebih buruk menghampiri mereka.


__ADS_2