Pengantin Rubah

Pengantin Rubah
Episode 12 - Perjanjian


__ADS_3

Byul masih menyantap es krim lezat bersama Rang disana. Rang terlihat sangat menikmati es krim strawberry yang dia pesan sembari beberapa kali tersenyum kecil.


"Kau harus memastikan kakakmu tidak ingat padaku," ujar Rang.


"Anggap saja sebagai tanda terimakasihmu karena aku telah mengembalikanmu padanya"


"Paman, bagaimana bisa kau membuat perjanjian seperti itu dengan anak kecil sepertiku?" Byul menatap Rang dengan polos.


"Aku tahu, kau sangat pintar. Kau tidak seperti anak kecil biasanya." Rang menyeringai.


"Paman benar, aku bisa mengetahui kau bukan manusia hanya dalam sekali melihat." Byul masih fokus memakan eskrim di tangannya.


"Pelankan suaramu, jangan sampai orang lain mendengar!"


**Kilas balik**


Setelah menghabiskan malam bersama dengan Yuri, Rang memastikan gadis itu tetap tertidur pulas sampai urusannya selesai. Dia harus mengembalikan semua keadaan seperti semula.


"Apa ini sangat jahat?" Rang bergumam pada dirinya sendiri sembari melihat Yuri yang masih tertidur dengan balutan selimut tebal milik Rang.


"Tapi, aku tidak bisa melakukan hal lain selain ini." Rang menatap cincin yang kini terlihat muncul memerah di jari manisnya.


"Bodohnya aku, kenapa aku kehilangan kendali." Dia menyesali perbuatannya pada Yuri, tapi dia juga tidak bisa menyangkal bahwa itu malam yang paling indah untuknya.


"Aku sudah mencurigai semua ini saat ayah dan Yon mulai mengusiknya, rupanya benar Yuri lah yang memiliki permata rubah itu. Aku yakin, ayah menghalangi energi permata itu sehingga aku tidak bisa melihatnya saat pertama kali kuperiksa di dalam tubuh Yuri." batin Rang.


"Apalagi, dengan adanya Nara. Aku hampir terkecoh karenanya. Ini sangat sulit bagiku." Rang menatap langit-langit di kamarnya sebelum akhirnya pergi dari rumah dan tetap membiarkan Yuri dalam kondisi tertidur dengan kekuatannya.


"Bu Kimi, tolong persiapkan semua hal yang ku minta. Aku sedang dalam perjalanan menjemput seseorang."


Setelah sekitar satu jam penuh perjalanan, akhirnya Rang sampai di depan rumah wanita yang membawa Byul pergi. Dia melenggang masuk tanpa permisi.


"Hei anak muda! Siapa kau? Beraninya masuk ke rumah orang tanpa izin."


Rang langsung mendekat mengarahkan tatapan tajam pada wanita itu, matanya bersinar terang yang menandakan dia sedang menggunakan kekuatannya untuk membuat orang itu tidak berdaya.


"Kembalikan Byul dan jangan mengingat apapun setelah acara berkabung waktu itu." ujar Rang, kemudian wanita itu mengangguk tanda mengerti.


Byul yang sedang menyaksikan apa yang sedang dia lihat hanya bergemetar takut. Rang menghampirinya lalu berlutut di depan gadis kecil itu.


"Mari pergi, aku akan mengantarkanmu pulang pada kakakmu." Rang menyeringai.


Saat mengetahui Rang akan membawanya pulang kembali pada Yuri, Byul langsung bersemangat.


Rang membawanya ke rumah yang sudah ia minta persiapkan pada bu Kimi.


Sesampainya disana, Rang berniat menghapus ingatan Byul tentang dirinya dan hal lain.

__ADS_1


"Byul, anggap kita tidak pernah bertemu dan lupakan semua kejadian hari ini." ujar Rang, untuk beberapa saat mata mereka bertemu.


Byul masih dengan polos menatap mata Rang, "apa yang paman lakukan? Bagaimana bisa aku melakukannya?"


Rang membelalak, "Byul, lupakan ingatan semua tentangku."


Namun Byul malah mendengus dan keluar dari mobil Rang, "paman aneh sekali. Aku tidak akan melupakan kejadian aneh hari ini selamanya. Tapi, terimakasih telah membawaku pada kakakku lagi."


Rang menaikan sudut alisnya, kemudian dia mengejar Byul sembari kebingungan.


"Anak ini? Kenapa tidak berhasil padanya?" gumam Rang sembari mengerutkan dahi.


"Byul, setidaknya mari kita buat perjanjian. Anggap saja sebagai rasa terimakasihmu padaku."


"Paman, bagaimana bisa kau membuat perjanjian dengan anak kecil sepertiku."


Rang berjalan cepat dan langsung berdiri di depan Byul.


"Ini semua demi keselamatan kakakmu."


Setelah mendengar hal itu, akhirnya Byul mau membuat perjanjian dengan Rang. Kekuatan Rang tidak mempan sama sekali terhadap Byul, sehingga anak itu akan mengingat dengan jelas dan mengetahui bahwa Rang bukanlah manusia.


**Kilas balik selesai**


Setelah selesai memakan es krim bersama Byul, Rang kembali ke kantor sedangkan anak itu dibawa oleh bu Kimi.


Dia hanya memeriksa Yuri diam-diam dan tidak berani menemuinya.


Suara ketukan terdengar di ambang pintu.


"Masuk!"


Seorang wanita cantik dengan balutan setelan berwarna soft pink masuk ke dalam ruangan.


"Selamat pagi Pak Rang," sapa Nara pada bosnya.


"Hei," Rang menekan dahinya tanpa menoleh ke arah gadis itu.


"Ayahku, meminta kita untuk makan malam." Nara mendekat ke meja Rang.


"Makan malam? Kenapa tiba-tiba?" Rang menatap Nara agak lama.


"Kau tahu, dia sangat ingin menemui kekasihku."


Nara menunduk malu.


"Kekasih?" Rang mengerutkan dahi.

__ADS_1


"Maafkan aku, aku terpaksa melakukannya."


"Kumohon bantu aku," lanjut Nara.


"Rang.. Bukankah kau akan membantuku keluar dari sikap obsessive ayahku? Ayolah, bantu aku, hanya kau yang paling cocok untuk kriteria yang ayah inginkan." Nara menghela napas panjang, dia terlihat putus asa.


Sedangkan Rang, menatap Nara dengan iba. Dia mendecak menyerah.


"Baiklah, tapi hanya untuk kali ini saja."


"Tentu, terimakasih." Nara memberikan dokumen yang harus Rang tanda tangani sembari tersenyum gembira.


Setelah seharian berkutat dengan pekerjaannya, Rang akhirnya keluar dari kantor.


"Pak Rang!" Rang menoleh ke arah gadis yang memanggilnya.


"Mari kita membeli pakaian yang serasi," Nara menunggu Rang mengiyakan ajakannya.


"Haruskah? Aku punya lebih dari 100 lusin jas dari yang limited edition sampai yang biasa saja. Haruskah aku tetap ikut berbelanja? Kau saja ya, Nara. Aku ada urusan lain."


Rang meninggalkan Nara sendirian. Bibir wanita itu mengerucut, akhirnya dia pergi ke toko baju sendiri.


Tidak jauh dari kantor, disana terdapat butik yang terkenal dengan koleksi terbaik mereka. Butik itu baru dibuka 3 bulan lalu, Nara pun masuk ke dalam butik itu dan melihat pakaian yang ada disana.


"Selamat sore, silahkan." seorang wanita menyapa Nara dengan ramah.


"Hai, selamat sore hm.. Yu...ri tolong carikan aku pakaian yang cocok dipakai untuk makan malam ya."Nara melihat nametag yang ada pada baju Yuri.


"Baik, tentu saja nona." Yuri segera membawa beberapa gaun cantik yang cocok dipakai untuk makan malam.


"Ini dia, silahkan dipilih."


"Ah koleksinya sangat bagus sekali. Menurutmu mana yang cocok untukku? Hari ini aku akan makan malam bersama orang yang spesial."


"Ah benarkan nona? Kurasa warna biru ini sangat cocok untukmu."


"Tapi, pria ini sering sekali mengenakan warna merah. Humm, apa maroon ini cocok untukku?"


Yuri tersenyum ragu, "apapun akan sangat cocok dipakai oleh wanita secantik dirimu nona."


"Ah, kau sangat pintar menyanjung seseorang. Bagaimana jika kau membawa semua koleksi ini dan ikut aku ke rumah?"


Mata Yuri membulat saat mendengar tawaran Nara.


"Aku akan membeli semuanya, tapi dengan syarat kau harus ikut ke rumah membantuku memilih dan memakai pakaian yang paling cocok untukku. Waktuku tidak banyak aku harus melihat persiapan makan malam di rumah, agar tidak mengecewakan orang spesial ini."


Yuri mengangguk pelan, "baiklah tentu. Tapi aku harus menghubungi atasanku dulu. Tunggu sebentar."

__ADS_1


__ADS_2