
Mendengar penuturan dari Akbar, disana tak ada yang mengeluarkan suaranya. mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing.
sementara, arzanka yang berada di gendongan sang ayah Langsung mengerutkan keningnya. mungkin ia bertanya-tanya, apa yang di inginkan oleh Akbar.
"kenapa tidak boleh..?? aku ingin tidur di pelukan Mommy.." ucap Arzanka dengan lirih. ia juga memainkan kedua jari telunjuknya sambil menundukkan kepalanya.
Akbar langsung tersentil mendengar penuturan sang anak. apakah sudah sebegitu inginnya Arza untuk tidur dengan ibunya.? apakah Akbar tidak akan ada kesempatan untuk memeluk anaknya. ia menatap anaknya dengan tatapan sendu. sungguh miris ketika mendengar dan melihat seorang anak, yang menginginkan kasih sayang kedua orang tuanya, tapi tidak ia dapatkan.
"bukan tidak boleh.. nanti Deddy yang akan temani tidur.." tutur Akbar dengan lembut. mendengar penuturan itu, Arza menegakkan kepalanya dan melihat ke arah Akbar kemudian menatap pria yang menjadi ayah nya itu dengan lekat. seolah ia mencari kebohongan di mata sang ayah.
"benarkah..!! Deddy mau menemaniku tidur dan membacakan cerita untuk ku..??" tanya Arza lagi kepada Akbar.
"ia, Deddy akan menemani mu tidur dan membacakan mu cerita." ucap Akbar lagi. ia berpikir, setidaknya ini adalah awal dan momen yang harus ia mulai, untuk mendekatkan diri kepada anaknya itu.
"yeyy... baiklah kalau begitu Deddy.. aku ingin Deddy dan Mommy menemaniku tidur.. jadi Mommy nginap disini ya..!!"" ujar Arza dengan riang gembira.
penuturan Arza sontak membuat mereka semua yang ada disana terkejut. apalagi Arumi dan Akbar. tidak mungkin lah mereka tidur bersama tanpa ikatan apapun. mendengar itu, Arumi hanya tersenyum kecut. sementara Nesya tersenyum jahil kepada Nesya.
"sayang.. Mommy minta maaf, Mommy ngak bisa nemanin Arza dan Deddy tidur.. maaf ya nak.." ujar Arumi dengan lambut. seketika wajah riang Arza berubah menjadi sendu.
__ADS_1
"kenapa tidak bisa Mommy..?? kalau begitu, Arza ikut Mommy saja. lagi pula, Arza lebih butuh Mommy ketimbang Deddy.." ujar Arza dengan penuh permohonan. penuturan itu sontak membuat hati Akbar yang paling dalam bergetar. Apakah sudah sebegitu bencinya sang anak terhadap dirinya.
"Apakah Arza membenci Deddy..??" tanya Akbar kepada arzanka dengan penuh pengertian. tak dapat ia pungkiri bahwa hati kecilnya merasa sakit mendengar penuturan sang anak.
"Arza tidak benci, hanya saja Arza tidak terbiasa dengan Deddy..." ucap arzanka dengan polos.
"kalau begitu, Apakah boleh Deddy mendekatkan diri kepada Arza.?" ungkap Akbar kepada sang anak. arza dibuat bingung dengan penuturan sang ayah. ia kembali memandang wajah ayahnya.
"maksud Deddy bagaimana..?? arza tidak paham.." Ucapnya dengan wajah polos. mendengar itu, Akbar kembali menurunkan sang anak dari gendongan nya dan mensejajarkan tingginya dengan sang anak.
"maksud Deddy, mulai sekarang, Deddy akan menemani kegiatan Arza dan membagi waktu untuk Arza. Deddy mau mendekatkan diri dengan Arza, seperti mengajak arza bermain bersama, dan menuruti semua keinginan Arza. bagaimana..??" tanya Akbar dengan penuh harap.
"Apakah benar dengan yang ayah katakan. bahwa ayah akan menuruti semua keinginan Arza.?" tanya arzanka kepada ayahnya. Akbar menganggukkan kepalanya tanda apa yang dituturkan oleh sang anak benar adanya. lagi-lagi arzanka bersorak dalam hati.
"Arza saat ini tidak membutuhkan apapun. tapi Arza punya satu permintaan untuk Deddy. Arza menginginkan Mommy tinggal di sini bersamaku. biarkan dia menjadi pengasuh ku agar Mommy dapat menghasilkan uang dan tidak bekerja di luar lagi." tuturnya dengan ekspresi yang menggemaskan.
Iya berfikir, ia akan berusaha mendekatkan Arumi dengan ayahnya. dan untuk sementara, ia akan mengambil jalan ini untuk mendekatkan mereka berdua. setelah keinginan pertamanya dipenuhi nanti oleh sang ayah, maka ia akan memikirkan cara selanjutnya.
tuan timotian dan nyonya Larissa terkejut mendengar penuturan sang cucu. namun mereka tidak menolak sama sekali dan tidak merasa keberatan. Begitu juga dengan Nesya, Iya tidak keberatan jika seandainya sahabatnya mendapat pekerjaan tetap. namun Ia juga merasa bimbang, kalau sudah bekerja seperti ini, artinya kebebasannya juga akan dibatasi. Namun sebagai seorang sahabat, lebih baik tinggal di rumah ini dan bekerja sebagai pengasuh arzanka ketimbang tinggal di kosan yang keamanannya masih diwaspadai.
__ADS_1
jikalau tuan timotian dan nyonya Larisa serta nesya setuju dengan permintaan arzanka. beda halnya dengan Akbar dan Arumi.
Arumi yang memang membutuhkan pekerjaan tetap tidak setuju dengan usul arzanka. Iya takut Akbar akan berpikiran macam-macam tentangnya. sementara Akbar tidak setuju, karena ia takut anaknya akan semakin dekat dengan Arumi dan melupakan dirinya.
"Kenapa harus seperti itu..?? lagi pula perempuan yang kamu anggap mommy itu bukanlah ibumu.." terang Akbar kepada sang anak. penuturan itu sontak membuat raut wajah arzanka kembali sendu. sementara tuan timotian dan nyonya Larissa menjadi marah mendengar penuturan Akbar.
"apa apaan kamu bar, !! Kenapa kamu mengatakan hal seperti itu kepada anakmu sendiri. Mama tidak suka kamu mengatakan hal itu kepadanya, kamu tidak lihat betapa giginya arzanka mendapatkan kasih sayang seorang ibu. kamu dengar juga kan!! arzanka juga tidak membutuhkanmu..!! Mama tidak suka ya kamu mengatakan hal itu kepada arzanka..!!" seru Nyonya Larissa kepada Akbar.
sementara Arumi merasa tercubit mendengar penuturan itu. Iya tahu posisinya di mana. dia juga tahu kalau dirinya bukanlah ibu kandung dari arzanka. namun rasa sayang Arumi kepada arzanka mengalir begitu saja, begitu juga sebaliknya. walaupun merasa sakit hati, Arumi hanya diam dan menyimak saja. sementara Nesya, Iya me ngumpat dalam hati.
(sialan ini si duda..!! bukannya bersyukur karena anaknya sudah dijagain, malah membuat suasana menjadi tidak enak. Mentang-mentang dirinya adalah orang kaya, seenaknya saja mengatakan hal itu tanpa memikirkan perasaan orang lain. bahkan dengan teganya ia menyakiti hati anaknya sendiri, benar-benar pria brengsek.) umpat Nesya dalam hati.
"mah, bukan begitu, Aku hanya tidak ingin Arga terus berharap kepada orang asing.." ucap Akbar lagi. Nyonya Larissa kembali memicingkan matanya ke arah sang anak.
"orang asing katamu !! justru orang asing inilah yang membuat ceria anakmu !! justru orang asing inilah yang membuat anakmu dapat merasakan kasih sayang seorang ibu !! bagi Mama, kamulah yang orang asing untuknya.!! 3 tahun kamu meninggalkan anakmu begitu saja hanya karena merasa terpuruk, kini kamu kembali dan ingin mengatakan kepada anakmu bahwa orang yang memberikan ia kasih sayang adalah orang asing.!! Siapa yang mengajarkanmu seperti itu, Aku sama sekali tidak mengatakan dan mendidikmu bahwa orang baik itu adalah orang asing. ingat Akbar, yang membuat anakmu mendapatkan kasih sayang seorang ibu adalah orang yang kamu anggap orang asing, sementara kamu yang bukan orang asing bagi anakmu, malah meninggalkannya selama 3 tahun tanpa menanyakan kabar dan kesehatan serta pertumbuhannya. jangan membuat mama membandingkanmu dengan orang asing ini." ucap Nyonya Larissa dengan marah.
kemarahan dan penuturan Nyonya Larissa langsung membuat Akbar tertegun. Iya tidak dapat menjawab apapun, karena semua yang dikatakan oleh ibunya benar adanya. selama tiga tahun ia telah mengabaikan tumbuh kembang sang anak, dan hanya karena seorang perempuan yang ia cintai melarikan diri darinya membuat dirinya terpuruk dan bahkan melupakan tanggung jawabnya sebagai seorang ayah.
***bersambung***
__ADS_1