
"selamat datang kembali tuan muda cilik...!!!" seru semua pelayan yang ada di sana sambil melambaikan balon-balon yang ada di tangan mereka untuk menyambut kedatangan Arza.
Arza yang melihat hal itu begitu sangat senang, walaupun hanya penyambutan sederhana ternyata cukup berkesan di dalam hatinya. ada rasa hangat yang menjalar dalam relung hatinya secara pelan namun pasti, apalagi opa dan Omanya begitu sangat menunggu kedatangannya.
"terima kasih Paman bibi..." ucap arzanka dengan perasaan haru. Iya tersenyum manis ke arah Arumi yang juga tersenyum ke arahnya. Mereka pun melanjutkan melangkah menuju ke arah tuan timotian dan nyonya Larissa yang ternyata berdiri di ambang pintu menunggu kedatangan mereka dengan raut wajah yang begitu bahagia.
satu hal yang menjadi kebahagiaan bagi sepasang paruh baya itu, yaitu melihat senyum yang terukir di bibir manis sang cucu. melihat itu semua, Nyonya Larissa sungguh merasa bersalah karena sebelumnya telah melarang Arza untuk menghubungi Arumi yang merupakan salah satu sumber kebahagiaan anak itu.
"assalamualaikum oma opa..." ucap Arza mengucapkan salam kepada opa dan Omanya. Iya juga menyalimi tangan keduanya seperti hal yang diajarkan oleh Arumi kepadanya sebagai salah satu bentuk akhlak kepada orang yang lebih tua terhadapnya.
Nyonya Larissa dan Tuan timotian tersenyum dan kembali bersahut untuk menjawab salam dari Arza.
"waalaikumsalam cucu Oma dan opa yang paling tampan..." ucap Nyonya Larissa merengkuh tubuh Sang cucu membawanya ke dalam pelukan serta menenggelamkan beberapa kecupan di pipi sang cucu. Begitu juga dengan tuan timotian yang tidak mau kalah.
__ADS_1
dan untuk sementara ini, Arza membiarkan kedua paruh baya itu menciumi pipinya. Karena setelah ini ia tidak akan membiarkan siapapun kecuali Arumi untuk mencium dan menyentuhnya secara berlebihan.
Nyonya Larissa pun beralih ke arah Arumi. ia menatap lekat wajah gadis itu, tatapannya itu seolah mengatakan ucapan terima kasih yang begitu mendalam kepada Rumi. Arumi yang melihat tatapan itu pun langsung tersenyum.
"terima kasih ya nak, berkatmu Arza kembali ceria seperti semula."; ucap Nyonya Larissa sambil memeluk tubuh Arumi. Arumi pun langsung membalas pelukan Nyonya Larissa itu.
"Iya nyonya sama-sama..." ucap Arumi kepada Nyonya Larissa.
kini Arza sudah berada di atas gendongan sang opa. " Ya sudah kalau begitu, ayo semuanya masuk ke dalam kita rayakan pesta penyambutan yang kecil-kecilan ini." ujar Tuan timotian kepada istri dan Arumi serta kepada para pekerja yang bekerja di kediaman Maulana.
saat mereka tiba di dalam kediaman, Arga begitu tercengang melihat betapa banyaknya makanan yang berjejer rapi di atas meja yang sudah disusun. banyak sekali makanan-makanan enak di sana.
*opa apakah semua makanan ini dibuat khusus untuk menyambut Arza..??" tanya arzanka kepada kakeknya. tuan timotian pun langsung melihat ke arah Sang cucu.
__ADS_1
"tentu saja nak, semua mempersiapkan makanan dan pesta kecil-kecilan ini untuk menyambut kesembuhan mu. jadi, ayo temani opa untuk menikmati makanan itu." ucap Tuan timotian lagi. dan langsung dibalas anggukan kepala dari Arza.
sementara Arumi, ia masih setia memegang tas yang berisi pakaian Arza. sampai akhirnya seorang pelayan datang menawarkan untuk meletakkan tas tuan muda mereka ke dalam kamar.
"maaf nona Rumi. biar bibi menyimpan tas tuan muda ke dalam kamarnya.." ucap bibi itu dengan sopan. Arumi pun tersenyum.
"oh... baiklah kalau begitu bi. maaf merepotkan.." ucap Arumi sambil menyerahkan tas itu kepada sang bibi. setelah itu, ia kembali bergabung dengan mereka semua.
***
di tempat lain. saat Akbar telah selesai memimpin rapat atas pertemuan nya dengan para klien dari luar negeri. ia memutuskan untuk kembali ke ruangan nya dengan Iqbal yang setia mengekori nya dari belakang.
saat memasuki ruangan nya, Akbar pun langsung di kejutkan dengan kehadiran seorang perempuan disana.
__ADS_1
siapakah perempuan itu..??
***bersambung***