
ini Arumi dan Nesya telah sampai di rumah sakit pelita, di mana arzanka dirawat. dengan tergesa-gesa, keduanya langsung menuju meja resepsionis untuk menanyakan ruang tempat arzanka dirawat.
"permisi sus, atas nama arzanka Maulana, Di manakah pasien dirawat sus..?" katanya Arumi kepada sang resepsiois.
"tunggu sebentar kalau gitu ya mbak..." setelah mengatakan hal itu, resepsionisnya mulai mencari keberadaan nama arzanka Maulana.
"pasien dirawat di ruang VIP kelas 1. ruangannya berada di lantai 6.1" ucap sang resepsionis lagi kepada keduanya.
"kalau begitu terima kasih Ya sus..." Setelah itu mereka berdua langsung menaiki lift untuk menuju lantai 6 di mana arzanka dirawat.
ting
lift pun terbuka dan keduanya keluar menuju ruangan yang dituju.
tok tok tok
ceklek
semua yang ada di ruangan itu langsung mengarahkan pandangannya ke arah pintu. di sana Arumi sudah menongolkan kepalanya melihat kondisi ruangan.
"assalamualaikum... Permisi..." ucapnya sambil melihat Nyonya Larissa dan keluarganya yang sedang duduk menunggu keadaan arzanka. sementara Akbar sedang duduk di samping brankar putranya sambil terus bergumam merangsang kesembuhan sang anak.
__ADS_1
Nyonya Larissa dan Tuan timotian yang melihat kedatangan Arumi langsung bangkit dan menyuruh Arumi masuk. Jujur saja mereka sangat senang dengan keberadaan Arumi di sini.
"waalaikumsalam, Arumi syukurlah Kamu mau datang menjenguknya nak." ucap Nyonya Larissa sambil bangkit dan menghampiri Arumi yang masih di ambang pintu. kemudian memeluk tubuh gadis itu.
sementara di Brankar, arzanka yang mendengar suara lembut Arumi ketika mengucapkan salam langsung merespon. ternyata tak menunggu lama anak itu kembali seperti merespon kata-kata mereka.
"mommy...!!" ujar arzanka dengan pelan dan lirih. sungguh ia sangat merindukan gadis ini, Jika saja ia tidak merasa lemah dan susah bergerak, mungkin saja arzanka kini telah menerjang tubuh Sang gadis.
Akbar yang berada dekat dengan arzanka terkejut mendengar ucapannya. Iya tidak menyangka respon anaknya akan secepat ini.
"Arza, kamu bisa mendengar sayang...!!" ujar Akbar dengan gembira. sontak saja Nyonya Larissa dan Tuan timotian ikut mendekat disusul dengan Arumi dan Nesya.
"mommy..."ucap Arza lagi sambil matanya berkaca-kaca menahan tangis melihat keberadaan gadis yang begitu sangat ia rindukan.
Akbar pun langsung menoleh ke arah Arumi seperti memberikan kode kepadanya untuk mendekat ke arah sang anak. sambil dirinya bangkit dari tempat duduk yang berada di samping brankar itu.
setelah meminta izin kepada Nyonya Larissa dan Tuan timotian, Arumi langsung berjalan mendekat ke arah arzanka. hati Arumi begitu teriris melihat keadaan Arza, di mana wajah Cubby anak ini tidak terlihat lagi bahkan Arza terlihat sangat kurusan.
"mommy..." panggil Arza lagi karena dari tadi Arumi belum menjawabnya. Arza tersenyum walaupun hatinya merasa miris melihat keadaannya, Iya mendekat dan memeluk tubuh rapuh sang anak.
"Iya sayang, ini Mommy.... Kenapa Arza bisa seperti ini nak...!!* ucap Arumi sambil matanya berkaca-kaca namun ia berusaha sekuat tenaga agar air matanya tidak keluar.
__ADS_1
"mommy marah kepada Arza, Kenapa lama sekali tidak datang mengunjungi Arza. Arza sangat rindu kepada mommy. mommy tidak marah lagi kan..??" ucap arzanka panjang lebar untuk yang pertama kalinya. walau terdengar tersendat-sendat dan lemah itu cukup memberikan kesenangan tersendiri bagi keluarga Maulana itu.
"mommy tidak marah sayang.. kan mommy sudah bilang kalau, Mommy dan tante Nesya memiliki pekerjaan. Mommy dan tante Nesya juga bekerja di mana tempat itu tidak ada jaringan jadi susah berkomunikasi kepada Arza." jelas Arumi kepada Arza ikut menghibur walaupun berbohong, tapi mau bagaimana lagi namun tak semua ucapannya adalah bohong.
Akbar Nyonya Larissa dan Tuan timotian tersenyum kembali melihat kemajuan dari sang anak. walaupun nanti Akbar akan bersaing dengan Arumi untuk mendapatkan perhatian Arza, namun itu tidaklah menjadi masalah saat ini. yang penting Arzanka senang dan kembali ceria seperti semula.
"hai Tante Nesya, arza senang tante juga ikut menjenguk Arza." Sapa arzanka ketika matanya tak sengaja menangkap sosok keberadaan Nesya di samping Arumi.
"hai juga jagoan tante, cepat sembuh ya sayang Jangan sakit-sakit. nanti Tante sama Mommy akan mengajak Arza jalan-jalan kalau sudah sembuh. mau tidak..??" ucap Nesya kepada arzanka.
"mau Tante mau..!!" serunya dengan wajah yang berbinar-binar. sungguh tak butuh waktu lama untuk mengembalikan keceriaan anak itu. walaupun masih sangat lemah dan pelan tapi tak dapat membohongi penglihatan mereka bahwa Arza telah kembali ceria.
melihat hal itu, Nyonya Larissa dan Tuan timotian sangat senang melihatnya. kemudian Nyonya Larissa mendekat ke arah Arumi dan mengatakan sesuatu.
"rum Arza sudah beberapa ini tidak makan dengan baik. maukah membantu Mama untuk membujuknya makan.."ujar Nyonya Larissa sambil mengangkat sebuah mangkuk yang berisi bubur untuk Arzanka.
Arumi langsung menerima bubur itu " baik nyonya, saya akan membujuknya untuk makan." ucap Arumi, Nyonya Larissa pun tersenyum dan bersyukur dalam hati ternyata gadis ini Tidak membenci mereka walaupun panggilannya telah berubah.
"Arza, nah sekarang waktunya untuk makan ya sayang.." ucap Arumi. ternyata satu kalimat itu direspon baik oleh arzanka.
"baik Mommy.." ucap arzanka. Nesya dan keluarga Maulana tersenyum walaupun hanya satu orang yang tersenyum masam. setelah itu Arumi mulai menyuapkan bubur itu ke mulut tarzanka.
__ADS_1
***bersambung***