PENGASUH BERHARGA

PENGASUH BERHARGA
31. marah


__ADS_3

hari-hari mereka jalani dengan senang dan bahagia apalagi arzanka. semenjak kehadiran Arumi dalam hidupnya, arzanka tidak pernah lagi berteriak, menangis histeris ataupun sebagainya. mungkin Di Antara beribu anak di dunia, arza lah yang paling bahagia.


Begitu juga dengan Akbar, Iya cukup senang melihat perkembangan anaknya yang begitu baik. apalagi tutur kata sopan santun melekat dalam diri anaknya itu. tapi hanya satu yang membuat ia pusing tujuh keliling, yaitu dengan keberadaan Cynthia yang terus mengganggu Arza dan dirinya, Iya juga ikut mengusik ketenangan pengasuh putranya itu.


***


saat ini Akbar tengah berada di kantornya. tiba-tiba dari arah pintu, terlihat Chintya sedang berjalan masuk ke dalam ruangan Akbar Maulana.


"assalamualaikum sayang..." ujar Cintya dengan manja. sambil ia berjalan lenggak lenggok menghampiri Akbar. disertai senyum manis yang terbit di wajahnya.


Akbar yang mendengar penuturan itu langsung mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Chintya. Akbar pun langsung mengerutkan keningnya.


"kamu..!!. siapa yang mengizinkan kamu masuk ke sini." ucap Akbar dengan dingin. Cynthia tersenyum seolah Apa yang diucapkan oleh Akbar merupakan kata sapaan kepada dirinya. Cynthia juga sepertinya tidak peduli, Apakah Akbar akan mengusirnya dan memaki-maki dirinya. yang penting ia menemui laki-laki itu.


"sayang jangan seperti itu. karena mulai sekarang aku akan sering-sering datang ke kantormu. Oh ya, aku membawakan makan siang untukmu, seperti waktu dulu kamu memintaku untuk datang ke kantor dan sekaligus membawakan makan siang untukmu sayang." ucap Cynthia dengan tidak tahu dirinya.


Akbar lagi-lagi menarik nafasnya dengan pelan dan berusaha untuk sabar. tapi dalam hatinya sudah menggabung-gabu ingin sekali menjambak dan membentak perempuan yang tidak tahu diri ini. tapi ia tidak harus merendahkan harga dirinya dengan berhadapan dengan seorang perempuan.


"cih!! Tapi sayangnya aku sudah tidak membutuhkannya lagi. sebaiknya kamu keluar karena aku sedang bekerja." ujar Akbar lagi dengan ekspresi dingin. namun tentu saja Cynthia tidak akan mau mendengarkan ucapan dari Akbar itu.


bukannya keluar ketika mendengar ucapan dari Akbar, Cynthia malah memilih berjalan mendekat ke arah Akbar. kemudian dengan tidak tahu dirinya ia langsung mendudukkan tubuhnya di pangkuan Akbar sambil kedua tangannya Ia kalungkan di leher Akbar.

__ADS_1


"sayang jangan begitu. aku minta maaf karena kesalahanku di masa lalu. tapi sekarang aku benar-benar menyesal dan ingin mengulang semuanya dari awal. memberikanmu kasih sayang, memperhatikanmu, dan juga memperhatikan Arza." ujar Sintia lagi dengan sorot mata yang dibuat menyesal.


Akbar yang mendapatkan perlakuan seperti itu tentu saja tidak terima. Iya sudah tidak menginginkan Cynthia lagi. dalam hatinya hanya ada rasa benci terhadap perempuan ini. kalau bukan karena perempuan ini ia pasti tidak akan mengabaikan anaknya selama 3 tahun. ya walaupun hubungan Arza dan Akbar kini bisa dikatakan mulai membaik. namun momen 3 tahun itu membuat Akbar menyesal karena mengabaikan anaknya selama itu.


"turun kamu sekarang dari pangkuanku. atau aku akan melemparmu keluar." ujar Akbar dengan ekspresi dingin dan menatap tajam ke arah Cynthia.


Cynthia tercengang melihat ekspresi yang tidak pernah Ia lihat sebelumnya. dan sejujurnya Cynthia juga merasa takut melihat ekspresi Akbar itu. namun tentu saja ia tidak mau menyerah, ia akan membuat laki-laki ini bertekuk lutut kembali di hadapannya.


"sayang, tolong kasih aku kesempatan satu kali lagi untuk memperbaiki diriku dan memperbaiki hubungan kita. ingatlah diantara kita masih ada Arza anak kita yang membutuhkan kasih sayang kita berdua.." ucap Cynthia lagi dengan tidak tahu dirinya. mendengar penuturan Cynthia seperti itu, sontak gejolak amarah langsung meluap-luap dalam hati Akbar.


lalu dengan kasarnya Akbar mendorong tubuh Sintia sehingga terjatuh ke lantai. Iya juga langsung bangkit dari kursi kebesarannya itu.


"Apa kamu bilang!!, kamu mengatakan dan mengingatkan aku mengenai Arza.! tidak perlu kamu mengingatkanku seperti itu. bahkan saat ini Arza sudah tidak membutuhkan dirimu lagi. Iya sudah mendapatkan kasih sayang tulus dari orang-orang terdekatnya. jadi jangan pernah kamu beralasan dengan menyebut nama Arza di depanku.!!" ujar Akbar dengan emosi yang meluap-luap dan sedikit berteriak.


"Akbar sepertinya kamu sedang marah. kalau begitu aku akan pulang dulu, nanti aku akan datang kembali." ujar Chintya lagi dengan tidak tahu dirinya. setelah itu Chintya bangkit dari duduknya di lantai akibat dorongan dari Akbar, setelah itu ia langsung bergegas meninggalkan ruangan Akbar.


untuk sementara, Cynthia berpikir untuk menjauh dari Akbar agar meredakan sedikit amarah yang ada dalam hati Akbar. sambil ia akan menyusun rencana untuk dekat lagi dan kembali kepada Akbar menjadi Nyonya Maulana.


***


selepas kepergian Cynthia dari ruangan Akbar. emosi Akbar masih meletup-letup. Iya beberapa kali menarik nafas dengan dalam untuk menenangkan detak jantungnya yang begitu cepat sambil meredam amarahnya. bahkan Akbar beberapa kali mengusap wajahnya dengan kasar.

__ADS_1


saat Akbar masih berusaha menata hatinya dari rasa amarah dan kesal terhadap Cynthia, saat itu juga tiba-tiba sang asisten memasuki ruangan atasannya. Siapa lagi kalau bukan Iqbal.


tok tok tok


"permisi tuan." ucap Iqbal sambil berlalu memasuki ruangan Akbar. tanpa Akbar sudah mulai tenang dari amarahnya itu. ia menatap asistennya dengan lekat, yang tentu saja membuat Iqbal menjadi salah tingkah. ya kira ada sesuatu di wajahnya atau dari perawakannya.


"Ada apa bos.. Kenapa melihatku seperti itu.." ujar Iqbal sambil memicingkan matanya ke arah sana atasan. Akbar yang melihat tingkah bawahannya itu berdecak kesal.


"Aku sedang kesal terhadapmu, bisa-bisanya kamu mempersilakan perempuan licik itu masuk ke dalam ruanganku."protes Akbar kepada sang asisten. walaupun amarahnya telah reda, namun dari sorot matanya masih sangat kesal terhadap Apa yang terjadi hari ini.


Iqbal yang merasa aneh dengan penuturan atasannya itu pun langsung mengerutkan keningnya. ia mencoba mencari seorang perempuan licik yang tadi atasannya katakan.


"maksud Tuan bagaimana..?? Aku tidak mengerti.? perempuan licik yang mana Tuan..??" tanya Iqbal kepada Akbar. Akbar pun lagi-lagi berdecak dan menghampiri mejanya.


"ck.. sudahlah tidak perlu dibahas. lain kali kalau Cynthia datang lagi ke kantor ini, perintahkan kepada para satpam untuk langsung mengusirnya saja. " ujar Akbar kembali kepada asistennya.


Iqbal yang mendengarkan penuturan dari Akbar itupun langsung mengerutkan keningnya lagi. pasalnya Ia memang tidak mengetahui dan tidak melihat keberadaan Cynthia di ruangan itu ataupun Cynthia yang memasuki ruangan Akbar. barangkali Iqbal memiliki keperluan lain sehingga tidak melihat kedatangan perempuan itu.


"masih berani juga dia ternyata.. Baiklah Tuan. Oh iya, ini ada beberapa berkas proyek kerjasama dari perusahaan rentle group. dan sebentar lagi, kita akan melakukan meeting bulanan lagi tuan." ujar Iqbal memberitahu Akbar.


Akbar pun langsung mengambil berkas proyek kerjasama itu dan membacanya dengan teliti. Iya tidak ingin ada kesalahan dalam kerjasama ini, dan begitulah Akbar bekerja. setelah itu, keduanya pun langsung berlalu ke ruang meeting yang sudah dihadiri oleh beberapa pimpinan di perusahaannya itu.

__ADS_1


***bersambung***


__ADS_2