
Waktu tengah menunjukkan jam 10 teng. saat itu, arzanka sudah bersiap-siap mandi dan juga sudah rapi. Nyonya Larissa yang melihat cucunya yang sudah rapi dan wangi serta ganteng itu menjadi heran. Kenapa tiba-tiba sang cucu bersiap-siap.
"sayang... loh kok udah wangi dan sudah siap begini.. mau ke mana cucu Oma...??" tanya Nyonya Larissa kepada arzanka. arzanka pun langsung memberikan senyum penuh arti kepada sang omah.
"Oma... Arza mau menjemput mommy di universitasnya. Arza tidak sanggup lagi menunggu mommy menjemput Arga. lebih baik, Arza yang menyusul mommy." ucap arzanka dengan percaya dirinya. Nyonya Larissa pun langsung tercengang. bukankah ini masih sangat dini, bisa saja Arumi masih mengikuti kuliah.
"sayang, tapi ini waktu masih menunjukkan jam 10.00 pagi. kan Mommy bilangnya akan keluar jam 12.00 siang. nanti saja berangkatnya." ucap Nyonya Larissa kepada cucunya. namun Arzanka tetap Keke ingin berangkat sekarang.
"tidak mau Oma. Arza sudah sangat merindukan mommy." ucap arzanka sambil melipat kedua tangannya di atas dada Ia juga tak lupa mengerucutkan bibirnya. sehingga kesan imut di wajah arzanka terlihat. Nyonya Larissa yang begitu gemes melihat cucunya itu langsung menenggelamkan kecupan di pipi sama cucu.
"ih !! Oma...!! Oma tidak boleh cium Arza. hanya Mommy yang boleh cium Arza." ungkap arzanka kepada Omanya. Nyonya Larissa pun tersenyum geli melihat cucunya seperti itu.
"baiklah baiklah, Oma minta maaf ya..." ucap Nyonya Larissa.
"Ya udah ayo Oma... kita jemput Mommy sekarang.." ucap arzanka sambil menarik-narik tangan Omanya.
Nyonya Larissa yang ditarik-tarik seperti itu oleh sang cucu, akhirnya menurut. namun Nyonya Larissa tidak ikut mengantarkan Arza ke kampus di mana Arumi menuntut ilmu. Nyonya Larissa mempercayakan Arza kepada sang supir, karena nyonya Larissa memang masih memiliki banyak pekerjaan.
"Pak Jojo... tolong antarkan arzanka ke universitas UGM kita. cari perempuan yang bernama Arumi, dan jangan tinggalkan cucuku kalau belum bertemu dengan Arumi." ucap Nyonya Larissa. Nyonya Larissa juga menyerahkan foto Arumi kepada Pak Jojo agar tidak susah menemukan orangnya.
"Baiklah nyonya..." Ucap pak Jojo sambil menerima uluran foto dari tangan Nyonya Larissa. setelah itu Nyonya Larissa menasehati jujur kesayangannya itu.
"sayang ingat ya, sebelum jam 12.00 siang jangan keluar dari mobil. tunggu saja Mommy di parkiran atau di depan gerbang kampus. karena mungkin Mommy sedang mengikuti kuliah... Ya...!!" seru Nyonya Larissa menasehati cucu kesayangannya itu. arzanka pun langsung mengerti apa yang dinasehatkan kepadanya. Iya langsung menganggukkan kepalanya dengan nasehat dari sang nenek.
"Baiklah Oma, Arza janji Arza tidak akan nakal. kalau begitu Arza pamit dulu ya Oma. assalamualaikum..." ucap arzanka mengucapkan salam sebelum pergi dan juga seperti biasa menyalim tangan sang omah. Arza mendapatkan pengajaran ini dari Arumi. tentu saja Nyonya Larissa yang melihat dampak positif yang diberikan oleh cucunya itu menjadi sangat senang.
"waalaikumsalam... hati-hati di jalan ya nak, Pak Jojo bawa mobilnya tidak usah terlalu ngebut." ucap Nyonya Larissa lagi.
"baik nyonya.." setelah itu mobil yang ditumpangi oleh Arza keluar dari kediaman mewah itu.
__ADS_1
***
kini arzanka dan Pak Jojo telah sampai di universitas gajah Mada. sesuai dengan yang diperintahkan dan yang dinasehatkan oleh sang Oma, arzanka dan Pak Jojo memilih untuk berdiam diri di dalam mobil sambil menunggu waktu menunjukkan jam 12.00 siang. sesekali mata arzanka juga terfokus pada pintu gerbang universitas itu.
"Pak Jojo.. Kenapa Mommy lama sekali ya.. aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan mommy.." ujar arzanka merasa bosan. bahkan rindu dalam hatinya sudah tidak dapat ia bendung lagi.
"sabar tuan muda. sebentar lagi nona Arumi akan keluar." Ucap pak Jojo kepada tuan muda kecilnya itu. arzanka pun hanya mampu menghela nafas pasrah, Iya tidak ingin menimbulkan masalah untuk mommynya.
"Baiklah Pak Jojo.. Arza anaknya penurut kok.." ucap arzanka dengan lemes. Pak Jojo yang melihat tuan muda kecilnya itu langsung merasa lucu. Ia hanya tersenyum simpul ketika melihat tingkah laku sang tuan muda cilik itu.
***
waktu sudah menunjukkan 11.30 siang. Arza begitu sangat antusias menunggu Arumi di dalam mobil. berulang kali arzanka mengarahkan pandangannya ke arah luar, namun Ia tetap saja tak menemukan keberadaan Arumi.
"Pak Jojo... tolong temani Arza masuk ke dalam. Arza tidak bisa berlama-lama menunggu Mommy keluar."pinta arzanka kepada Pak Jojo. Arzanka benar-benar telah habis kesabaran untuk menunggu Arumi di dalam mobil. rasa rindunya benar-benar tidak bisa ia bendung lagi.
"baiklah tuan muda." dengan senang hati, pak Jojo pun langsung turun dan menemani tuan mudanya untuk mencari Arumi yang sudah ia klaim sebagai Mommy nya.
di perjalanan, arzanka terus saja mengedarkan pandangannya. berharap ia dapat menemukan sosok yang ia cari. mereka terus berjalan menembus ramainya universitas itu dengan mahasiswa. cukup lama mereka berkeliling, tiba-tiba arzanka langsung menangkap sosok yang ia cari dari tadi.
"Pak Jojo, itu Mommy nya Arza." ucap Arsan k sambil menunjuk ke arah Arumi yang tengah berbicara dengan sahabatnya siapa lagi kalau bukan Nesya. tanpa pikir panjang, alasan kamu langsung melepaskan gandengannya di tangan Pak Jojo. arzanka pun langsung berlari meninggalkan Pak Jojo di belakang.
"MOMMY.....!!" teriak anak kecil itu. arzanka langsung menubruk tubuh Arumi.
bruk...
Arumi langsung terkejut mendapatkan tubuhnya dibantu oleh sesuatu. Arumi pun langsung mengarahkan pandangannya ke bawah, Di sana ia melihat Arga yang tengah memeluk kakinya sambil memberikan senyuman Pepsodent ke arahnya.
"eh... arza... kamu kesini sama siapa nak...!!" seru Arumi merasa khawatir. Arumi langsung turun dan sejajarkan tubuhnya dengan tinggi arzanka. sontak saja arzanka langsung memeluk leher Arumi.
__ADS_1
"mommy, Arza sangat merindukan mommy." ucap arzanka sambil memeluk erat leher Arumi. Arumi tersenyum dan membalas pelukan dari arzanka.
"Mommy juga sangat merindukan Arza. tapi, Mommy mau tanya.. dengan siapa Arza ke sini..??" tanya Arumi lagi kepada arzanka. arzanka langsung melepaskan rangkulannya di leher Arumi. kemudian mengedarkan pandangannya ke sana ke mari mencari sosok Pak Jojo yang dari tadi belum menampakkan hidungnya. tapi matanya langsung menangkap keberadaan sang supir.
"tuh..!! Arza datang bersama dengan Pak Jojo.." ucap arzanka sambil menunjuk ke arah Pak Jojo yang tengah berlari sedikit untuk menghampiri mereka. setelah mengatakan hal itu, arzanka kini beralih memandang Nesya yang berdiri dan melihat kedekatan mereka.
"assalamualaikum Tante Nesya..." ucap arzanka dengan senyum dan juga melambaikan tangannya ke arah Nesya. Nesya yang disapa oleh arzanka langsung tersenyum hangat.
"waalaikumsalam jagoannya tante..." ucap Nesya juga membalas lambaian tangan arzanka. Iya juga memberikan senyum manis ke arahnya.
Pak Jojo pun tiba dengan nafas yang ngos-ngosan.
"aduh !! maafkan saya Nona.. tadi Tuan muda memaksa untuk masuk ke dalam. Akhirnya saya menemani tuan muda untuk mencari anda nona." Ucap pak Jojo sambil nafasnya yang tersengal-sengal. Arumi pun tersenyum.
"tidak apa-apa Pak Jojo." ucap Arumi kepada Pak Jojo.
"Ya sudah kalau begitu, Pak Jojo, Arza ayo makan gabung bersama Mommy dan Tante." ucap Nesya yang kebetulan Mereka ingin makan siang.
"Oh tidak usah Nona Nesya. Saya akan menunggu di luar saja." ucap sang sopir dengan penuh hormat kepada kedua gadis muda ini. tentunya Pak Jojo merasa tidak enak diperlakukan seperti itu oleh keduanya.
"tidak apa-apa Pak Jojo, ikut saja makan bersama kami. lagi pulang, sahabatku ini banyak uang. iya kan iya kan..." ucap Arumi sambil mengedit-editkan matanya ke arah Nesya. Nesya pun langsung tersenyum simpul melihat kelakuan sang sahabat.
"tentu saja Pak Jojo, tidak perlu sungkan kepada kami. ayo kita makan sama-sama, setelah itu baru kita pergi main bersama-sama. arza senang kan..?? mau kan kalau diajak main sama tante dan juga mommy..??" tanya Nesya melihat ke arah Arzanka yang saat ini berada dalam gendongan Arumi.
"tentu saja tante Nesya, Arza sangat senang." ucap arzanka dengan mata yang berbinar-binar.
"bapak mungkin akan berperan menemani Kami di sana. tidak apa-apa kan pak..??" tanya Nesya lagi kepada Pak Jojo. Pak Jojo tentu saja tidak tega membiarkan kedua gadis ini membawa arzanka bermain tanpa kawalan darinya. bukan apa-apa, Iya hanya takut terjadi apa-apa dengan mereka.
"tentu saja Nona. kalau begitu, Apakah tidak apa-apa bapak ikut bergabung..??" tanya Pak Jojo lagi merasa tidak enak.
__ADS_1
"tentu saja Pak Jojo, ayo pak.." ucap Nesya lagi. Setelah itu mereka semua kembali mencari meja yang kosong. setelah dapat, Nesya pun memesan makanan untuk mereka semua termasuk makanan untuk arzanka. sementara arzanka terus bergelayut manja di pangkuan Arumi.
***bersambung***