
di bandara Sukarno Hatta, tampak seorang perempuan yang berjalan bak model papan atas dan berpenampilan glamor, keluar dari bandara dengan gaya angkuh nya dan langsung menghentikan taksi, serta masuk kedalamnya.
"kemana mbak..??" tanya sang supir kepada perempuan itu.
"Ke kantor Maulana grup." ucap perempuan itu dengan dingin.
setelah itu, taksi tersebut langsung melaju meninggalkan bandara dan pergi menuju perusahaan Maulana grup itu.
(tunggulah aku sayang, aku kembali dan kita akan memulai hidup yang baru, aku janji, setelah ini aku pasti akan menganggap mu.) ucap perempuan itu.
akhirnya, setelah 30 menit perjalanan tanpa kendala, akhirnya perempuan itu sampai di sebuah gedung yang bertingkat itu. setelah membayar ongkos pada supir taksi, dengan sombongnya, perempuan itu langsung berjalan menuju ruang CEO.
***
Akbar pun langsung terkejut melihat keberadaan perempuan itu.
__ADS_1
"kamu..!!! siapa yang menyuruh mu menunggu di ruangan saya..!!" seru Akbar dengan dingin kepada perempuan itu.
Iqbal yang sedari tadi mengekori Akbar, juga ikut terkejut melihatnya, siapa lagi kalau bukan Chyntia mantan istri dari tuan nya, ibu kandung dari Arza.
perempuan itu tersenyum manis ke arah Akbar. Ia pun berdiri dari posisi duduknya dan berjalan mendekat ke arahnya.
"sayang.. Aku sangat merindukanmu, maafkan aku dulu telah pergi meninggalkanmu tanpa izin darimu terlebih dahulu.." ucap Cynthia sambil memeluk tubuh Akbar.
Akbar pun terkejut mendapati pelukan itu, dengan kasarnya ia langsung mendorong tubuh Sintia menjauh darinya. dalam hati tidak ada rasa cinta lagi terhadap perempuan itu, yang ada hanya rasa marah dan kecewa serta benci yang sudah bercampur aduk.
"maaf, tapi kamu dan aku bukan lagi suami istri. Dan aku harap, kamu segera keluar dari ruanganku sekarang juga.." ucap Akbar lagi dengan ekspresi yang masih dingin.
"maksud kamu bagaimana..?? kamu nggak mungkin menceraikan aku, karena pasti gugatan kamu akan ditolak. lagi pula kita tidak mungkin bercerai, masih ada anak diantara kita." ucap Cynthia bersikukuh mempertahankan apa yang menjadi keyakinannya.
Iqbal sebagai seorang asisten dan orang yang paling sibuk mengurus masalah itu ikut geram mendengar ucapan dari Sintia, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa, Ia hanya akan mendengarkan perdebatan bosnya dengan mantan istrinya. lagi pulang, Akbar sama sekali tidak mempersalahkan keberadaan Iqbal di ruangan itu.
__ADS_1
"percaya diri sekali kamu. tiga tahun lalu kamu pergi meninggalkan aku dengan anak yang masih merah, sekarang kamu sok-sokan mengatakan ada anak diantara kita. bahkan hakim saja bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak. percaya diri sekali kamu mengatakan bahwa gugatanku pasti tidak akan diterima, buktinya kita telah resmi bercerai. Oh iya berhubung kamu tidak mempercayai ucapanku. aku masih menyimpan akta perceraian kita untukmu." ucap Akbar dengan datar dan dingin.
Akbar pun berjalan ke arah mejanya, kemudian dengan kasar ia menarik laci yang ada di sana dan mengeluarkan secarik kertas yang mengatakan bahwa mereka telah resmi bercerai. di sana juga terdapat cap pengadilan yang telah meresmikannya.
setelah itu Akbar melempar kertas itu di depan mata Cynthia.
"buka mata kamu lebar-lebar dan baca baik-baik..!! Jangan hanya mengatakan dan banyak gaya serta lagak di depanku, Aku tidak akan terpengaruh." ucap Akbar kepada Cynthia.
Cynthia pun dengan tangan gemetar mengambil surat cerai itu. ya kemudian melihat dan membacanya, perasaannya mulai tak karuan.
"ini tidak mungkin, maafkan aku bar. aku pergi bukan karena tidak mencintaimu, tapi aku pergi karena ingin mengejar impianku. sekarang Aku sudah selesai dengan impianku itu, makanya aku Kembali untuk bertemu denganmu dan anak kita. Aku janji aku tidak akan mengecewakan kalian lagi." ucap Sintia sambil memohon.
Akbar yang mendengarkan penuturan Cynthia itu langsung tersenyum sinis. Iya sangat malas berurusan dengan perempuan yang seperti ini, sungguh perempuan yang tidak tahu malu. begitulah kesan Akbar kepada Cynthia.
"sudahlah sin, Jangan menggangguku lagi. lakukan saja apa yang kamu ingin lakukan. sekarang aku minta kamu keluar dari ruanganku sebelum aku menyuruh satpam untuk menyeretmu keluar dari ruang ini." ucap Akbar lagi.
__ADS_1
akhirnya Sintia mengalah dan memilih untuk keluar dari ruangan Akbar. bukan berarti ya keluar dan tidak akan mengganggu Akbar lagi, saat ini iya akan membiarkan Akbar untuk berpikir dan menenangkan diri. dan tujuannya saat ini adalah kediaman Maulana.
***bersambung***