
hari berganti hari, akhirnya arzanka dinyatakan pulih dari kondisi depresinya. tentunya dengan Arumi yang senantiasa berada di sampingnya. bahkan Arza tak segan-segan meminta dipangku oleh Arumi karena takut perempuan itu akan meninggalkan dirinya lagi. berhari-hari lamanya juga, Arumi menginap di rumah sakit untuk menemani anak itu.
Akbar juga telah menyampaikan kepada Arumi untuk memenuhi keinginan putranya yaitu menjadi pengasuhnya. Arza yang mendengar hal itu tentu saja merasa sangat senang. dan ia bisa memulai rencananya untuk menjadikan Arumi menjadi ibunya seutuhnya, tentu saja ia harus mendekatkan Arumi pelan-pelan kepada sang ayah. kini Arza sudah dibolehkan pulang ke rumah.
"Mommy Arza sudah tidak sabar ingin cepat sampa kerumah. Mommy nanti tidur bersamaku ya..." ucap Arza kepada Arumi. Arumi tersenyum melihat keceriaan yang tercetak di wajah anak itu.
sebenarnya, sebelum menerima tawaran menjadi pengasuh Arza, ia telah menyampaikan kepada keluarga Maulana itu bahwasanya, mungkin sebentar lagi setelah wisuda ia akan kembali ke kampung halamannya. Iya juga sudah mau wanti-wanti masalah ini, agar nanti setelah wisuda kepulangannya tidak mengalami kendala.
namun apa boleh buat, ya harus bertahan beberapa tahun lagi untuk merawat Arza, lagi pula Akbar juga menawarkan gaji yang tidak sedikit kepadanya. karena juga, ia merasa kurang yakin bahwa setelah lulus akan langsung mendapatkan pekerjaan sesuai dengan keinginannya.
"tentu saja sayang... malam ini akan Mommy temani tidur di kamar Arza..." ucap Arumi lagi sambil mengepak baju-baju Arza dan memasukkannya ke dalam tas. di rumah sakit ini mereka hanya berdua, namun Arumi telah memberikan kabar kepada Oma dan opa Arza Begitu juga dengan Akbar.
setelah selesai mengapa pakaian arzanka, tiba-tiba dari luar muncul seorang asisten dari ayah arzanka Iya itu Iqbal.
__ADS_1
tok tok tok
Ceklek
Arumi dan Arza langsung mengarahkan pandangannya ke arah pintu. terlihatlah di sana seorang laki-laki yang seumuran dengan ayahnya Arza.
"permisi nona. Saya Iqbal yang diutus oleh tuan muda untuk menjemput dan mengantar kalian pulang ke kediaman Maulana. namun, saya masih harus ke meja resepsionis dulu untuk mengurus biaya administrasi. Apakah tidak apa-apa Nona dan Tuan muda cilik untuk menunggu di sini sebentar..??" tanya Iqbal dengan sopan kepada Arumi.
"tentu saja tuan. selesaikan urusan Tuan kami akan menunggu di sini." ujar Arumi lagi. setelah itu, sang asisten pun berlalu dari kamar itu dan menuju meja resepsionis.
***
"Iya nak, opa sama oma akan menunggu kita di rumah.. " jelas Arumi kepada arzanka. seketika itu terlintas di pikiran Arza untuk mengungkapkan keinginannya kepada Arumi.
__ADS_1
"Mommy, kalau begitu kita pulang ke tempat Mommy saja.. lagi pula kan cuma kita berdua di sini.." ucap Arzanka kepada Arumi. Arumi tersenyum mendengarkan penuturan abstrud dari Arza.
"nggak gitu konsepnya sayang.. kan Mommy sudah menjadi pengasuh arza di rumah. otomatis Mommy dan Arza harus kembali ke rumah." ucap Arumi dengan penuh kasih sayang kepada arzanka.
"hehehe, Maaf Mommy, Arza lupa..."ujar arzanka lagi.
ceklek
tak lama Iqbal kembali untuk menemui mereka.
"Mari Nona tuan muda kita berangkat.." ucap Iqbal sambil mengambil alih barang-barang arzanka. sementara Arumi langsung menggendong tubuh mungil itu. Iqbal pun langsung berjalan lebih dulu daripada mereka untuk menuju tempat parkiran di mana mobil mereka berada.
setelah itu, Iqbal langsung tancap gas dan meninggalkan rumah sakit kembali ke kediaman Maulana.
__ADS_1
***bersambung***