PENGASUH BERHARGA

PENGASUH BERHARGA
28. belajar mengaji


__ADS_3

Akbar begitu berharap sang anak bermain dengan nya. namun sepertinya Arza lebih memilih untuk mengabaikan dirinya.


Akbar dan Arumi ternyata tidak menyerah. mereka berdua terus membujuk Arza agar mau bermain bersama dengan ayah nya. sementara, nyonya Larissa dan Tuan timotian tersenyum melihat tingkah mereka. mereka itu layaknya seperti keluarga kecil yang bahagia.


"hem... hem..." dehem tuan timotian. walaupun tuan timotian berdehem, namun pandangan matanya berada pada koran yang ada di tangan nya, yang ia ambil tiba-tiba.


mendengar deheman itu, Akbar dan Arumi seketika tersadar bahwa mereka terlalu dekat. seketika itu, Arumi langsung menarik diri. nyonya Larissa yang melihat kecanggungan yang tiba-tiba Hadir di antara keduanya itupun langsung tersenyum. begitu juga dengan Arza, ia tersenyum simpul, namun tidak mengatakan apa-apa.


"sini, duduk rum. nggak capek berdiri terus sambil gendong Arza.. ayo duduk..." ucap Nyonya Larissa sambil menepuk tempat duduk di sebelahnya.


Akbar hanya terdiam, ia jadi bingung sendiri. padahal, ia tidak ingin terlalu dekat dengan pengasuh anaknya itu, namun sepertinya mereka terlalu dekat tadi.


sementara Arumi, ia berjalan menuju sofa, dimana tuan timotian dan nyonya Larissa berada. Nyonya Larissa pun langsung menyuruh Arumi duduk disampingnya.


"ayo duduk rum.." perintah nya. nyonya Larissa kemudian beralih kepada Arza yang masih setia dalam gendongan nya.


"sini nak. gantian, biar nenek yang mangku, kasihan Mommy nya Arza, pasti capek gendong kesana kesini. ayo sini sama oma." ucap nyonya Larissa lagi memberi pengertian.

__ADS_1


arza pun langsung menurut. ia tidak ingin Mommy nya juga merasa kecapean karena arza dalam mode manja saat ini. ia tidak ingin beranjak dari pangkuan maupun dari samping Arumi. ia terlalu malas untuk berteriak memanggil dan mencari sang Mommy.


"baiklah oma.." ucap Arza, sambil berlalu ke pangkuan Omanya.


***


ke esok harinya. Arumi mulai sibuk, ia mengurus Arza dengan telaten seperti anaknya sendiri. hitung hitung belajar mengurus anak. pikir Arumi.


Arumi pun memulai aktivitas nya dengan membangun kan Arza terlebih dahulu.


tok tok tok


"selamat pagi anak Mommy yang ganteng. ayo bangun nak, sholat subuh dulu..." ucap Arumi sambil mengecup sayang pipi anak asuhnya itu. ia juga membelai belai lembut pipi tembem itu.


Arumi membangun kan arza berkali-kali dengan suara lembutnya. sampai arza terbangun.


"ugh... Mommy...." ujar Arza dengan suara khas bangun tidur. ia juga mengucek matanya. arza pelan-pelan membuka matanya dan melihat Arumi yang duduk disampingnya sambil tersenyum dan menunggu bayi itu bangun.

__ADS_1


"Mommy...." ucap Arza lagi. Arumi pun kembali mengelus lembut kepala sang anak asuh.


"iya sayang, ini Mommy. ayo bangun, kita sholat subuh berjamaah..";ujar Arumi dengan penuh kasih sayang. Arumi pun langsung mengangkat tubuh mungil itu dan menggendong nya. ia tidak memberikan kesempatan kepada anak asuhnya untuk terlelap lagi.


ia pun langsung mengajak arza ke kamar mandi dan mencuci wajahnya dan juga menggosok gigi. setelah itu, ia langsung mengambil air wudhu dengan dampingan dari Arumi. setelah itu, Arumi dan Arza langsung turun menuju ruang yang di jadikan musholla Disana.


sesampainya mereka di sana. tak lama, mereka pun mulai melaksanakan sholat subuh berjamaah dengan keluarga itu. tak lama, kegiatan itupun selesai. selesai melaksanakan kewajiban. Arza pun langsung berlari menghampiri Arumi yang berada di belakang sana sambil membawa buku iqro di tangannya.


"Mommy... Mommy... arza mau belajar mengaji. biar Arza menjadi anak yang bisa membaca Alqur'an dengan merdu dan indah seperti Mommy." ujar Arza dengan mata yang berbinar sambil menyodorkan buku iqro' yang ada di tangannya. Arumi pun seketika tersenyum.


"baiklah sayangnya Mommy yang paling tampan. ayo duduk disebelah Mommy." ujar Arumi sambil menepuk tempat disebelah nya yang kosong. Arza pun langsung menurut dan duduk di samping Arumi.


"ayo... baca doa dulu sebelum belajar.." ujar Arumi. dengan penuh kepatuhan, Arza langsung mengikuti apa yang di ucapkan oleh Arumi.


setelah selesai membaca doa, mereka pun langsung belajar membaca. ternyata, sedari tadi, aktivitas mereka tak pernah luput dari pengamatan Akbar yang begitu bahagia melihat anaknya yang begitu semangat belajar. tak terasa, setetes air mata jatuh dari pelupuk matanya itu.


"semoga kamu bahagia nak..) batin Akbar.

__ADS_1


***bersambung***


__ADS_2