PENGASUH BERHARGA

PENGASUH BERHARGA
23. Cynthia di kediaman Maulana


__ADS_3

di sinilah Cynthia sekarang, tepatnya di sebuah mansion kediaman keluarga Maulana. sebelum ia turun dari taksi itu, ia mengamati sejenak halaman di kediaman itu. setelah itu baru memutuskan untuk keluar dari sana.


setelah membayar ongkos taksi, Cynthia pun langsung bergegas memasuki kediaman Maulana yang sepertinya penjaganya sedang berada di dalam. tentu saja berada di dalam, karena saat ini mereka sedang merayakan penyebutan kecil-kecilan untuk tuan muda mereka.


melihat peluang dan kesempatan seperti itu yang tersuguh di depan matanya, Cynthia tanpa pikir panjang ia langsung bergegas masuk ke dalam halaman dan juga ke dalam rumah itu.


tak tak tak


suara langkah kaki Sintia yang beradu dengan lantai marmer di kediaman itu. semua yang ada di sana belum memperhatikan keberadaan Cynthia, mereka sedang menikmati tuan muda cilik mereka mengoceh mengungkapkan rasa bahagianya kepada orang-orang di sekitarnya. sampai akhirnya mereka dikejutkan oleh suara Cynthia.


"yuhu... aku pulang..." ujar Sintia dengan tidak tahu dirinya. semua yang fokusnya kepada tuan muda cilik mereka, karena mendengar suara dari Cynthia, mereka semua beralih menatap ke arah sumber suara, yang ternyata orang itu sedang berjalan lenggak-lenggo menghampiri mereka semua.


semua orang pun terkejut melihat kedatangan orang itu, Jujur saja kehadirannya di sini benar-benar tidak diharapkan. dia sudah di blacklist dari kediaman ini.


Nyonya Larissa dan Tuan timotian yang melihat Cynthia yang begitu tidak tahu malunya datang di kediaman Mereka lagi, membuat kedua baru baya itu menatap dengan tatapan tajam dan benci. sementara Arza, Iya sudah tahu bahwa perempuan tersebut adalah ibu kandungnya, namun ia tidak peduli sama sekali. lagi pula di sisinya dan di hatinya saat ini hanya ada Arumi seorang gadis yang saat ini telah Ia klaim menjadi ibunya. saat ini pula, hanya Arumi yang akan menjadi ibunya selamanya.


Nyonya Larissa yang melihat kedatangan Cynthia langsung berjalan mendekat ke arah perempuan yang tidak tahu diri itu. tatapan dan raut wajahnya begitu datar dan tajam dan sangat menusuk.

__ADS_1


"mau apa kau ke sini !! di sini tidak ada yang mengundangmu dan membutuhkanmu." ucap Nyonya Larissa dengan perasaan marah. Cynthia yang mendengarkan penuturan dari mertuanya itu tersenyum simpul. ia akan mengabaikan semua ocehan yang keluar dari mulut mertuanya itu dan tidak akan peduli sama sekali.


"Maaf ma, tapi aku memang sudah waktunya untuk pulang ke rumah." ucap Cynthia lagi dengan tidak tahu dirinya. Nyonya Larissa kembali mengerutkan keningnya, sejujurnya ia tidak ingin berurusan lebih lama oleh Cynthia.


" Apa kamu bilang !! pulang !! Di sini tidak ada yang menunggumu pulang. kami sama sekali tidak mengharapkan keberadaanmu. jadi saya mohon silakan keluar dari mension saya. karena kamu bukan lagi menjadi bagian dari keluarga ini.!!" marah Nyonya Larissa kepada Cynthia.


"Maaf ma, Aku minta maaf ma, karena aku dulu pergi tanpa pamit. aku pergi karena ingin mencapai cita-citaku Menjadi seorang model. dan sekarang aku telah berhasil mendapatkan gelar model yang seperti aku harapkan. makanya aku kembali untuk menebus kesalahanku kepada suami dan anakku." ujar Sintia lagi yang berusaha untuk tidak terpancing emosi.


"cih, minta maaf katamu.. asal kamu tahu ya, putraku Akbar Maulana sudah menceraikan dirimu. bahkan putusan hakim telah mutlak. Apakah kamu ingin menebus kesalahanmu kepada anakmu?. lihat di sana, anakmu sama sekali tidak antusias menunggu kedatanganmu." ucap Nyonya Larissa menjadi geram.


"sebaiknya segera tinggalkan kediaman ini. aku benar-benar muak melihatmu, tinggalkan kediaman ini sebelum saya memerintahkan satpam untuk menyeretmu keluar." ujar Nyonya Larissa dengan dingin.


tanpa banyak bicara dan pikir panjang, Cynthia memutuskan untuk mendekatkan diri kepada anaknya. sementara Nyonya Larissa dan Tuan timo Tian melihat saja reaksi apa yang akan diberikan oleh sang cucu.


"halo boy.. Apa kabar sayang, sini sama mama.." ucap Cynthia sambil berusaha merebut arza dari gendongan Arumi.


baru saja Cynthia mengulurkan tangannya untuk mengambil alih gendongan itu. Arza pun langsung menepis tangan Cynthia. tatapan Arza begitu tajam dan menusuk ke arahnya.

__ADS_1


"jangan menyentuhku. tidak ada yang boleh menyentuhku kecuali Mommy Arumi." ujar Arza dengan tatapan tak suka ke arah Cynthia.


Cynthia yang mendengar penuturan Arza yang mengatakan Mommy kepada orang lain. sukses membuat Cynthia menjadi dan marah.


"Arza, Mama kamu Ya itu Mama Chintya. tidak ada mama lain selain mama Chintya." ujar Cynthia dengan marah. Arza yang belum pernah mendapatkan bentakan seperti itu dari siapapun, langsung mengeratkan pelukannya kepada Arumi. ia ingin mengatakan kepada Arumi bahwasanya ia ketakutan. Arumi yang paham akan ketakutan Arza mengenai bentakan yang dilayangkan oleh Cynthia, Iya langsung membalas erat pelukan anak asuhnya itu.


"mohon maaf Nona yang terhormat. jangan membentak anakku seperti itu." ujar Arumi dengan dingin dan tegas. terlihat Cynthia akan memarahi perempuan itu, tapi tiba-tiba Tuan timotian menyala.


"jangan mencari masalah di kediamanku. segera keluar dari kediaman ini atau aku akan melaporkanmu ke polisi. Kamu pikir aku tidak mengetahui kebusukanmu selama ini. Jika kamu tidak ingin berakhir di penjara, keluar sekarang juga !" ujar timotian tanpa memberikan kesempatan kepada Sintia.


Cynthia yang mendengarkan ancaman dari mantan mertuanya itu sontak sedikit merasa takut. tentu saja banyak hal-hal gelap yang sudah ia lakukan selama 3 tahun ini, selain menempuh karirnya sebagai seorang model.


ya pun memutuskan hari ini untuk mengalah, daripada harus mendekam di penjara yang dingin dan menyeramkan itu.


"Baiklah kalau begitu, mungkin aku datang di waktu yang tidak tepat. nanti kalau seandainya Mama dan papa sudah merasa tenang, Aku akan datang lagi nanti." ujar Sintia lagi kepada kedua paruh baya itu.


"Jangan berharap untuk menginjakkan kaki lagi di mansion ku.." ujar Tuan timotian lagi. namun Cynthia tidak mau tahu, kini ia sudah berlalu dari sana dan meninggalkan mansion itu. tentu saja ia pergi bukan berarti ia tidak akan kembali. ia akan kembali dan mendapatkan gelar Nyonya Maulana lagi di rumah ini.

__ADS_1


***bersambung***


__ADS_2