
selama 15 menit menempuh perjalanan, akhirnya Arumi dan Arza sampai di kediaman Maulana. sesampainya mereka di sana, ternyata orang-orang yang ada di kediaman itu termasuk Nyonya Larissa dan Tuan timotian telah berdiri di ambang pintu untuk menunggu kepulangan mereka.
tampak mereka telah menyiapkan sebuah pesta kecil-kecilan untuk menyambut kepulangan arzanka. sekaligus merayakan kembalinya keceriaan sang anak.
Arza yang melihat hal itu langsung mengarahkan pandangannya ke arah Arumi. Iya heran melihat para pelayan yang bekerja di rumah kakek neneknya itu berkumpul di luar pintu termasuk kakek dan neneknya.
"Mommy Ada apa ini..??; Kenapa para pelayan yang bekerja di kediaman opa sama oma berbaris seperti ingin menyambut seseorang.." ucap arzanka dengan bijak.
Arumi yang mendengarkan penuturan Arzanka langsung tersenyum. kemudian satu tangannya langsung terangkat dan membelai kepala sang anak asuh.
__ADS_1
"memangnya Arza tidak tahu nak..? itu Oma dan opa serta para pelayan yang ada di kediaman opa Oma Arza, mereka semua berbaris untuk menyambut kedatangan Arza sekaligus bersyukur karena Arza telah kembali sembuh dan ceria seperti sebelumnya. itu artinya, Semua yang bekerja dan yang ada di kediaman Maulana ini begitu sangat menyayangi Arza..." ucap Arumi dengan pelan dan memberikan pengertian kepada arzanka. arzanka memandangi wajah Arumi dengan lekat, seolah ada sesuatu yang ingin Ia tanyakan. apalagi kalau bukan keberadaan sang ayah.
"lalu di mana Deddy mommy..?? Kenapa Deddy tidak datang dan menyambut kepulanganku. itu artinya Deddy sama sekali tidak menyayangiku kan mommy..??" tanya arzanka dengan mata yang berkaca-kaca.
Jujur saja walaupun belum terbiasa dengan kehadiran Akbar, namun jauh di dalam lubuk hati Arza yang paling dalam, Iya merindukan sosok itu. namun ia cukup kecewa ternyata ketika kembali ke kediaman ia tidak menemukan dan melihat sang ayah menyambut kepulangannya.
Arumi yang mendapati pertanyaan seperti itu dari anak asuhnya langsung memajang wajah sendu. Iya tahu bahwasanya Arza pasti merasa sedih karena tidak melihat keberadaan sang ayah.
Iqbal yang ditanya oleh Arumi langsung mengalihkan pandangannya pada kaca spion agar bisa melihat keadaan di belakang. Iya mengganggu kan kepalanya dan tersenyum serta menjawab penuturan dari Arumi.
__ADS_1
"tentu saja Nona, tuan muda jangan bersedih seperti itu. Tuan Akbar sedang meeting bersama beberapa klien yang datang dari luar negeri yang tidak bisa diwakilkan. akhirnya Tuan mengutus saya untuk menjemput tuan muda."jelas Iqbal kepada arzanka.
arzanka pun menganggukkan kepalanya tanda mengerti. walaupun merasa kecewa, ia mencoba memahami kesibukan ayahnya. toh juga ayahnya untuk saat ini tidak terlalu penting untuknya, karena Arumi senantiasa berada di sampingnya. apalagi hal yang paling arzanka inginkan adalah menjadikan Arumi sebagai ibunya.
"Ya sudah kalau begitu Mommy uncle, Arza minta maaf, nanti Arza juga akan meminta maaf kepada Deddy karena sudah kecewa terhadap Deddy." jelas Arza lagi.
Arumi dan Iqbal pun tersenyum mendengar penuturan Arza. ternyata tidak sulit memberitahu kepada Arza tentang kesibukan sang ayah. Iqbal juga melihat Arza begitu baik dan penurut, karena memang ini baru pertama kalinya ia bertemu dengan tuan muda ciliknya.
akhirnya mereka sampai di depan pintu gerbang dan turun di sana. karena Iqbal terburu-buru harus cepat kembali ke kantor untuk melakukan pekerjaannya.
__ADS_1
Arumi dan Arza pun keluar dari mobil disusul dengan Iqbal yang membantu mengeluarkan tas yang tidak terlalu besar dan memberikannya kepada Arumi. setelah itu ia langsung berpamitan untuk kembali ke kantor.
***bersambung***